Gedung S-2 UGM Terbakar Habis

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Oct 14 1994 - 16:28:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>

Forwarded message:
From apakabar Fri Oct 14 19:23 EDT 1994
From: John MacDougall <apakabar>
Message-Id: <199410142323.TAA29893@clark.net>
Subject: IN: Gedung S-2 UGM Terbakar Habis
To: apakabar (John MacDougall)
Date: Fri, 14 Oct 1994 19:23:26 -0400 (EDT)
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
MIME-Version: 1.0
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 6975

Date: 14-Oct-94 12:06 EDT
From: Heri Akhmadi [71201,1003]
Subj: GEDUNG S-2 UGM TERBAKAR HABIS

Gedung Pasca Sarjana UGM Habis Terbakar
Ribuan Naskah Publikasi Ilmiah Ludes, Kerugian Rp 1,25 M
Yogjakarta, JP, 14 Oktober 1994
     UGM kembali dilanda musibah. Si jago merah, siang kemarin
melalap bangunan gedung program pasca sarjana (PPS) UGM beserta
fasilitas lain di kompleks bangunan yang terdiri atas lima unit
itu. Penyebab kebakaran diduga berasal dari arang tungku pekerja
yang sedang menambal talang air di unit I yang memang sedang
dalam tahap renovasi.
     Di samping kerugian fisik material, seperti lima unit
gedung, sekitar 45 komputer, AC dan isi gedung lainnya, kerugian
yang terasa paling berat adalah ikut terbakarnya data-data
akademik para mahasiswa PPS serta berbagai peralatan komputer.
Diperkirakan, nilai kerugian secara keseluruhan mencapai Rp 1,25
miliar.
     ''Yang paling vital di gedung unit III lantai dua.
Sedikitnya 15 perangkat komputer yang berisi data akademik dan
administrasi ludes terbakar,'' jelas Prof Dr Sumartono, wakil
direktur I bidang akademik PPS UGM.
     Hal yang sama juga dikemukakan, Prof Dr Ichlasul Amal yang
melihat langsung situasi kebakaran kemarin. Dikatakannya, hanya
data mahasiswa baru yang kebetulan berada di lantai bawah dapat
diselamatkan. ''Saya lihat sendiri, filing cabinet yang berisi
data itu gosong semua. Untuk tesis memang bisa ditelusuri di
tempat lain. Tetapi untuk data akademik yang tak terselamatkan ya
sulit dicari gantinya,'' jelas Prof Dr Ichlasul Amal, Direktur
PPS yang baru dilantik beberapa hari lalu.
     Ribuan naskah publikasi ilmiah juga tak tersisa sedikit pun.
Menurut keterangan Pengelola Berkala Penelitian Pasca Sarjana
(BPPS) UGM, Dr Eko Sugiharto, arsip naskah publikasi ilmiah yang
dihimpun sejak tahun 1985 habis dilalap jago merah ini. Naskah-
naskah tersebut memang berada di lantai 2 Unit III gedung yang
terbakar habis itu.
     Yang lebih tragis sebenarnya nasib Dr Eko Sugiharto. Menurut
penuturanya, ia kini sedang menyiapkan persyaratan untuk
mengajukan kenaikan pangkat. Karenanya, beberapa karya ilmiah dan
ijazahnya -- termasuk ijazah SD sampai ijazah doktornya --
disimpan di ruang kerjanya. Semuanya ikut terbakar habis. ''Sudah
sembilan tahun saya tak mengajukan kenaikan pangkat. Kini mau
mengajukan, semua persyarakat terbakar,'' katanya sambil mengais-
ngais kertas yang hangus tempat menyimpan ijasahnya.
     Menurut keterangan yang dihimpun Jawa Pos, kebakaran
diperkirakan mulai berlangsung sekitar pukul 12.40 WIB saat usai
salat Jumat. Api diduga berasal dari arang tungku yang
diperkirakan ''tumpah'' karena hembusan angin dan mengenai atap
sirap gedung unit satu yang berlantai tiga itu. Menurut beberapa
pekerja, selama istirahat makan siang, tungku tersebut tetap
ditinggal di atas gedung. Sehingga, saat berlangsung kebakaran
tidak segera dapat ditangani. Dan hembusan angin yang cukup kuat,
membuat api dengan cepat menjalar ke gedung lain di sampingnya.
     ''Sebenarnya sudah berkali-kali diperingatkan. Saat
mengerjakan itu jangan ditinggal-tinggal. Karena sangat bahaya,
anglo itu bisa dengan cepat membakar atap sirap,'' ujar Ichlasul
Amal mengenai penyebab kebakaran ini.
     Gedung di kompleks PPS UGM secara keseluruhan terpisah
membentuk huruf U
yang di tengahnya berdiri satu gedung yang
sedang direnovasi total. Unit satu berada di sisi paling selatan
dan unit lima yang berada di tengah. Karena itu, sebelum menjalar
ke unit yang lain, sebenarnya upaya pencegahan dilakukan dengan
memblokir api di gedung unit III. Tapi upaya pencegahan kurang
berhasil. Api ternyata merembet melalui gedung unit lima dan
merembet ke gedung lainnya.
     Seharusnya, renovasi gedung PPS UGM akan berakhir Desember
1994 mendatang. Beaya renovasi sebesar 150 juta itu sebenarnya
sudah selesai sekitar 70 persen. Tapi dengan kebakaran ini
semuanya menjadi berubah. Rektor UGM saja tampak pasrah dengan
musibah ini. ''Ya, untuk kebakaran gedung MIPA kita baru dapat
ganti, kita kena musibah ini,'' kilah Rektor UGM yang akrab
dengan wartawan.
     Enam mobil unit kebakaran yang didatangkan dari UGM, Pemda
Kodya Yogya, Kompleks AU dan PG Madukismo baru dapat menguasai
keadaan sekitar pukul 14.30 WIB. Bahkan, hingga sekitar pukul
16.00 WIB beberapa unit mobil kebakaran itu masih sibuk
menyemburkan airnya karena di beberapa bagian gedung terlihat
adanya kemungkinan api masih bisa menyala lagi.
     Beberapa orang yang diduga mengetahui peristiwa ini, kemarin
juga diperiksa pihak kepolisian. Penjaga siang gedung itu
beserta beberapa pekerja dimintai keterangan oleh Polres Sleman.
Sedang untuk tindak lanjut peristiwa ini, pihak universitas belum
bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.
     ''Semuanya akan kita bicarakan dalam RKU (rapat kerja
universitas) besok siang (hari ini, Red). Pas kebetulan saja ada
RKU semuanya bisa kita bahas termasuk kemungkinan kelanjutan
kuliah S-2,'' jelas Amal.
     
(wan)

Amal: Baru Duduk Selama 10 Menit//
Kebakaran gedung program pasca sarjana (PPS) UGM kemarin membuat
prihatin kalangan civitas akademika UGM. Dan yang paling prihatin
adalah Prof Dr Ichlasul Amal, Direktur PPS UGM yang baru dilantik
lima hari lalu. Bagaimana keprihatinan Amal, berikut ceritanya
pada Jawa Pos ditulis dengan gaya saya.

     Saya kaget betul. Siang itu saya baru pulang dari salat
Jumat. Sehabis salat saya mampir dulu membeli alat-alat listrik.
Di jalan saya sudah dicegat oleh istri saya yang menceritakan ada
kebakaran. Pikir saya kebakaran di Fisipol. (Sehari sebelumnya
Amal -- sebagai dekan Fisipol -- diajak dialog dengan para
mahasiswa soal pemilihan dekan dan berbagai perkembangan fakultas
itu, sehingga ia mengira ada ketidakpuasan dari dialog kemarin).
Ternyata, yang terbakar gedung pasca sarjana.
     Di gedung itu, sebagai direktur yang baru saya baru
merasakan duduk di kursi direktur kurang dari sepuluh menit.
Karena banyak yang harus saya kerjakan di fisipol, saya memang
baru sempat sepuluh menit itu duduk di kuris direktur pasca. Eh,
ternyata diberi ''kado'' kebakaran ini.
     Gedung PPS memang sedang dalam renovasi. Pembangunan di
depan (unit I) hanya perbaikan talang air dan pengecetan dengan
pembeayaan
P2T. Sedang renovasi yang agak besar dengan dana DPP
SPP adalah mengubah gedung tengah yang dulu gedung Puspics itu.
Jadi, kalau kerugian dihitung secara fisik setidaknya untuk
gedung -- yang menurut Amal hanya bagian atasnya saja --
diperkirakan masing-masing unit sebesar Rp 250 juta. Kalau lima
unit ya sekitar Rp 1,25 miliar. Sedang untuk yang lainnya ya
komputer, AC dan arsip-arsip belum bisa diperhitungkan.
     Yang kini kita pikirkan adalah proses perkuliahan S-2 yang
sedang berjalan. Kita pikirkan untuk menggunakan Pusat Antar
Universitas (PAU). Dan sejauh mungkin kita akan usahakan untuk
tempat kuliah sementara.

Distribution:

To: MacDougall > [72436,3621]