Edi: Perusak Lingkungan Wawasannya

From: apakabar@clark.net
Date: Sat Nov 26 1994 - 05:49:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Subject: Edi: Perusak Lingkungan Wawasannya Sempit

Forwarded message:
From osari%rumah%indicee@igc.apc.org Fri Nov 25 12:08 EST 1994
From: "Omar Sari" <osari@rumah.indcee.or.id>
To: apakabar@clark.net
Cc: env.general@conf.indcee.or.id
Subject: IN: Perusak lingkungan wawasannya sempit
Reply-To: osari@indcee.or.id
Message-ID: <1994112505.1940ID3@rumah.indcee.or.id>
Date: Fri, 25 Nov 1994 19:40:23 WIB +7
Organisation: IndCEE Networks, Jakarta - INDONESIA
X-Mailer: WafEdit 0.01 (Simple Mail User Agent)
X-Content-Length: 2679
Content-Type: text
Content-Length: 3160

Perusak Lingkungan, Berwawasan Sempit
-------------------------------------

   Pelaku ekonomi yang hanya mengejar kepentingan sendiri tanpa
memperhatikan kerusakan lingkungan adalah pengusaha yang berwawasan sempit,
kata Menhankam Edi Sudrajat.

   Di depan para peserta Rakornas Lingkungan Hidup yang berlangsung di
Jakarta, 22-24 November, Menhankam mengatakan memang kita kadang-kadang
merisaukan adanya peladang berpindah yang menebangi hutan. "Namun jika
ditinjau dari segi dampak negatif, maka orang kaya yang menebang pohon,
jauh lebih berbahaya bagi kelestarian lingkungan, dibanding orang melarat
yang melakukan hal sama demi menghidupi keluarganya, "ujarnya.

   Kegiatan perekonomian nasional pada masa mendatang, menurut Menhankam,
akan bertumpu pada pelaku-pelaku ekonomi, sedangkan Pemerintah hanya akan
berperan sebagai fasilisator saja. Untuk itu, semakin mendesak untuk
mempersiapkan pelaku ekonomi dalam pembangunan berketahanan nasional agar
mampu berusaha dengan wawasan yang bersifat nasional.

   Kerusakan dan perusakan terhadap lingkungan hidup nasional, menurutnya,
adalah kerusakan dan perusakan terhadap harapan masa depan masyarakat
bangsa. "Dalam pengertian inilah, kita harus menegakkan hukum dan
perundang-undangan pelestarian lingkungan hidup secara tegas dan konsekwen,
"jelas Menhankam.

   Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja mengatakan
strategi pengelolaan lingkungan hidup pada PJP II mengalami pergeseran dari
praktek yang sentralistis ke arah otonomi serta dari pola yang didominir
oleh pemerintah ke pola kemitraan antara pemerintah, dunia usaha dan
masyarakat.

   Sarwono mengatakan sejak berdirinya Kantor Menteri Negara Lingkungan
Hidup pada tahun 1978, telah banyak produk perundang-undangan yang
dihasilkan untuk pengelolaan lingkungan.

   Sementara itu pada kesempatan dengar pendapat dengan Komisi X DPR
kemarin, Prof Dr Emil Salim mengatakan kelompok Kerja Lembaga Ekolabel
Indonesia atas permintaan Menteri Negara Lingkungan Hidup sudah menjajaki
pengembangan ekolabel di luar hutan.

   Karena itu, kata Emil Salim yang mengetuai lembaga itu, pihaknya sedang
merencanakan kerjasama dengan Lembaga Konsumen Indonesia dan instansi
pemerintah yang berkepentingan untuk mengembangkan syarat-kriteria ekolabel
bagi produk non-hutan.

   "Kesadaran lingkungan telah mencakup produsen dan konsumen sehingga
keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan harga, kualitas dan
kuantitas, tapi juga pada segi lingkungan yang berkaitan dengan proses
produksi dan hasil produk, "katanya.

                           (Harian Umum Media Indonesia 24 November 1994)

indcee networks - indonesian center for energy and the environment networks
 ...........................................................................
jalan danau tondano a-4 tel. (+62-21) 571-9360/1
pejompongan fax. (+62-21) 573-2503
jakarta, 10210 modem (+62-21) 573-5022
indonesia e-mail. osari@indcee.or.id
 ...........................................................................