IN: KMP - Edi: Masyarakat Kehilanga

From: apakabar@access.digex.net
Date: Mon Jan 01 1996 - 10:36:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@access.digex.net>
Subject: IN: KMP - Edi: Masyarakat Kehilangan Kesabaran

   (Kompas - Sabtu, 30 Desember 1995)
   
Menhankam:
Ada Kecenderungan Masyarakat Semakin Mudah Kehilangan Kesabaran
   
   Jakarta, Kompas
   
   Menhankam Edi Sudradjat mengemukakan, berdasarkan pengamatan pihaknya,
   akhir-akhir ini ada kecenderungan masyarakat semakin mudah kehilangan
   kesabaran. Bentuk pelampiasan dari ketidaksabaran dan sumber dari
   ketidaksabaran itu juga bermacam-macam. Namun demikian, dari berbagai
   kasus yang ada dapat diketahui bahwa gejala kehilangan kesabaran tadi
   hanyalah merupakan akibat dari satu kebuntuan penalaran. "Mereka tidak
   tahu lagi ke mana dan bagaimana menyelesaikan permasalahan yang mereka
   hadapi," tutur Menhankam dalam ceramahnya pada keluarga besar Pondok
   Pesantren Darussalamah di Way Jepara, Lampung Tengah hari Jumat
   (29/12).
   
   Berkaitan dengan itu, kata Menhankam lagi, masyarakat khususnya Pondok
   Pesantren berikut ulama dan santri-santrinya, mau berperan secara
   efektif menyelesaikan empat hal sekaligus. Pertama, membina rakyat
   agar lebih tawakal di dalam keadaan apa pun. Kedua, membantu
   menyuarakan kepentingan rakyat, khususnya penderitaan yang mereka
   alami. Ketiga, mengikis habis tangan-tangan jahil yang berusaha
   memperkeruh situasi. Dan keempat, menggalang upaya pemberdayaan
   masyarakat yang berada dalam lingkungan masing-masing.
   
   Bagaimanapun, sambung Menhankam, kondisi masyarakat tadi mau tidak mau
   harus ditangani secara serius. Sebab, dalam keadaan seperti itu
   situasi menjadi sangat rawan dan mudah dimanipulasikan oleh siapa saja
   yang ingin mengambil keuntungan ekonomis maupun politis.
   
  Paternalistik
  
   
   
   Menhankam pada kesempatan itu juga menekankan, hingga saat ini bahkan
   sampai dengan PJP II, ciri paternalistik dari masyarakat Indonesia
   terutama yang berada di pedesaan, masih akan tetap berlangsung. Karena
   itu, peranan dari para pemimpin informal, antara lain para pemuda
   agama, masih akan cukup menentukan di dalam memberi warna pada
   dinamika kehidupan rakyat.
   
   Bila ada masalah sosial yang berasal dari kebuntuan penalaran
   masyarakat, tambah jenderal purnawirawan berbintang empat tersebut,
   sudah tentu diperlukan derajat ketawakalan yang tinggi untuk
   menangkalnya, sehingga kebuntuan penalaran tidak meledak menjadi
   hal-hal yang tidak diinginkan.
   
   Sehubungan dengan itu, sangat diharapkan apabila ketawakalan dapat
   diwujudkan dalam bentuk pengendalian diri yang baik. Apakah oleh
   masyarakat maupun setiap pribadi anggota masyarakat. (fan)
     _________________________________________________________________