Oki Resmi Tersangka Pembunuhan

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Jan 25 1995 - 10:51:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>

Forwarded message:
From apakabar Wed Jan 25 11:51 EST 1995
Path: news.clark.net!news.sprintlink.net!howland.reston.ans.net!news2.near.net!news.delphi.com!usenet
From: HERTADI@delphi.com
Newsgroups: alt.culture.indonesia,soc.culture.indonesia
Subject: Oki Resmi Tersangka Pembunuhan * Bertemu dgn Ayah & Pengacaranya
Date: 25 Jan 1995 10:51:25 GMT
Organization: Delphi Internet Services Corporation
Lines: 119
Message-ID: <3g5afd$9vp@news1.delphi.com>
NNTP-Posting-Host: bos1a.delphi.com
Xref: news.clark.net alt.culture.indonesia:6174 soc.culture.indonesia:19013
Apparently-To: apakabar
Content-Type: text
Content-Length: 6406

Oki Resmi Tersangka Pembunuhan
* Bertemu dengan Ayah dan Pengacaranya

Jakarta, Kompas
HD alias Oki (30), Senin malam (23/1) bertemu dengan ayah kandungnya
Drs Hendarno Hendarmin SE. Pertemuan ayah dan anak itu disaksikan
oleh pengacara keluarga Oki, Ruhut Sitompul SH dan Tommy Sihotang SH.

Pertemuan itu berlangsung di ruang Kasubag Tahanan Polda Metro Jaya,
kira-kira pukul 19.30 WIB. Ayah Oki, Hendarno Hendarmin memperkenalkan
kedua pengacara itu sebagai pengacara keluarga Oki, dan merekapun
bersalaman. "Kamu baik-baik?" tanya Ruhut kepada Oki, dan pemuda yang
mengenakan kaus kotak-kota dan bercelana pendek itu menjawab, "Mohon
doa restu." Penampilan Oki yang berkaca mata itu sangat tenang.
Setelah itu, ayah Oki yang mengenakan batik coklat lengan pendek dan
putra sulungnya saling melepas rindu di ruang Kasubag Tahanan Polda Metro
Jaya. Pertemuan empat mata itu selesai pukul 20.25 malam itu. Sementara
Oki dan ayahnya melepas rindu, Ruhut dan Tommy menunggu di luar.

Ruhut Sitompul SH dan Tommy Sihotang SH mewakili keluarga Oki, melalui
Kompas menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Metro Jaya Mayjen (Pol)
M Hindarto yang telah mengizinkan keluarga Oki dan pengacaranya bertemu
dengan Oki.

Cukup bukti
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Mayjen (Pol) Drs M Hindarto kepada pers
Senin siang mengatakan, Oki sudah cukup kuat bukti sebagai tersangka utama
kasus pembunuhan Gina Sutan Aswar. Ini berdasarkan sejumlah barang bukti
berupa senjata api, palu dan kunci inggris yang diperkuat keterangan ahli
balistik dan forensik LAPD (Los Angeles Police Departmen).

Menurut Kapolda, bukti-bukti yang ada di LA sudah cukup untuk kepentingan
penyidikan. Karena itu sejak Senin kemarin, Oki sudah resmi menjadi tersangka
dalam kasus pembunuhan. "Hari ini (Senin-red), saya sudah perintahkan kepada
Sesdit Serse Letkol MD Primanto untuk melakukan penyidikan dalam kasus
pembunuhan," tandas Kapolda.

Dijelaskan, tim Polri di LA mengupayakan mendengarkan keterangan tiga orang
saksi, yaitu Ny Suresh Michandani (istri alm Suresh), Rebecca (orang yang
mendapat titipan senjata api dari Oki) dan Wanda (orang yang menerima telepon
terakhir dari Gina). Selain itu tim Polri di LA sudah mengumpulkan keterangan
saksi ahli dan memperoleh visum et repertum para korban. Dalam hal ini, Polri
dibantu pihak Konjen RI di LA.

Dengan pihak LPAD, Polri belum membicarakan motif pembunuhan. "Kami baru
bicara barang bukti dan pengumpulanbarang bukti yang akan di bawa ke sini,"
ujarnya. Dikatakan, Polri masih melakukan perundingan dengan LPAD untuk
dapat membawa barang bukti berupa pistol, kunci inggris dan palu yang
digunakan sebagai alat pembunuhan. "Namun demikian, keterangan tertulis para
ahli seperti balistik dan forensik sudah ada," jelas Hindarto.
Hasil pemeriksaan LAPD, sidik jari tersangka Oki banyak terdapat dalam
kantung plastik yang digunakan untuk membungkus mayat tersebut. Disamping itu,
hasil pemeriksaan balistik LAPD yang diberikan kepada tim Polri, peluru yang
ditemukan di tulang belakang Suresh cocok dengan jenis pistol yang digunakan
Oki.

Ditanya apakah ada tersangka lain dalam kasus ini, Kapolda Hindarto menjawab,
"Oki masih pelaku tunggal. Tapi tidak tertutup kemungkinan ada pelaku lain."
Sementara itu Kapolri Jenderal (Pol) Banurusman menjawab wartawan di Medan,
Senin kemarin mengatakan, Oki dapat diadili di Indonesia jika hasil penyidikan
membuktikan, Oki adalah pelaku dalam kasus pembunuhan Gina Sutan Aswar, adik
kandungnya Eri Triharto Darmawan, an Suresh Michandini di Los Angeles (AS).

Untuk saat ini tutur Banurusman bahan-bahan yang ditemukan detektif LAPD
(Los Angeles Police Departemen) seperti keterangan saksi, barang bukti fisik
dan material serta alibi berkaitan dengan kasus pembunuhan itu sangat
bermanfaat.

Menolak
Ayah kandung Oki, Drs Hendarno Hendarmin SE dalam suratnya ke pengacara
Amir Syamsuddin SH, yang dibagikan di Polda Metro Ya Senin siang kemarin
menolak pengacara Amir Syamsuddin SH sebagai kuasa hukum Oki. Surat itu
dilampiri pula surat kuasa Hendarno Hendarmin kepada Ruhut Sitompul SH dan
Tommy Sihotang SH tertanggal 17 Januari 1995.

Sementara itu kantor pengacara Amir Syamsuddin SH hari Senin petang mengirimkan
fotokopi surat Oki ke Redaksi Harian Kompas. Dalam suratnya tertanggal 23
Januari 1995 yang ditujukan kepada Amir Syamsuddin SH, Oki menyatakan tetap
ingin didampingi Amir Syamsuddin.

Pengacara keluarga Oki, Ruhut Sitompul SH dan Tommy Sihotang SH hari Senin
pagi bersama ayah kandung Oki, Drs Hendarno Hendarmin SE datang ke Polda
Metro Jaya, dengan maksud agar bisa menjenguk tersangka HD alias Oki di
tahanan polisi. Untuk itu, pengacara Oki dan keluarganya minta izin kepada
Kapolda Metro Jaya Mayjen (Pol) M Hindarto.

Namun karena Kapolda Hindarto sibuk dengan persiapan acara serah terima
Kapolda Metro Jaya, maka keluarga Oki dan pengacaranya yang menunggu lebih
dari dua jam di ruang tunggu Kapolda ini, memutuskan untuk bertemu dengan
Sekretaris Direktorat Reserse Polda Metro Jaya Letkol (Pol) Drs MD Primanto.

Tidak kecewa
Sementara itu Amir Syamsuddin SH, pengacara yang ditunjuk tersangka Oki
melalui surat kuasa tertanggal 20 Januari 1995, ketika dihubungi Kompas
Senin siang (23/1) mengatakan, rencananya untuk datang ke Polda Metro Jaya
dibatalkan. "Saya baca di surat kabar bahwa pengacara yang ditunjuk ayah
kandung Oki juga akan datang ke Polda hari Senin. Jadi saya berikan
kesempatan kepada mereka dulu," kata Amir Syamsuddin.

Ditanya tentang kemungkinan Oki berubah pikiran untuk memilih pengacara yang
sudah ditunjuk ayah kandungnya, Amir Syamsuddin SH menjawab, "Saya selalu
siap. Kalau Oki berubah pikiran untuk tidak menggunakan saya misalnya,
saya pun tidak akan kecewa."

Dijelaskan, Ruhut Sitompul SH dan Tommy Sihotang SH yang ditunjuk ayah
kandung Oki, Drs Hendarno Hendarmin SE selaku pengacara keluarga, adalah
pengacara-pengacara muda yang berprestasi. "Ketidakhadiran saya di Polda
Metro Jaya hari Senin, untuk menghindari kesan rebutan, jelas Amir Syamsuddin
kepada Kompas.

Kadispen Polda Metro Jaya Letkol (Pol) Drs Bambang Haryoko menjawab Kompas
Senin sore mengatakan. Polda tidak melihat apakah seorang pengacara keluarga
Oki pernah terlibat dalam kasus pidana. "Bagi kami, itu tidak masalah," kata
Bambang. Yang jelas, ada perbedaan pendapat antara Oki dan ayahnya dalam
memilih penasihat hukum, dan itu urusan intern keluarga Oki.

(Kompas, Selasa, 24 Januari 1995)