IN: RPK - Mobil KH Nur Muhammad Isk

From: apakabar@access.digex.net
Date: Mon Dec 04 1995 - 17:02:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@access.digex.net>
Subject: IN: RPK - Mobil KH Nur Muhammad Iskandar Ditembak

   Republika Online [LINK] [ISMAP] Senin, 4 Desember 1995
   
                    MOBIL KH NUR MUHAMMAD ISKANDAR DITEMBAK
                                       
   
   JAKARTA -- Mobil Pajero nomor Pol B 1 XZ yang ditumpangi pemimpin
   Pesantren Asshidiqiah, KH Nur Muhammad Iskandar SQ, ditembak orang tak
   dikenal Kamis malam lalu. Tembakan terjadi sebanyak dua kali, pada
   pukul 21.00 malam itu.
   
   Insiden terjadi di Jalan Tol Jakarta - Merak, antara Tangerang dan
   Karawaci. Saat itu, K.H. Nur Muhammad Iskandar sedang dalam perjalanan
   dari kediamannya di Pesantren Asshidiqiah, Jalan Batuceper, Tangerang
   menuju ke Pasar Kamis, Tangerang, untuk memberikan ceramah Isra'
   Mi'raj Nabi Muhammad SAW di tempat itu.
   
   Ketika peristiwa itu terjadi, K.H. Nur Muhammad Iskandar duduk di
   bagian belakang, diapit oleh dua orang alumnus Pesantren Asshidiqiah
   yang menjadi pengundang gurunya untuk acara tersebut. Selain mereka
   bertiga -- di luar sopir, masih ada lagi dua orang alumnus Pondok
   Pesantren Ashshidiqiah dalam mobil sejenis jip mewah itu.
   
   Sopir mobil itu, Hasyim Ashari Kurniawan (21), maupun istri K.H. Nur
   Iskandar membenarkan peristiwa yang menimpa kyai kondang yang berusia
   40 tahun ini. Kepada Republika semalam, Hasyim menceritakan bahwa
   tembakan terjadi sebanyak dua kali. Tembakan pertama menerpa kaca
   spion sebelah kanan hingga kacanya berhancuran. Tembakan kedua menerpa
   tepi kaca depan mobil.
   
   Melihat bahaya dan ancaman tembakan tersebut, Hasyim -- yang tidak mau
   mengambil risiko -- menancapkan gas lebih dalam lagi. Akhirnya mobil
   melaju dengan kecepatan lebih kencang, dengan tujuan Pasar Kamis,
   Tangerang. Malam itu kaum muslimin di tempat tersebut menyelenggarakan
   peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi. K.H. Nur Iskandar sendiri, seperti
   dituturkan Hasyim, sekalipun agak kaget, tapi bertekad untuk tetap
   menghadiri dan memberikan ceramah pada peringatan Isra' Mi'raj
   tersebut.
   
   Hingga Ahad malam, wartawan Republika belum berhasil menemui pemimpin
   pondok yang memimpin doa SDSB di depan gedung DPR beberapa waktu lalu.
   Menurut pihak keluarganya, Pak Kyai kini tengah beristirahat.
   
   Sejauh ini peristiwa tersebut tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian
   oleh pihak keluarga pemimpin pesantren Ashshidiqiah. Ketika Republika
   menanyakan hal tersebut ke kepolisian setempat, petugas di sana justru
   mengaku baru mendengar berita itu. Petugas lalu mengatakan, mereka
   akan meminta informasi dari keluarga K.H. Nur Iskandar. Tapi hingga
   Ahad malam, pihak kepolisian belum juga berhasil menghubungi keluarga
   pemimpin pesantren yang pada awal 1994 pernah jadi tuan rumah Munas
   Rabithah Ma'hadil Islamiah (RNI) yang dihadiri oleh Presiden Soeharto
   ini. teg/uba