IN/ET: RPK - Lagi Pengungsi Timtim

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Sep 22 1995 - 15:32:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Subject: IN/ET: RPK - Lagi Pengungsi Timtim di Surabaya

   [LINK] (Republika - Jum'at, 22 September 1995)
   
             698 ORANG PENGUNGSI TIMTIM MENYUSUL NAIK KM DOBONSOLO
                                       
   SURABAYA -- Gelombang pengungsi Timor Timur tahap berikutnya bakal
   menyusul pekan depan. Mereka akan meniggalkan Pulau Timor tanggal 25
   September nanti naik KM Dobonsolo. Pengungsi itu sementara ini berada
   dipenampungan Depsos Kupang, NTT. Mereka kebanyakan para guru, pegawai
   negeri sipil (PNS) serta pedagang yang mengungsi akibat kerusuhan di
   Maliana Kabupaten Bobonaro, Timtim. Jumlah mereka --sebagaimana yang
   tercatat di Kodim Belu, NTT-- mencapai 698 orang.
   
   Mereka, menurut Agus Efendi koordinator pengungsi, tidak bisa
   berangkat bersama-sama, lantaran jatah tiket kapal di PT Pelni Cabang
   Kupang terbatas. Karena itu harus menunggu kapal lain masuk. "Kalau
   tidak ada perubahan tanggal 25 September KM Dobonsolo masuk Kupang,"
   jelas Agus pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bobonaro.
   Agus sudah tinggal di Timtim selama 11 tahun.
   
   Agus dan pengungsi lain, sepakat tidak akan kembali ke Timtim. Jika
   toh kembali, sebatas mengurusi harta benda yang tersisa. Serta
   mengurusi prosedur mutasi. Karena itu, status kepegawaiannya akan
   diurus ke kantor pusat Jakarta. "Kami akan minta mutasi. Jika terpaksa
   tidak dikabulkan, kami minta jaminan keamanan serta perlindungan dari
   ancaman perusuh," jelasnya.
   
   Sementara itu, pengungsi lain yang lebih dulu tiba di Surabaya Senin
   (18/9), kemarin tinggal dua orang yang masih berada di penampungan
   Asrama Haji Sukolilo. Keduanya berasal dari Riau. Sedangkan para
   pengungsi lain telah melanjutkan perjalanan masing-masing. Mereka
   dilepas dengan iringan doa masyarakat Surabaya yang dipimpin oleh
   dilepas oleh Ketua MUI Jatim KH. Misbach.
   
   Sebagian pengungsi diantar ke terminal bus Bungurasih Surabaya serta
   ke Stasium Gubeng. Mereka yang bertujuan ke luar Pulau Jawa diantar ke
   Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka pun diberi bekal perjalanan yang
   dihimpun baik dari Pemda maupun masyarakat.
   
   Menurut koordinator penghimpun dana bantuan bagi pengungsi Timtim itu,
   Tamat Ansyori, hingga kemarin terkumpul Rp 4,5 juta. Untuk pengungsi
   yang bertujuan sekitar Jawa Timur setiap orang memperoleh Rp 15 ribu.
   Wilayah Jateng Rp 30 ribu dan Jabar Rp 45 ribu, Sedang untuk wilayah
   luar Pulau Jawa Rp 70 ribu. "Sisa dana yang sudah terkumpul
   dipersiapkan untuk pengungsi yang seminggu lagi kabarnya akan tiba di
   Surabaya," kata Tamat pada Republika, kemarin.
   
   Sementara bantuan masyarakat Jawa Timur, terus mengalir. Diantaranya
   dari Pesantren Persis Bangil, Gresik, Remaja Masjid Mujahiddin serta
   perguruan Ta'miriyah Surabaya. Bahkan ada beberapa warga Timtim yang
   telah mapan hidupnya di Surabaya, datang membezuk serta menyumbang
   dana.
   
   Gubernur Jatim Basofi Sudirman meminta pada jajarannya agar
   memperhatikan kedatangan pengungsi Timtim. Mereka harus dilayani
   sebaik-baiknya serta dibantu perjalanan sampai ke tempat tujuan.
   Basofi tidak ingin pengungsi yang akan tiba di Surabaya nanti telantar
   lagi. "Saya sudah intruksikan supaya mereka diopeni --dibantu. Kalau
   benar ada yang datang lagi langsung kita tampung. Pokoknya jangan
   sampai telantar," tegasnya.
   
   Di Jakarta, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di
   Indonesia (MPH-PGI) juga telah mengeluarkan tanggapan atas kerusuhan
   Timtim tersebut. Dalam siaran persnya, MPH-PGI menyatakan rasa
   prihatinnya. "MPH-PGI mendukung serta mendoakan semua upaya pemerintah
   untuk menyelesaikan peristiwa Timtim ini dalam kerangka penanganan
   seluruh masalah Timtim secara multi dimensi," demikian siaran pers
   tersebut. esa