IN: KSPPM - Pelanggaran HAM di Gere

From: apakabar@clark.net
Date: Thu Oct 12 1995 - 16:57:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Subject: IN: KSPPM - Pelanggaran HAM di Gereja HKBP Masih Terus

To: apakabar@clark.net
Subject: Pelanggaran HAM di Gereja HKBP
From: "SYSTEM 0PERATOR" <system@ksppm.nusa.or.id>
Date: Thu, 12 Oct 95 16:23:07 WIB
Organization: STUDY GROUP FOR THE DEVELOPMENT OF PEOPLE'S INITIATIVE

              Pelanggaran HAM di Gereja HKBP Masih Terus

Kemarin malam, saya menonton video dokumenter penangkapan puluhan
preman laki-laki dan perempuan yang hendak merebut gedung gereja HKBP
Sukajadi, Pekanbaru, tanggal 26 Juni 1995. Sungguh mengerikan. Dari
bus umum merek Suri Indah, oleh aparat keamanan setempat di sita
puluhan alat-alat pemukul dan pembunuh: pentungan, clurit, pisau,
bahkan ada sammurai. Para preman adalah suruhan seorang pengusaha yang
juga preman dari Labuhan Batu Sumatera Utara.

Kita berterima kasih kepada aparat keamanan, yang tidak saja hanya
mencegah pencaplokan gedung gereja, tetapi juga merekam peristiwa itu
dengan camera video. Untuk dokumentasi dan penyadaran warga gereja,
sangat bagus media audio visual semacam ini. Dan, rekaman itulah yang saya saksikan kemarin,
tentu setelah diedit di sana sini supaya bagus "jalan ceritanya". Ada
pengantar dari warga jemaat HKBP Sukajadi, yang menceritakan
kronologis seluruh peristiwa upaya-upaya perampasan gedung gereja
tersebut oleh pihak-pihak pengacau gereja.

Memang sudah agak terlambar berita ini, tetapi saya hendak menyatakan
sesungguhnya pelanggaran Hak Asasi Manusia warga HKBP yang konsisten
terhadap aturan dan peraturan organisasi gerejanya masih terus
berlangsung.

Minggu lalu, kelompok SAI Tiara (Sinode Agung Istimewa) di Hotel Tiara
pimpinan DR. PWT SImanjuntak dan DR. Sountilon Siahaan
menyelenggarakan Rapat Pendeta mereka di Jakarta. Rapat pendeta secara
sepihak dan eksklusif di kalangan mereka itu dibuka oleh Menteri Agama
RI, dokter Tarmizi Thaher. Kepada wartawan sang menteri mengatakan
lebih kurang "hanya ada soal-soal kecil yang belum selesai". Di
samping menteri yang sedang memberi keterangan pers, berdirilah si PWT
Simanjuntak, yang menyatakan dirinya "ephorus hakabepe" yang dipilih
pada dan oleh SAI itu. Soal kecil apa? Nyawa manusia sudah berjatuhan akibat kecongkakan segelintir pendeta-pendeta
yang dengan kotbahnya menyuarakan KASIH, tetapi dalam tindakan
membunuh sesamanya manusia pun tega, jika orang itu tidak patuh
kepadanya. Pendeta macam apa itu? Pembunuhan kok dibilang soal kecil.
Perampasan gedung gereja. Melarang warga HKBP pergi melakukan ibadah
di tempat-tempat darurat. Mengancam warga yang pegawai negeri akan
dipecat jika tidak tunduk ke SAI Tiara. Menteror warga HKBP sebagai
melawan pemerintah dan sebagainya dan lain-lain.

Hal sepelekah itu?.
Itulah salah satu pelanggaran HAM yang paling berat: yaitu hak asasi
memeluk sesuatu agama dan melakukan ibadah sesuai ajaran agama yang
dianut itu.

Saya kira kita harus terus menyuarakan hal ini. Sampai pada suatu saat
pelanggaran itu dihentikan sama sekali. Pembenaran tindakan kekerasan
di lingkungan agama (dalam hal ini Gereja HKBP) tidak bisa
dibenarkanm, baik oleh hukum agama yang bersangkutan maupun hukum
negara. Tetapi anehnya, para pejabat negara seolah tidak mengetahui
peristiwa demi peristiwa pelanggaran HAM tersebut.

Terima kasih!

Seorang warga HKBP

______________________________________
[Originated from NusaNet <nusa.or.id>]