Ganti Rugi oleh PLTU Paiton

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Sep 30 1994 - 14:55:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>

Forwarded message:
From osari%rumah%indicee@igc.apc.org Fri Sep 30 13:06 EDT 1994
From: "Omar Sari" <osari@rumah.indcee.or.id>
To: apakabar@clark.net
Cc: net.energy@conf.indcee.or.id
Subject: IN: PLTU Paiton belum beri ganti rugi
Reply-To: osari@indcee.or.id
Message-ID: <235406@rumah.indcee.or.id>
Date: Fri, 30 Jun 1994 23:54:06 WIB +7
Organisation: IndCEE Networks, Jakarta - INDONESIA
X-Mailer: WafEdit 0.01 (Simple Mail User Agent)
X-Content-Length: 3105
Content-Type: text
Content-Length: 3036

PLTU Paiton Belum Berikan
Ganti Rugi kepada Petani Tembakau
---------------------------------

   Petani Tembakau Desa Binor kecamatan Paiton, Probolinggo Jatim, yang
beberapa waktu lalu menderita kerugian akibat tercemarnya daun tembakau
mereka oleh debu PLTU Paiton, kini resah menyusul belum diterimanya uang
ganti rugi sebagaimana yang dijanjikan pengelola PLTU Paiton.

   Berdasarkan informasi yang dihimpun Media, sedikitnya lima hektar
tanaman tembakau yang berada disekitar kawasan itu, daunnya tercemar limbah
debu sisa proses pembakaran batu bara milik PLTU Paiton.

   Akibatnya para petani di daerah itu sulit untuk menjual daun-daun
tembakau tersebut, Baik daun basah maupun rajangan daun tembakau itu.
Karena selain mutu tembakau itu sudah rusak, juga sulit untuk dirajang.

   Menurut peraturan para petani tembakau di kawasan itu kepada Media
mengatakan bahwa mereka sangat berharap sekali terhadap ganti rugi
tersebut.

   "Kami rugi jutaan rupiah karena daun tembakau yang rusak akibat debu
batu bara itu, milik kami mencapai 5.000 lembar, "ujar salah seorang petani
yang enggan disebutkan indentitasnya. Sehingga menurut petani itu, pada
musim panen kali ini mereka mengalami kegagalan.

   Sementara menurut sumber di kantor dinas perkebunan Kabupaten
Probolinggo diperoleh keterangan bahwa antara petani tembakau dengan
pengelola Paiton telah dicapai kesepakatan mengenai besarnya ganti rugi
tersebut.

   Pemberian ganti rugi kepada para petani tembakau Desa Binor ditentukan
seberapa besar kerusakan daun-daun tembakau itu. Menurut sumber itu untuk
daun tembakau yang mengalami kerusakan berat Rp 300/lembar, rusak sedang Rp
200/lembar dan rusak ringan Rp 100/lembar.

   "Namun hingga saat ini realisasi uang ganti rugi daun tembakau itu belum
juga turun, "jelas sumber itu.

   Bupati Probolinggo Pamoeji saat dikonfirmasi Media membenarkan belum
terbayarnya uang ganti rugi kerusakan daun tembakau milik petani Desa
Binor.

   Menurut Bupati Pamoeji keterlambatan ini dikarenakan pihak Pemda
probolinggo masih mendata ulang besarnya kerugian daun tembakau itu.
"Karena besarnya ganti rugi harus benar-benar sesuai dengan harga daun
tembakau di pasaran. Oleh sebab itu perlu adanya pendataan ulang, "jelas
Pamoedji.

   Sementara itu kepala PLN sektor PLTU Paiton Ir Hamdi Hamid saat dimintai
keterangan Media menjelaskan bahwa pihaknya memang belum memberikan uang
ganti rugi kepada para petani tembakau itu.

   Menurut Hamdi, pihaknya telah menyerahkan seluruh persoalan tersebut
kepada Pemda Probolinggo. "Karena itu kami tengah menunggu laporan dari
mereka sebesar uang ganti rugi yang harus kami bayarkan kepada petani, yang
jelas kami siap memberikan uang ganti rugi, "jelasnya.

   Sehubungan adanya keluhan warga petani di sekitar kawasan PLTU Paiton.
Menteri Pertambangan dan Energi IB Sudjana, saat berkunjung ke Jatim
mengingatkan kepada seluruh pengelola PLTU Paiton agar benar-benar
memperhatikan kepentingan rakyat.

                        (Harian Umum Media Indonesia, 28 September 1994)