Penjelasan Ledakan di Serpong

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Sep 14 1994 - 16:11:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>

Forwarded message:
From osari%indicee@igc.apc.org Wed Sep 14 19:04 EDT 1994
To: apakabar@clark.net
Subject: Re: Penjelasan Ledakan di Serpong (
Keywords: serpong
From: "Omar U. Sari" <osari@indcee.or.id>
Message-Id: <oZkosc1w165w@indcee.or.id>
Date: Thu, 15 Sep 94 00:24:35 WIB
In-Reply-To: <6PXNsc3w165w@nusa.or.id>
Organization: Indonesian Center for Energy and the Environment, Jakarta
Content-Type: text
Content-Length: 4050

Path: indicee!nusa!geni
From: geni@nusa.or.id (Yayasan GENI Salatiga)
Newsgroups: net.energy
Subject: Penjelasan Ledakan di Serpong (
Keywords: serpong
Message-ID: <6PXNsc3w165w@nusa.or.id>
Date: Wed, 14 Sep 94 23:02:04 WIB
Organization: NusaNet, Indonesia

            Ledakan Reaktor Nuklir Serpong Bukan Sabotase
                  (Suara Merdeka, 14 September 1994)

     Jakarta - Setelah memeriksa secara maraton sisa ledakan reaktor
nuklir, Jawa Barat, Mabes Polri memastikan tidak ada unsur sabotase
dalam ledakan yang menewaskan satu orang dan mencederai seorang
lainnya itu.
     "Ledakan di lokasi Reaktor Nuklir Serpong itu hanya kecelakaan
kerja semata, yang diakibatkan oleh percikan api rokok milik Waluyo
dan mengenai bahan kimia yang sensitif terhadap api," jelas Kadispen
Polri Brigjen. Pol. Drs. I.K. Ratta.
     Ledakan dahsyat yang terjadi pada 31 Agustus lalu di Ruang 106
Gedung 80 Puspitek Keselamatan Reaktor Batan itu berjarak 200 meter
dari reaktor nuklir, Dalam insiden itu Waluyo, pengawas gudang kimia,
tewas seketika, dan Supriyanto mengalami luka berat.

Periksa Gudang
     Menurut Kadispen kepada wartawan, saat itu almarhum sedang
memeriksa gudang, dan ternyata lupa mematikan api rokoknya, sehingga
percikannya menyambar ethil methill ketone peroksida, bahan kimia yang
mudah terbakar.
     Bahan kimia itu berada dalam suatu kontainer yang sudah lama
disimpan dan bocor akibat sering digeser. "Jadi gas dari bahan kimia
itulah yang terkena percikan api rokok dan menyebabkan ledakan
dahsyat. Jadi yang meledak bukannya reaktor nuklirnya, tetapi gudang
tersebut."
     Kepastiantidak adanya unsur sabotase dalam ledakan itu, menurut
Ratta, didapat setelah Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri
melakukan penelitian secara maraton dan ekstra hati-hati di tempat
kejadian, sejak adanya ledakan.
     "Dari hasil peneitian Puslabfor Polri dapat dibuktikan ledakan
itu diakibatkan oleh kecelakaan kerja karena kelalaian pekerjanya,"
kata Ratta.
---------------------------------------------------------------------

            Ledakan di Gudang Batan Serpong Bukan Sabotase
                    (Kompas, 14 September 1994)

Jakarta, Kompas
     Ledakan di gudang Pusat Penelitian Teknologi Keselamatan Reaktor
(PPTKR) Batan tanggal 31 Agustus lalu di Serpong bukanlah sabotase,
melainkan kecelakaan biasa yang berasal dari zat kimia yang tersimpan
di tempat itu.
     Manteri Negara Riset dan Teknologi mengungkapkan penjelasan resmi
berdasarkan pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian RI itu
hari Selasa (13/9) dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR.
     "Ini bukan sabotase atau salah konstruksi, tapi betul-betul
kecelakaan. Hasil pemeriksaan ini saya terima dari Dirjen Batan dan
sudah saya laporkan kepada Presiden," kata Habibie.
     Hal serupa diungkapkan pula oleh Kepala Dinas Penerangan
Kepolisian RI Bridjen (Pol) I Ketut Ratta kepada pers di tempat
berbeda untuk menjelaskan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik
Polri.
     Seperti yang diberitakan, ledakan gudang yang terletak di
kompleks Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek)
Serpong itu telah menewaskan Waluyo (39), seorang staf Batan, dan
melukakan Supriyanto (26), seorang petugas kebersihan (Kompas, 3
September). Kecelakaan terjadi di Ruang 106 PPTKR Batan, Gedung 80
Kompleks Puspiptek Serpong, Desa Munjul.
     Dikatakan, tempat kejadian peristiwa merupakan gudang penyimpanan
bahan kimia yang jauh dari daerah radioaktif. Di sana disimpan bahan
etil metil keton peroksida yang mudah sekali terbakar. Ditemukan pula
di gudang itu kontainer yang bocor akibat tergeser dan terlalu lama
disimpan.
     Kemungkinan, kata Habibie menjelaskan, sewaktu menggeser kardus
yang mengandung etil metil keton peroksida (CH3CO2CH5) itu terjadi
kebocoran. Bahan ini kemudian bereaksi dengan udara, terbentuk metana
dan gas hidrogen. Keduanya menguap dan ketika mencapai suhu kritis
sekitar 52 derajat Celcius terjadi ledakan (ksp/sal).

______________________________________
[Originated from NusaNet <nusa.or.id>]