IN: INDOEMBDC - News 22-Jan-96

From: apakabar@access.digex.net
Date: Mon Jan 22 1996 - 09:15:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@access.digex.net>

From: Embassy of Indonesia <indonsia@DGS.DGSYS.COM>

        HARI/TANGGAL : SENIN, 22 JANUARI 1966
        SUMBER : KANTOR BERITA ANTARA
        EDISI : I (SATU)
        ==========================================

        NASIONAL
        ========

        TUJUH WNA KORBAN KMP "GURITA" DITEMUKAN, LIMA SELAMAT DAN DUA
        TEWAS

             Banda Aceh, - Lima dari 12 warga negara asing (WNA) penum-
        pang KMP "Gurita" yang tenggelam di perairan Sabang, propinsi
        Aceh, ditemukan selamat dan dua lainnya ditemukan tewas.
            Petugas Posko Polres Sabang, Serda Pol. Bambang, ketika
        dihubungi ANTARA melalui telepon Minggu siang mengungkapkan bahwa
        lima WNA yang selamat itu kini dirawat di Rumahsakit TNI Angkatan
        Laut Sabang.
            Warga asing yang diselamatkan petugas pencari dan penolong
        (SAR) itu masing-masing bernama Steven dan Caroline (WN Inggris),
        Margaretha (AS), Pieter Bremen (39) asal Jerman dan Wang Sung
        (Thailand).
            Sedang dua korban asing yang ditemukan tewas masing-masing
        bernama kecil Margareta (32) asal Irlandia dan Manuel (34) asal
        Jerman.
            Sabang (Pulau Weh) selama ini banyak dikunjungi wisatawan
        asing untuk menikmati keindahan taman laut Rubiah serta keaneka-
        ragaman flora dan fauna hutan wisata Iboih. Pulau Weh terletak di
        ujung barat wilayah Indonesia, berhadapan dengan Samudera Hindia
        dan Laut Andaman yang terkenal ombaknya besar dan arusnya deras.
            KMP "Gurita" yang membawa penumpang terdaftar 210 orang Jumat
        malam tenggelam di perairan Sabang dalam pelayaran dari pelabuhan
        Malahayati (Banda Aceh) ke pelabuhan Balohan (Sabang).
            Menurut dugaan sementara, faktor yang mengakibatkan kapal itu
        tenggelam adalah muatan yang berlebih dan berlayar di tengah
        ombak besar. KMP "Gurita" sendiri termasuk kapal tua (dibuat
        tahun 1970) yang dioperasikan PT ASDP, salahsatu BUMN di ling-
        kungan Dephub.
            Wartawan ANTARA melaporkan, para korban yang ditemukan hingga
        Minggu sore pukul 15.40 WIB berjumlah 92 orang, terdiri atas 41
        orang selamat dan 51 tewas termasuk nakhoda KMP "Gurita", Zaini
        Jambek.
            Sebagian mayat korban telah diserahkan kepada keluarga mas-
        ing-masing di Sabang maupun di Banda Aceh.
            KMP "Gurita" pada hari nahas itu mengangkut 210 penumpang, 16
        anak buah kapal (ABK), 19 kendaraan roda dua, 13 roda empat,
        sekitar 80 ton semen dan 14 ton bahan kebutuhan untuk persediaan
        puasa Ramadhan 1996.
            Muatan sebanyak itu dinilai oleh pejabat Dephub terlampau
        berat bagi ukuran kapal penyeberangan berusia 26 tahun itu.
            Jarak dari pelabuhan Malahayati ke pelabuhan Balohan sekitar
        18 mil laut, biasa ditempuh oleh KMP "Gurita" dalam waktu dua
        jam.
            Kapal buatan Jepang yang melayani jalur Malahayati-Balohan
        sejak Juli 1987 itu tenggelam Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB
        di perairan Ujung Seureke, sekitar 3 atau 4 mil laut dari dermaga
        pelabuhan Balohan Sabang, yang kedalamannya antara 296 sampai 384
        meter.
                                Tujuh hari pencarian
            Komandan Pangkalan TNI-AL Sabang, Letkol (Laut) Fikri Samaf
        Guciano, kepada Menteri Perhubungan Haryanto Dhanutirto di Banda
        Aceh Sabtu malam mengatakan bahwa usaha pencarian korban akan
        terus dilakukan.
            Menhub yang didampingi Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud dan
        Pangdam I/BB Mayjen TNI Sedaryanto mengharapkan agar selama tujuh
        hari sejak peristiwa itu terjadi terus dilakukan pencarian terha-
        dap sisa korban.
            Selain upaya mencari para penumpang, menurut Menhub juga
        perlu dikirimkan tim investigasi untuk mengetahui penyebab terja-
        dinya musibah itu secara pasti, apakah karena dihantam ombak,
        kena menabrak karang atau masalah kelaikan kapal.

        DEPARTEMEN PERHUBUNGAN SEGERA KIRIM "KMP CUCUT" KE ACEH
            Sabang, - Menteri Perhubungan Ir. Haryanto Dhanutirto ber-
        janji segera mengirim satu unit kapal penumpang ke Aceh untuk
        menanggulangi krisis transportasi laut Banda Aceh - Sabang (Pulau
        Weh) akibat tenggelamnya KMP Gurita Jumat lalu (19/1).
            Kapal pengganti yang akan mengisi jalur pelayaran pelabuhan
        Malahayati/Kruengraya - Balohan (Sabang) adalah KMP Cucut yang
        berkapasitas sekitar 400 penumpang, kata Menhub Haryanto Dhanu-
        tirto ketika meninjau para korban KMP Gurita di Sabang, Minggu.
            Selain kapal pengganti, Dephub juga telah memprogramkan satu
        kapal baru bernama "Sejahtera I" dari Batam untuk melayani arus
        penumpang dan barang jalur Banda Aceh - Sabang.
            Menhub berkunjung ke Sabang bersama Gubernur Aceh Syamsuddin
        Mahmud, Pangdam I/BB Mayjen TNI Sedaryanto, Kapolda Aceh Kol
        (Pol) Drs. A. Hamid Busra, Kasrem 012/TU dan sejumlah pejabat
        tingkat I Aceh lainnya.
            Setelah mendapat penjelasan dari Walikota Sabang Bustari
        Mansur serta Danlanal Sabang Letkol (Laut) Fikri Samaf Guciano,
        Menhub kemudian mengunjungi para korban selama yang tengah dira-
        wat di Rumah Sakit Umum dan RS. Lanal Sabang.
            Atas pertanyaan wartawan Menhub mengatakan, KMP Gurita yang
        mulai mengisi jalur Malahayati/Kruengraya - Balohan Sabang Juli
        1987, dianggap masih laik laut. "Jadi kapal tersebut bukan kapal
        tua, dan itu tergantung dari pemeliharaannya," katanya.
            Dalam kesempatan itu, Menteri juga menjelaskan bahwa tengge-
        lamnya KMP Gurita bukan akibat kelebihan muatan.
            "Dalam keadaan tertentu kapal penumpang dibolehkan memuat
        muatan lebih sekitar 20 persen, bahkan kadang-kadang pada waktu
        menjelang lebaran dibolehkan lebih sampai 50 persen," katanya
        sambil menambahkan khusus untuk kapal-kapal Pelni.
            Kapal-kapal Pelni muatannya 1.000 sampai 2.000 penumpang,
        tetapi kadang-kadang dibolehkan mengangkut kelebihan antara 250
        sampai 500 penumpang.
            Dalam kunjungan tersebut Menhub atas nama pemerintah juga
        menyatakan rasa prihatin atas musibah KM Gurita yang membawa 210
        penumpang dan 16 ABK dalam pelayaran dari pelabuhan
        Malahayati/Kruengraya menuju Balohan Sabang.
            "Ini namanya kecelakaan, saya menyampaikan rasa prihatin dan
        belasungkawa yang sangat dalam," katanya.
            Ia juga berjanji akan mengurus hak-hak para korban dalam
        batas-batas kewajaran dan kemampuan yang ada, misalnya asuransi
        kesehatan, biaya penguburan dan biaya perawatan.

        IBUNDA ISABEL GAILHOS RINDUKAN ANAKNYA KEMBALI KE TIMTIM
            Dili, 21/1 (ANTARA) - Ibunda Isabel Gailhos, yakni Teresa
        Gailhos, beserta sanak keluarganya yang lain, sangat merindukan
        anaknya yang kini berada di Kanada agar kembali pulang ke propin-
        si Timor Timur (Timtim) dan berkumpul bersama saudaranya yang
        lain.
            "Kalau ditanya apakah saya rindu kepada dia (Isabel Gailhos
        -red.), sebagai ibu kandungnya jelas saya rindu dan ingin berte-
        mu," ujar Ny. Teresa Gailhos di Dili Sabtu.
            Hal itu diutarakannya ketika mendapat kunjungan Duta Besar
        (Dubes) RI untuk Kanada, Benyamin Parwoto di kediaman orang tua
        Isabel Gailhos di kawasan desa Bidau Kecamatan Dili timur.
            Isabel Gailhos adalah mantan mahasiswa FKIP jurusan bahasa
        Inggris di Universitas Timor Timur (Untim) yang sekitar Maret
        1994 setelah terpilih menjadi mahasiswa pertukaran RI-Kanada
        tidak kembali ke kampung halamannya lagi dan meninggalkan ibu
        serta keluarganya.
            Menurut Dubes Benyamin Parwoto yang didampingi stafnya M.
        Achsan Djunaedi, Isabel Gailhos sebenarnya adalah mahasiswi yang
        pandai dan cerdas, namun disayangkan karena masih muda akhirnya
        dipengaruhi kelompok-kelompok tertentu di negara itu.
            Menurut Achsan, di Kanada ada kelompok yang bernama East
        Timor Alert Network (ETAN) yang dipimpin warga Kanada bernama
        Garry Pieter yang selalu menyerang kebijaksanaan yang dilakukan
        pemerintah Indonesia.
            "Kelompok itulah yang berhasil mempengaruhi Isabel Gailhos
        sehingga akhirnya terpengaruh dan malahan ikut menjadi aktivis
        anti Indonesia dengan memberikan informasi yang tidak benar
        termasuk kondisi di Timtim," ujarnya.
            Padahal semua itu tidak benar sesuai pengakuan ibu maupun
        keluarganya yang lain karena hingga saat ini tidak ada tindakan-
        tindakan yang dituduhkan itu.

                            Agar dinasehati
            Kepada Ny. Teresa Gailhos yang menjadi guru di SD Tualaran di
        desa Vilaverde Dili barat itu, Dubes Benyamin Parwoto menjelaskan
        bahwa keadaan Isabel di Kanada sejauh yang diketahuinya dalam
        keadaan baik dan sehat-sehat.
            "Bahkan dalam berbagai kesempatan kita bisa saling ketemu,"
        ujarnya.
            Ny. Teresa Gailhos sendiri, ketika diminta apa harapan dan
        pesannya kepada anaknya yang kini berada di Kanada, menyatakan
        bahwa pihak keluarga selalu merindukan Isabel untuk kembali ke
        keluarganya di Timtim dan semua keluarga siap untuk menerima
        kembali putrinya tersebut.
            "Pesan saya kepada Bapak (Dubes Benyamin Parwoto - red.)
        kalau ketemu tolong diberi nasehat yang baik, dan kami keluarga-
        nya siap menerima bila Isabel ingin pulang ke Timtim," ujarnya.
            Dubes RI untuk Kanada itu selama dua hari kunjungannya ke
        provinsi termuda ini sejak Jumat (19/1) telah bertemu dengan
        beberapa tokoh setempat di antaranya Wagub Johanes Haribowo,
        Uskup Mgr. Carlos Filipe Ximenes Belo, Ketua DPRD Tk I Timtim
        Antonio Freitas Parada serta anggota DPRD Tk I lainnya, Manuel
        Carrascalao.

        LSM DI LUAR NEGERI DISINYALIR BANTU KEGIATAN GPK IRJA
          Jayapura, - Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di luar
        negeri disinyalir membantu kegiatan gerombolan pengacau keamanan
        (GPK) yang sering menteror masyarakat di perbatasan Irian Jaya
        dan Papua Nugini.
            Konsul Muda RI di Vanimo, Supeno Said, kepada ANTARA di
        Jayapura hari Minggu mengatakan, LSM-LSM itu membantu GPK setelah
        sebelumnya anggota GPK memberikan "proposal kegiatan di bidang
        peternakan dan pertanian".
            Namun, setelah dana itu disalurkan melalui bank yang ada di
        PNG, ternyata uang tersebut tidak digunakan sesuai proposal yang
        diajukan, melainkan digunakan untuk kegiatan teror.
            "Dengan dana itulah GPK membiayai seluruh kegiatan yang akan
        mereka lakukan serta membeli berbagai jenis senjata," kata Supeno
        tanpa menyebutkan nama-nama LSM yang membantu kegiatan GPK terse-
        but.
            Dikatakannya, selain mengandalkan bantuan dari LSM, GPK juga
        berusaha merampas senjata milik ABRI, misalnya peristiwa di
        Batom, Kabupaten Merauke, dimana GPK berhasil memperoleh sepucuk
        senjata M-16.
            Karena itulah, katanya, saat ini GPK cukup banyak memiliki
        senjata dari berbagai jenis.
            Menurut Supeno Said, jenis senjata yang dimiliki kelompok GPK
        pimpinan Mathias Wenda-Hans Bonay terdiri atas lima pucuk M-16,
        LMG/RPD, dua pistol jenis Glock, dua pucuk "Engle Loop", dan lima
        buahgranat serta beberapa pucuk senjata rakitan.
            Kelompok Wenda-Bonay itu sendiri diperkirakan memiliki anggo-
        ta sekitar 80 orang dan kelompok merekalah yang melakukan pen-
        yanderaan terhadap dua pelajar Arso, Kecamatan Arso, Kabupaten
        Jayapura, 22 Nopember 1995.
            Sedangkan senjata yang dimiliki kelompok GPK di luar kelompok
        Mathias-Hans belum diketahui secara pasti, demikian Supeno Said.

        KAPENDAM: JAWABAN ULTIMATUM AKAN DIPEROLEH ABRI SENIN PAGI

            Jayapura, 21/1 (ANTARA) - Pihak ABRI, yang sedang berusaha
        membebaskan tim peneliti Lorentz 95 yang disandera gerombolan
        pengacau keamanan (GPK) Irian Jaya, akan memperoleh jawaban dari
        GPK atas ultimatumnya pada Senin pagi (22/1), kata seorang peja-
        bat militer. t.
            Kepala Penerangan Kodam VIII/Trikora, Letkol Inf. Maulud
        Hidayat, mengungkapkan kepada pers di Jayapura Minggu malam bahwa
        jawaban GPK atas ultimatum batas waktu pembebasan sandera itu
        akan disampaikan tiga tokoh agama yang menjadi mediator langsung
        di Desa Mapanduma, bila cuaca tidak mengganggu penerbangan mere-
        ka.
            Tiga tokoh agama itu masing-masing ketua sinode gereja Kemah
        Injil Indonesia Pendeta Yohanes Gobbay, ketua misionaris Kristen
        Irja Pendeta Paul Borkad dan misionaris Andrian van der Bijl.
        Mereka telah disetujui GPK menjadi mediator, untuk mengambil
        jawaban ultimatum batas waktu penyelesaian sandera itu.
            Tiga tokoh agama itu, menurut rencana, akan diberangkatkan
        oleh pihak ABRI dengan menggunakan pesawat helikopter Airfast
        dari Wamena ke Desa Mapanduma hari Senin sekitar pukul 05.00 WIT
        dan diharapkan sudah kembali ke Wamena siang harinya.
            Maulud mengatakan, hingga saat ini tidak ada penjelasan resmi
        dari Pangdam VIII/Trikora, Mayjen TNI Dunidja, selaku Panglima
        Komando Pembebasan Sandera tetapi ia menegaskan kembali bahwa
        batas waktu pembebasan sandera yang ditetapkan paling lambat hari
        Minggu (21/1), diundurkan sampai Senin (22/1).
            Dijelaskannya, setelah ultimatum batas waktu disampaikan Paul
        Borkad dan Andrian van der Bijl kepada pihak GPK Jumat (19/1)
        pagi, pihak GPK kemudian minta persetujuan pihak Komando untuk
        memberikan jawaban pada hari Senin.
            Karena ABRI masih bertahan pada komitmen semula bahwa penye-
        lesaian masalah penyanderaan ini diadakan dengan cara persuasif,
        maka permintaan GPK itu disetujui, kata Maulud.
            "Mudah-mudahan jawaban yang akan diberikan pihak GPK merupa-
        kan jawaban positif seperti yang diharapkan Mayjen Dunidja,
        hingga masalah ini dapat diselesaikan secara selamat sesuai
        keinginan ABRI," kata jubir Kodam VIII/Trikora itu.

        WARGA ASING KORBAN KMP GURITA KINI DI BANDA ACEH
            Sabang, - Empat warga negara asing yang selamat dan dua
        lainnya yang tewas dalam peristiwa tenggelamnya KMP Gurita di
        perairan Sabang, Minggu sore telah dibawa ke ibukota propinsi DI
        Aceh, Banda Aceh.
            Sedangkan seorang WNA lain bernama Wangsung asal Taiwan,
        bukan Thailand sebagaimana diberitakan sebelumnya, kini dirawat
        di RS TNI-AL Sabang.
            Posko TNI-AL Sabang yang dihubungi ANTARA Minggu malam menje-
        laskan, nama warga negara asing yang tewas adalah Manuell Hel-
        smith (34) dari Jerman dan Margaret (32) asal Irlandia. Kini
        kedua jenazah itu disemayamkan di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh.
            Sedang empat warga negara asing yang selamat adalah Margare-
        tha Grotty (AS), Pieter Bremen (Jerman), Steven Nicholson dan
        Caroline Hansen (suami istri asal Inggris). Keempat WNA yang
        selamat ini Minggu malam menginap di Wisma Lamprit, Banda Aceh
        atas tanggungan Kantor Imigrasi Banda Aceh.
            Karena dalam manifes kapal terdapat 12 nama WNA berarti masih
        ada lima orang asing lainnya yang belum ditemukan dan diketahui
        nasibnya.
            Usaha pencarian para korban KMP Gurita, yang tenggelam Jumat
        malam, hingga Minggu sore masih tetap dilakukan tim SAR yang
        dikoordinasikan oleh pihak pangkalan TNI-AL Sabang, dibantu oleh
        puluhan perahu nelayan setempat yang secara sukarela melaut untuk
        mencari para korban meskipun gelombang besar.
            Pihak Lanal Sabang mengerahkan sebuah Kapal Keamanan Laut
        (Kamla), dua kapal tanker dan sebuah pesawat jenis Nomad.
            Ketika KMP Gurita tenggelam Jumat malam (19/1) sekitar pukul
        20.30 WIB dalam pelayaran dari pelabuhan Malahayati ke Balohan
        Sabang membawa 210 penumpang, 16 ABK, 19 sepeda motor, 13 mobil,
        80 ton semen, serta 14 ton barang dagangan untuk keperluan puasa.
            Hingga Minggu sore (21/1), Posko Sabang mencatat penemuan
        korban 92 orang terdiri 41 penumpang selamat dan 51 tewas.

        TIGA MENINGGAL AKIBAT TABRAKAN SEPEDA MOTOR

            Sumenep, 21/1 (ANTARA)- Tabrakan maut antara dua sepeda motor
        terjadi di jalan raya Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten
        Sumenep, Madura, Minggu sekitar pukul 15.30 WIB yang mengakibat-
        kan tiga orang meninggal dan seorang luka berat.
            Menurut keterangan saksi mata warga sekitar kejadian, kecela-
        kaan terjadi saat sepeda motor Yamaha RX King No Pol M 7007 FC
        warna hitam dikendarai Moh Agus (33) berboncengan dengan Moeljadi
        (54), melaju cukup kencang dari arah timur hendak mendahului
        sebuah truk.
            Saat bersamaan, dari arah berlawanan meluncur cukup kencang
        Yamaha Force One No Pol L 8251 FD warna hitam dikendarai Edy
        Nurul Wicaksono (29) berboncengan dengan Miftahani (22).
            Akibatnya, kedua pengemudi sepeda motor tersebut tidak bisa
        menguasai keadaan hingga terjadilah tabrakan maut yang merenggut
        tiga nyawa sekaligus saat itu juga.
            Mereka yang meninggal adalah Edy Nurul asal Jember, karyawan
        bagian program SCTV Surabaya, Moh Agus dan Moh Moeljadi, keduanya
        warga Jl. Veteran Pamekasan, Madura.
            Sedangkan Miftahani, warga Jl. Johar III/2 Surabaya, mengala-
        mi luka cukup parah dan dirawat di RSUD Sumenep.
            Polres Sumenep memperoleh ketarangan dari Miftahani bahwa
        kepergiannya ke Madura dari Surabaya bertujuan mencari obat-
        obatan tradisional khas Madura, sebagai obat untuk ibunya Edy
        yang sedang sakit parah.
            "Namanya juga takdir dan lagi sial, maksud hati ingin meno-
        long jiwa ibunya yang sakit parah, malah dia (Edy - red.) mening-
        gal duluan," ucap seorang petugas Polres Sumenep.
            Usai visum di RSUD Sumenep, jenarah ketiga korban jiwa terse-
        but langsung dibawa oleh keluarga masing-masing untuk dikebumi-
        kan.

        INTERNATIONAL NEWS
        ==================

        INTERNATIONAL OBSERVERS SAY PALESTINIAN ELECTIONS WERE FAIR
            Ramallah, West Bank, Jan 21 (ANTARA/AFP) - International
        observers declared Sunday that the historic Palestinian elec-
        tions of a president and self-rule council were an "accurate
        expression of the will of the voters."
            In a joint statement, the European Union and heads of other
        observer delegations said they had reached the conclusion that
        Saturday's elections in the Gaza Strip, West Bank and east
        Jerusalem "can reasonably be regarded as an accuarate expression
        of the will of the voters on polling day."
            It said the heads of the observer delegations "congratulate
        the Palestinian people on the notable achievement."
            The statement said that after careful deliberation, monitors
        decided the elections were fair "when judged against interna-
        tionally accepted standards and after weighing in the balance
        some deficiencies which have been noted over the period of
        observation."
            The group also noted the "good turnout of voters," which
        election officials said stood at 75 percent in the West Bank and
        93 percent in the Gaza Strip, although only 35 percent of voters
        turned out in Israeli-annexed east Jerusalem.
            According to preliminary results, PLO leader Yasser Arafat
        won the presidential election with 85 percent of the vote.
        Members of his Fatah movement and independent supporters of his
        peace efforts with Israel appeared to have won the lion's share
        of seats in the 88-member self-rule council.

        PHILIPPINES LEADER RALLIES SUPPORT ON TERRORISM LAW

            Manila, Jan 21 - Embattled Philippine President Fidel Ramos
        on Sunday urged lawmakers to back a bill that would give police
        new powers to combat extremists.
            Leftist groups plan street protests on Monday against the
        anti-terrorism bill that would allow police to tap telephones,
        make arrests without warrants and peruse bank acounts.
            Ramos, in the text of a speech for delivery to a meeting of
        ruling party lawmakers on Sunday evening, called on them to help
        defuse public fears that he was steering the country back to the
        authoritarian rule of the late president Ferdinand Marcos.
            "There are so many doomsayers moving around, catering to the
        transitory anxieties...of our people, painting darkness all over
        the land, and poisoning the minds of the citizenry with dire
        predictions of failure," he said, according to legislators.
            "Let us all join hands in exorcising the bugaboos and imag-
        ined phantoms in the public mind."
            Ramos' popularity has dropped to an all-time low and his
        public acceptance rating is reported to have plummeted.
            He said on Friday that talk that he planned to impose mar-
        tial law was "preposterous and, worse yet, irresponsible", and
        he would "continue to protect and defend" civil liberties.
            The caucus of 130 ruling party congressmen was held on the
        eve of the reopening of the Congress, which will debate the bill
        as well as a tax measure that has aroused strong opposition.
            The administration is proposing amendments to its 10 percent
        value added tax law to allow more exemptions and quell public
        demands for the suspension or outright repeal of the tax, de-
        signed to raise at least an extra $340 million a year.
            Legislators said Ramos called on the caucus to rally support
        in the face of intense media and opposition attacks, urging them
        to promote "agreed party programmes".
            Presidential chief of staff Ruben Torres told the caucus:
        "It is your solemn duty to make sure that administration meas-
        ures are acted upon expeditiously...the sooner the better."
            Analyst Amando Doronila said the anti-terrorism bill had
        polarised Filipinos and imperilled the economic agenda.
            "And it has...resurrected memories of the failed dictator-
        ship of Ferdinand Marcos," Doronila said on Sunday in an article
        in the Philippine Daily Inquirer newspaper.
            The extremist threat is "a phony spectre" and the proposed
        law "will put in the hands of police powers that can be used to
        curb citizens' political rights", he said.

        MENTAMBEN: PERLUASAN PABRIK FERONIKEL TERHAMBAT LISTRIK

            Jakarta, - Menteri Pertambangan dan Energi IB Sudjana menga-
        takan perluasan pabrik feronikel di Unit Pertambangan Nikel
        Pomalaa, Sultra, sangat mendesak untuk meningkatkan ekspor, namun
        pengembangannya menghadapi hambatan pengadaan listrik.
            Potensi penambangan untuk bahan baku dan pemasaran feronikel
        ke luar negeri cukup baik terutama ke Jepang dan negara Asia
        lainnya, kata menteri kepada pers seusai meninjau pabrik di Unit
        Pertambangan Nikel Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sultra, Sabtu.
            Sungai Oko-oko, Komoro dan sungai Huko-huko merupakan tiga
        sungai yang mengalir dalam konsesi Aneka Tambang dan selalu
        berair sepanjang tahun itu dapat diusahakan untuk pembangkit
        listrik tenaga air (PLTA) dengan menghasilkan aliran sekitar 96
        MW.
            Menteri mengatakan pemerintah tidak cukup mempunyai dana
        untuk menggarap proyek PLTA tersebut. Oleh sebab itu perlu ada
        investor swasta berperan serta untuk bisa menggarap proyek terse-
        but atau dari PT Aneka Tambang sendiri.
            "Saya kira banyak investor yang bersedia menggarap proyek
        PLTA di sini," kata menteri. Sebab, listrik yang dihasilkan dari
        PLTA itu nantinya sudah jelas diperlukan untuk perluasan pabrik
        yang ada di sini.
            Menurut hasil penelitian, sungai itu mengalirkan air cukup
        banyak di musim hujan dan berkurang di musim kemarau, oleh sebab
        itu perlu dibuat bendungan untuk bisa mengatur aliran airnya
        supaya bisa menghasilkan listrik sepanjang tahun, kata IB Sudja-
        na.
             Dirut PT Aneka Tambang Darmoko Selamet mengatakan pihaknya
        berupaya memperluas pabrik feronikel di Pomalaa sehingga bisa
        berproduksi sekitar 60.000 ton atau dua kali dari yang ada seka-
        rang pada akhir 1999.
            Prospek penjualan mata dagangan itu ke pasaran ekspor cukup
        bangus, begitu pula masalah harga diperkirakan akan tetap stabil
        hingga tahun 1998 yakni sekitar 370 sen dolar AS per pon.

            Indonesia mengharapkan harga itu tetap bertahan dan tidak
        perlu dinaikkan, kata Darmoko, sebab dengan harga sebesar itu,
        bagi perusahaan yang dipimpinnya sudah bisa memperoleh keuntun-
        gan.
            Ia mengatakan produksi feronikel dari pabrik Pomalaa sebanyak
        10.431 ton tahun 1995 atau 97,5 persen dari sasaran yang ditetap-
        kan. Hasil produksi itu semuanya diekspor.
            Jumlah ekspor itu naik hampir 100 persen dari tahun 1994 yang
        hanya 5.834 ton. Pabrik ini selain memproduksi feronikel juga
        memproduksi bijih nikel.

                         Perhatikan rakyat
            Menteri Ida Bagus Sudjana pada kesempatan itu juga meminta
        kepada pengusaha pertambangan yang ada di tanah air agar ikut
        memperhatikan kondisi perekonomian rakyat di sekitarnya, di
        samping memenuhi kewajibannya kepada pemerintah dengan membayar
        pajak.
            Pabrik Aneka Tambang yang ada perlu mengutamakan tenaga kerja
        di sekitarnya, menyediakan sarana pelatihan kerja agar angkatan
        kerja yang tidak tertampung bisa berusaha mandiri, di samping
        membantu permodalan bagi pengusaha lemah dan koperasi.
            Pengusaha harus mau meningkatkan kondisi perekonomian rakyat
        di sekitarnya, di samping melakukan kewajibannya membayar pajak
        kepada pemerintah, kata menteri, sebab dengan cara itu akan
        mengurangi kesenjangan di masyarakat.
            Unit Pertambangan Nikel Pomalaa dilaporkan membayar pajak
        yang jumlahnya terus meningkat dari Rp2,3 miliar tahun 1992
        menjadi Rp4,1 miliar tahun 1994, dan 1995 diperkirakan mencapai
        Rp5,9 miliar.
            Perusahaan yang menampung 1.932 tenaga kerja itu juga melaku-
        kan penghijauan dengan tanaman jambu mete, kelapa hibrida, mahoni
        melinjo di atas areal yang sudah selesai ditambang

        38 SURVIVORS, 51 DEAD BODIES FOUND AFTER FERRY's SINKING

            Banda Aceh, - Search and rescue parties deployed following
        the sinking Friday night of a ferry boat in waters near Sabang
        island, Saturday picked up 38 survivors including five foreign-
        ers but also found 51 dead bodies, it was reported here late
        Saturday.
            The 32-meter long "KMP Gurita" was on its way from Mala-
        hayati, the port of Krueng Raya in Aceh Besar district, to Sabang
        island, off the nothern-most tip of Sumatra island, carrying 210
        passengers who reportedly included several foreigners.
            According to the report from the post command of the search
        and rescue team in Sabang, the five foreign survivors were iden-
        tified as Steven and Caroline (Britons), Margaret (American),
        Wang Sung (Taiwanese) and Pieter Bremer (German).
            Abdullah Sulaiman, a Transportation Ministry official, said
        the ferry sank in the Balohan Strait after hitting a large rock,
        three to four miles outside Sabang harbour where it was due to
        arrive Friday night.
            A spokesman for the local military command, Colonel Robik
        Mukav, meanwhile said the military had assigned a platoon of
        marines to join the integrated search and rescue operations that
        had been mounted since Friday.
            The chief of Sabang police, Lt Col Rahmat Semedik, his wife
        Yuyu Yuliani and their two teenage sons, were among the ferry's
        passengers and still missing.
            Rescued passengers told stories of how they spent up to seven
        hours shivering in cold water and amidst high waves, clinging to
        floating debris before being rescued by local fishermen in the
        early hours of Saturday, witnesses at Sabang harbour said.
            Five of the rescued passengers, who were taken to the Sabang
        Naval Hospital, were "exhausted, but without serious injuries,"
        according to the head of the hospital, Winarna.
             A spokesman for the Transportation Ministry, Subarkah, told
        ANTARA the ill-fated ferry boat would be replaced by another one
        being built on Batam island.
             The new boat's construction would completed later this year
        and it would have a capacity to transport up to 500 people, he
        said.

        SIX-YEAR OLD BOY MIRACULOUSLY SURVIVES FERRY DISASTER

            Jakarta, Jan 20 (ANTARA) - A six-year old boy was miraculous-
        ly saved after a passenger ferry with 210 people on board cap-
        sized in rough seas off Indonesia's westernmost province of Aceh,
        said Yoseph, one of rescue workers, when contacted by phone.
            He said the boy, gripping a chili bag, was tossed about in
        high seas for more than one hour before being rescued by rescue
        workers who recovered fifty-one bodies on Saturday while at least
        175 others remained missing.
           "The boy, whose name is still unknown, was still consious when
        rescued but after a few moments he collapsed," said Yosep.
            The rescue team and local fishermen keep on searching for
        the remaining victims. The ferry boat carried 210 passengers and
        a crew of 16.

        THOUSANDS CROWDING PORT FOLLOWING SHIP INCIDENT

            Banda Aceh, - Thousands of people from Sabang in the North
        Sumatran island of Weh and Banda Aceh have been crowding the
        ports of Ulee Lheue and Malahayati since Saturday morning to seek
        their family members who were in the Gurita ship that sank last
        Friday.
            Most of the people, men and women, were waiting till late at
        night for any news about their relatives on board the ship.
            Many others thronged the monitoring center for the incident,
        the regional office of the Ministry of Transportation and the
        hospital.
            Search and rescue team picked up on Saturday 38 survivors
        including five foreigners but also found 51 dead bodies.
            The distance between the Malahayati and Balohan ports in
        Sabang is around 18 miles and it usually takes about 120 minutes
        for the Gurita ship to cross it.
            On the day of the incident the ship carried 210 passangers on
        board, 16 crew, 80 tons of cement, 32 motor vehicles and 14 tons
        of building materials for Weh Island.
            Weh Island with more than 24,000 population looks busier now
        after the incident with people from various towns coming to seek
        their relatives.
            Gurita sank after a huge wave hit it at a point between
        Seureuke and Ujung Meduro before the Balohan-Sabang Bay at around
        296-384 meter deep waters around 3 to 4 miles from the Balohan
        pier.

        JAPAN EYEING TO EXPLORE NORTH SUMATRA`S COAL

            Sibolga, N Sumatra, - Some Japanese investors have expressed
        their interest to establish technical cooperation and to invest
        their capital in the coal mining exploration in Hubu village,
        Central Tapanuli, North Sumatra.
            "The possibility of such an investment has been discussed by
        these Japanase investors and the local administration as well as
        local investors," spokesman of the local administration Asmal
        Simanungkalit said on Friday.
            He said a research team has been in the location to study and
        collect information on new material contents.
            Based on a temporary report, coal deposit in the village
        amounted to some 2,000 tones of good quality, he added without
        giving further detail on the Japanese investors.

        LIPI, MISPEC ESTABLISH COOP TO EXPLORE GOLD MINING

            Jakarta - The Indonesian Science Institute (LIPI) has estab-
        lished cooperation with a Canadian mining company, Mispec, and an
        Indonesian company, PT Hunamas Putra Interbuana to explore gold
        mining in south of Jampang, Sukabumi, West Java.
            The memorandum of understanding was signed here on Thursday
        by Ir Suparka of LIPI, Micahel W Kinley of Mispec and John Naing-
        golan of Hutama.
            Based on the cooperation, the three parties will, among
        others, conduct a research, development and feasibility study on
        the proper use of the mineral sources at the location.
            The five-year long cooperation covers a concession of some
        7,700 hectares of land, and 45 percent of the total profit of
        the project will go to the Canadian company, while the other 55
        percent will be for Indonesia.
            Suparka said LIPI has explored some 300 hectares of the land
        since 1972.
            He added the mining activities will be able to produce some
        two tones of gold per year.

        PNG ASSISTS RI IN ATTEMPTS TO FREE TWO STUDENT HOSTAGES

                Jayapura - The government of Papua New Guinea will help
        attempts at freeing the two senior secondary school students held
        captive by the separatist GPK movement in Irian Jaya since Novem-
        ber 22, 1995.
                Indonesian Vice-Consul in Vanimo Supeno Said told ANTARA
        here Sunday that the PNG government statement to that effect has
        been made by Prime Minister Julius Chan through a delegation led

        by Sandaun Province Police Chief Jerry Kera at a meeting with an
        Indonesian delegation headed by RI-PNG border liaison officer Fx.
        Suryanto Sriwardoyo in Jayapura Saturday night.
                He said the PNG delegation also said that PNG police and
        army troops have been ordered to hold GPK members resisting
        arrest and expel them from PNG territory.
                The government of the PNG, bordering with Irian Jaya,
        also decided not to negotiate with the dissidents who have de-
        manded a Rp 34 million ransom.
                Supeno said since Prime Minister Julius Chan issued the
        order the PNG police and military, a joint team has been estab-
        lished between the two PNG security authorities.
                The joint team has even made three attempts to free the
        hostages, but informers in Vanimo managed to alert the dissi-
        dents first.
                The hostages were strongly assumed being held captive in
        Ellis village, Bewani, Sandaun province, some 58 km from Vanimo.
                According to Said, the hostages were in good condition,
        and some time ago through their agent, GPK leader Mathias Wenda,
        contacted the PNG asking for food for the hostages.
                Some of the hostages refused to eat the food offered by
        their captors because they did not like it.
                The PNG government then sent rice, instant noodle, and
        other daily necessities.

                            January 28
                 When asked when the two hostages would be freed, Supeno
        said the Indonesian and PNG delegations agreed at a meeting that
        the two students would be handed over by their captors to the PNG
        authorities on January 28.
                However the PNG government did not wish the handing over
        of the two students by the GPK takes place in the presence of an
        Indonesian government delegate.
                "Leave the release of the hostages to us, we will handle
        it as good as possible," Supeno said quoting PNG delegation
        spokesman Komfusius Ikorere, who is also PNG border director, as
        saying.
                And only then would the PNG government hand the two
        students over to the Indonesian authorities.
                The date and place of the handover from the PNG to Indo-
        nesia have not been set.
                However the PNG government wished that the handing over
        of the two hostages, Marwiyah Abubakar and Muhammad Basyir Kadir,
        does not take place in Vanimo, capital of Sandaun province, nor
        in Jayapura, Irian Jaya's provincial capital
                With regard to the fate of Riyanto, employee of the Road
        Construction Directorate, abducted in Ikcan Baru village, Merauke
        regency, on November 8, 1995, the PNG delegation has no idea of
        his whereabouts.
                Therefore the PNG delegation has asked what the Indone-
        sian authorities planned to do in freeing the hostages in Arso,
        Jayapura regency, or in Ikcan Baru village, Merauke regency.
                The Indonesian delegation said Indonesian security forces
        continued their chase and maintain security in the border area.
        The Indonesian delegation therefore asked the PNG to assist in
        freeding Riyanto, Supeno said.

        KAPENDAM: JAWABAN ULTIMATUM AKAN DIPEROLEH ABRI SENIN PAGI

            Jayapura - Pihak ABRI, yang sedang berusaha membebaskan tim
        peneliti Lorentz 95 yang disandera gerombolan pengacau keamanan
        (GPK) Irian Jaya, akan memperoleh jawaban dari GPK atas ultima-
        tumnya pada Senin pagi (22/1), kata seorang pejabat militer. t.
            Kepala Penerangan Kodam VIII/Trikora, Letkol Inf. Maulud
        Hidayat, mengungkapkan kepada pers di Jayapura Minggu malam bahwa
        jawaban GPK atas ultimatum batas waktu pembebasan sandera itu
        akan disampaikan tiga tokoh agama yang menjadi mediator langsung
        di Desa Mapanduma, bila cuaca tidak mengganggu penerbangan mere-
        ka.
            Tiga tokoh agama itu masing-masing ketua sinode gereja Kemah
        Injil Indonesia Pendeta Yohanes Gobbay, ketua misionaris Kristen
        Irja Pendeta Paul Borkad dan misionaris Andrian van der Bijl.
        Mereka telah disetujui GPK menjadi mediator, untuk mengambil
        jawaban ultimatum batas waktu penyelesaian sandera itu.
            Tiga tokoh agama itu, menurut rencana, akan diberangkatkan
        oleh pihak ABRI dengan menggunakan pesawat helikopter Airfast
        dari Wamena ke Desa Mapanduma hari Senin sekitar pukul 05.00 WIT
        dan diharapkan sudah kembali ke Wamena siang harinya.
            Maulud mengatakan, hingga saat ini tidak ada penjelasan resmi
        dari Pangdam VIII/Trikora, Mayjen TNI Dunidja, selaku Panglima
        Komando Pembebasan Sandera tetapi ia menegaskan kembali bahwa
        batas waktu pembebasan sandera yang ditetapkan paling lambat hari
        Minggu (21/1), diundurkan sampai Senin (22/1).
            Dijelaskannya, setelah ultimatum batas waktu disampaikan Paul
        Borkad dan Andrian van der Bijl kepada pihak GPK Jumat (19/1)
        pagi, pihak GPK kemudian minta persetujuan pihak Komando untuk
        memberikan jawaban pada hari Senin.
            Karena ABRI masih bertahan pada komitmen semula bahwa penye-
        lesaian masalah penyanderaan ini diadakan dengan cara persuasif,
        maka permintaan GPK itu disetujui, kata Maulud.
            "Mudah-mudahan jawaban yang akan diberikan pihak GPK merupa-
        kan jawaban positif seperti yang diharapkan Mayjen Dunidja,
        hingga masalah ini dapat diselesaikan secara selamat sesuai
        keinginan ABRI," kata jubir Kodam VIII/Trikora itu.

        WARGA ASING KORBAN KMP GURITA KINI DI BANDA ACEH

            Sabang - Empat warga negara asing yang selamat dan dua lain-
        nya yang tewas dalam peristiwa tenggelamnya KMP Gurita di perai-
        ran Sabang, Minggu sore telah dibawa ke ibukota propinsi DI Aceh,
        Banda Aceh.
            Sedangkan seorang WNA lain bernama Wangsung asal Taiwan,
        bukan Thailand sebagaimana diberitakan sebelumnya, kini dirawat
        di RS TNI-AL Sabang.
            Posko TNI-AL Sabang yang dihubungi ANTARA Minggu malam menje-
        laskan, nama warga negara asing yang tewas adalah Manuell Hel-
        smith (34) dari Jerman dan Margaret (32) asal Irlandia. Kini
        kedua jenazah itu disemayamkan di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh.
            Sedang empat warga negara asing yang selamat adalah Margare-
        tha Grotty (AS), Pieter Bremen (Jerman), Steven Nicholson dan
        Caroline Hansen (suami istri asal Inggris). Keempat WNA yang
        selamat ini Minggu malam menginap di Wisma Lamprit, Banda Aceh
        atas tanggungan Kantor Imigrasi Banda Aceh.
            Karena dalam manifes kapal terdapat 12 nama WNA berarti masih
        ada lima orang asing lainnya yang belum ditemukan dan diketahui
        nasibnya.
            Usaha pencarian para korban KMP Gurita, yang tenggelam Jumat
        malam, hingga Minggu sore masih tetap dilakukan tim SAR yang
        dikoordinasikan oleh pihak pangkalan TNI-AL Sabang, dibantu oleh
        puluhan perahu nelayan setempat yang secara sukarela melaut untuk
        mencari para korban meskipun gelombang besar.
            Pihak Lanal Sabang mengerahkan sebuah Kapal Keamanan Laut
        (Kamla), dua kapal tanker dan sebuah pesawat jenis Nomad.
            Ketika KMP Gurita tenggelam Jumat malam (19/1) sekitar pukul
        20.30 WIB dalam pelayaran dari pelabuhan Malahayati ke Balohan
        Sabang membawa 210 penumpang, 16 ABK, 19 sepeda motor, 13 mobil,
        80 ton semen, serta 14 ton barang dagangan untuk keperluan puasa.
            Hingga Minggu sore (21/1), Posko Sabang mencatat penemuan
        korban 92 orang terdiri 41 penumpang selamat dan 51 tewas.

        GELAR OPERASI ANGGREK JARING TUJUH WISATAWAN ASING

            Denpasar - Operasi Anggrek yang digelar pihak Imigrasi Kanwil
        Departemen Kehakiman Propinsi Bali hari Sabtu (20/1) berhasil
        menjaring tujuh wisatawan asing yang diduga melakukan pelanggaran
        keimigrasian.
            "Dari tujuh wisatawan yang terjaring itu tiga diantaranya
        adalah wisatawan Australia", kata Koordinator Urusan Keimigrasian
        Kanwil Departemen Kehakiman Propinsi Bali, A.B. Lapian kepada
        ANTARA di Denpasar, Senin.
            Dikatakannya, tiga wisatawan Australia yang terjaring
        operasi tersebut telah dibebaskan kembali, karena berdasarkan
        hasil pemeriksaan, mereka tidak perlu dikenakan tindakan keimi-
        grasian.
            Sedangkan empat wisatawan asing lainnya hingga berita ini
        diturunkan masih diperiksa pihak imigrasi setempat.
            Menurut Lapian, Operasi Anggrek dilaksanakan secara serentak
        di Jakarta dan Bali dengan sasaran wisatawan asing yang menginap
        di hostel dan hotel kelas melati.
            "Wisatawan yang melakukan pelanggaran umumnya lebih suka
        memilih hotel-hotel kecil sebagai tempat tinggal/menginap, karena
        selain tempatnya sepi juga sewa kamarnya murah," katanya.

                              Penyuluhan hukum
            Dia juga menjelaskan, pelaksanaan operasi itu juga bertujuan
        untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat, khususnya
        menyangkut ketentuan dan peraturan undang-undang keimigrasian,
        serta sebagai ujicoba secara menyeluruh dalam rangka Koordinasi
        Pengawasan Orang Asing (Sipora).
            Selain itu, operasi tersebut juga sekaligus mengkonter isu
        bahwa operasi-operasi keimigrasian selama ini termasuk Operasi
        Waspada telah menimbulkan ketakutan orang asing yang akan masuk
        ke Indonesia.
            Operasi dilakukan secara terbuka dengan sasaran utama hotel
        kelas melati yang berlokasi di kawasan wisata seperti Sanur,
        Kuta, Candidasa dan Ubud.
            Dijelaskannya, dari 195 hotel kelas melati yang menjadi
        sasaran operasi, pihak imigrasi Bali berhasil memeriksa 740
        wisatawan asing.
            Berdasarkan data Kanwil Departemen Kehakiman Propinsi Bali,
        pada periode April-Desember 1995 tercatat 34 warga negara asing
        yang melakukan pelanggaran keimigrasian di Bali.
            Sedangkan jenis pelanggaran yang dilakukan antara lain me-
        lampaui izin tinggal dan melakukan kegiatan tanpa izin.
            Menurut Lapian, dari 34 orang asing yang melanggar itu sepa-
        ruh diantaranya terlibat tindak kriminal dan mereka semuanya
        sudah dipulangkan ke negaranya masing-masing.
            Saat ini di Bali tercatat 1.911 orang asing yang masih meme-
        gang izin tinggal terbatas, termasuk orang asing yang berstatus
        sebagai tenaga kerja baik di perusahaan maupun hotel, istri, anak
        dan mahasiswa.

        MENTAMBEN: PERLUASAN PABRIK FERONIKEL TERHAMBAT LISTRIK

            Jakarta - Menteri Pertambangan dan Energi IB Sudjana mengata-
        kan perluasan pabrik feronikel di Unit Pertambangan Nikel Poma-
        laa, Sultra, sangat mendesak untuk meningkatkan ekspor, namun
        pengembangannya menghadapi hambatan pengadaan listrik.
            Potensi penambangan untuk bahan baku dan pemasaran feronikel
        ke luar negeri cukup baik terutama ke Jepang dan negara Asia
        lainnya, kata menteri kepada pers seusai meninjau pabrik di Unit
        Pertambangan Nikel Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sultra, Sabtu.
            Sungai Oko-oko, Komoro dan sungai Huko-huko merupakan tiga
        sungai yang mengalir dalam konsesi Aneka Tambang dan selalu
        berair sepanjang tahun itu dapat diusahakan untuk pembangkit
        listrik tenaga air (PLTA) dengan menghasilkan aliran sekitar 96
        MW.
            Menteri mengatakan pemerintah tidak cukup mempunyai dana
        untuk menggarap proyek PLTA tersebut. Oleh sebab itu perlu ada
        investor swasta berperan serta untuk bisa menggarap proyek terse-
        but atau dari PT Aneka Tambang sendiri.
            "Saya kira banyak investor yang bersedia menggarap proyek
        PLTA di sini," kata menteri. Sebab, listrik yang dihasilkan dari
        PLTA itu nantinya sudah jelas diperlukan untuk perluasan pabrik
        yang ada di sini.
            Menurut hasil penelitian, sungai itu mengalirkan air cukup
        banyak di musim hujan dan berkurang di musim kemarau, oleh sebab
        itu perlu dibuat bendungan untuk bisa mengatur aliran airnya
        supaya bisa menghasilkan listrik sepanjang tahun, kata IB Sudja-
        na.
             Dirut PT Aneka Tambang Darmoko Selamet mengatakan pihaknya
        berupaya memperluas pabrik feronikel di Pomalaa sehingga bisa
        berproduksi sekitar 60.000 ton atau dua kali dari yang ada seka-
        rang pada akhir 1999.
            Prospek penjualan mata dagangan itu ke pasaran ekspor cukup
        bangus, begitu pula masalah harga diperkirakan akan tetap stabil
        hingga tahun 1998 yakni sekitar 370 sen dolar AS per pon.
            Indonesia mengharapkan harga itu tetap bertahan dan tidak
        perlu dinaikkan, kata Darmoko, sebab dengan harga sebesar itu,
        bagi perusahaan yang dipimpinnya sudah bisa memperoleh keuntun-
        gan.
            Ia mengatakan produksi feronikel dari pabrik Pomalaa sebanyak
        10.431 ton tahun 1995 atau 97,5 persen dari sasaran yang ditetap-
        kan. Hasil produksi itu semuanya diekspor.
            Jumlah ekspor itu naik hampir 100 persen dari tahun 1994 yang
        hanya 5.834 ton. Pabrik ini selain memproduksi feronikel juga
        memproduksi bijih nikel.

                         Perhatikan rakyat
            Menteri Ida Bagus Sudjana pada kesempatan itu juga meminta
        kepada pengusaha pertambangan yang ada di tanah air agar ikut
        memperhatikan kondisi perekonomian rakyat di sekitarnya, di
        samping memenuhi kewajibannya kepada pemerintah dengan membayar
        pajak.
            Pabrik Aneka Tambang yang ada perlu mengutamakan tenaga kerja
        di sekitarnya, menyediakan sarana pelatihan kerja agar angkatan
        kerja yang tidak tertampung bisa berusaha mandiri, di samping
        membantu permodalan bagi pengusaha lemah dan koperasi.
            Pengusaha harus mau meningkatkan kondisi perekonomian rakyat
        di sekitarnya, di samping melakukan kewajibannya membayar pajak
        kepada pemerintah, kata menteri, sebab dengan cara itu akan
        mengurangi kesenjangan di masyarakat.
            Unit Pertambangan Nikel Pomalaa dilaporkan membayar pajak
        yang jumlahnya terus meningkat dari Rp2,3 miliar tahun 1992
        menjadi Rp4,1 miliar tahun 1994, dan 1995 diperkirakan mencapai
        Rp5,9 miliar.
            Perusahaan yang menampung 1.932 tenaga kerja itu juga melaku-
        kan penghijauan dengan tanaman jambu mete, kelapa hibrida, mahoni
        melinjo di atas areal yang sudah selesai ditambang.

        DALAM PELITA VI SULSEL BUTUH INVESTASI RP18,6 TRILIUN

            Ujungpandang - Sulawesi Selatan pada Pelita VI membutuhkan
        modal investasi Rp18,6 triliun, atau rata-rata Rp3,5 triliun
        setiap tahun untuk memacu laju pembangunan dan pertumbuhan ekono-
        mi daerah itu.
            Gubernur Sulsel HZB Palaguna mengatakan Senin. penyerapan
        investasi di daerah ini pada tahun pertama Pelita VI telah menca-
        pai Rp6 triliun, meningkat hampir dua kali lebih besar dari
        sasaran penanaman modal setiap tahun.
            Dampak dari peningkatan investasi tersebut berhasil mening-
        katkan pertumbuhan ekonomi daerah dari 7 persen menjadi 7,4
        persen tahun 1995, begitu pula pendapatan per kapita masyarakat
        meningkat menjadi Rp1,2 juta.
            Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Sulsel berada di atas rata-
        rata nasional, namun pendapatan per kapita penduduk di daerah itu
        masih berada di bawah nasional, ujar Palaguna.
            Palaguna menegaskan bahwa pada 1996 ini pihaknya menetapkan
        sebagai "Tahun Olah", menyusul pencanangan Tri Program yang
        meliputi perubahan pola pikir, perwilayahan komoditi dan petik
        olah jual.
            Untuk 1996, semua komoditi harus dalam kondisi siap masuk
        pasar, oleh sebab itu produk berbagai jenis komoditi yang masuk
        pasaran harus diolah terlebih dahulu, bukan komoditi asalan
        seperti tahun sebelumnya.
            Komoditi yang diolah kemudian dipasarkan, selain harga jual
        yang tinggi dengan mutu yang baik, juga petani akan memperoleh
        nilai tambah dari hasil produksi mereka.
            Untuk menyukseskan program tersebut, kata Palaguna harus
        melibatkan empat komponen yakni Pemerintah Daerah tingkat I dan
        II, instansi sektoral, pengusaha dan petani dengan melibatkan
        KUD, Puskud dan pedagang antarpulau sebagai mitra usaha.

        38 SURVIVORS, 51 DEAD BODIES FOUND AFTER FERRY's SINKING

            Banda Aceh - Search and rescue parties deployed following the
        sinking Friday night of a ferry boat in waters near Sabang is-
        land, Saturday picked up 38 survivors including five foreigners
        but also found 51 dead bodies, it was reported here late Satur-
        day.
            The 32-meter long "KMP Gurita" was on its way from Mala-
        hayati, the port of Krueng Raya in Aceh Besar district, to Sabang
        island, off the nothern-most tip of Sumatra island, carrying 210
        passengers who reportedly included several foreigners.
            According to the report from the post command of the search
        and rescue team in Sabang, the five foreign survivors were iden-
        tified as Steven and Caroline (Britons), Margaret (American),
        Wang Sung (Taiwanese) and Pieter Bremer (German).
            Abdullah Sulaiman, a Transportation Ministry official, said
        the ferry sank in the Balohan Strait after hitting a large rock,
        three to four miles outside Sabang harbour where it was due to
        arrive Friday night.
            A spokesman for the local military command, Colonel Robik
        Mukav, meanwhile said the military had assigned a platoon of
        marines to join the integrated search and rescue operations that
        had been mounted since Friday.
            The chief of Sabang police, Lt Col Rahmat Semedik, his wife
        Yuyu Yuliani and their two teenage sons, were among the ferry's
        passengers and still missing.
            Rescued passengers told stories of how they spent up to seven
        hours shivering in cold water and amidst high waves, clinging to
        floating debris before being rescued by local fishermen in the
        early hours of Saturday, witnesses at Sabang harbour said.
             Five of the rescued passengers, who were taken to the Sabang
        Naval Hospital, were "exhausted, but without serious injuries,"
        according to the head of the hospital, Winarna.
             A spokesman for the Transportation Ministry, Subarkah, told
        ANTARA the ill-fated ferry boat would be replaced by another one
        being built on Batam island.
             The new boat's construction would completed later this year
        and it would have a capacity to transport up to 500 people, he
        said.

        SIX-YEAR OLD BOY MIRACULOUSLY SURVIVES FERRY DISASTER

            Jakarta - A six-year old boy was miraculously saved after a
        passenger ferry with 210 people on board capsized in rough seas
        off Indonesia's westernmost province of Aceh, said Yoseph, one of
        rescue workers, when contacted by phone.
            He said the boy, gripping a chili bag, was tossed about in
        high seas for more than one hour before being rescued by rescue
        workers who recovered fifty-one bodies on Saturday while at least
        175 others remained missing.
           "The boy, whose name is still unknown, was still consious when
        rescued but after a few moments he collapsed," said Yosep.
            The rescue team and local fishermen keep on searching for
        the remaining victims. The ferry boat carried 210 passengers and
        a crew of 16.

        THOUSANDS CROWDING PORT FOLLOWING SHIP INCIDENT

            Banda Aceh - Thousands of people from Sabang in the North
        Sumatran island of Weh and Banda Aceh have been crowding the
        ports of Ulee Lheue and Malahayati since Saturday morning to seek
        their family members who were in the Gurita ship that sank last
        Friday.
            Most of the people, men and women, were waiting till late at
        night for any news about their relatives on board the ship.
            Many others thronged the monitoring center for the incident,
        the regional office of the Ministry of Transportation and the
        hospital.
            Search and rescue team picked up on Saturday 38 survivors
        including five foreigners but also found 51 dead bodies.
            The distance between the Malahayati and Balohan ports in
        Sabang is around 18 miles and it usually takes about 120 minutes
        for the Gurita ship to cross it.
            On the day of the incident the ship carried 210 passangers on
        board, 16 crew, 80 tons of cement, 32 motor vehicles and 14 tons
        of building materials for Weh Island.
            Weh Island with more than 24,000 population looks busier now
        after the incident with people from various towns coming to seek
        their relatives.
            Gurita sank after a huge wave hit it at a point between
        Seureuke and Ujung Meduro before the Balohan-Sabang Bay at around
        296-384 meter deep waters around 3 to 4 miles from the Balohan
        pier.

        JAPAN EYEING TO EXPLORE NORTH SUMATRA`S COAL
            Sibolga, N Sumatra - Some Japanese investors have expressed
        their interest to establish technical cooperation and to invest
        their capital in the coal mining exploration in Hubu village,
        Central Tapanuli, North Sumatra.
            "The possibility of such an investment has been discussed by
        these Japanase investors and the local administration as well as
        local investors," spokesman of the local administration Asmal
        Simanungkalit said on Friday.
            He said a research team has been in the location to study and
        collect information on new material contents.
            Based on a temporary report, coal deposit in the village
        amounted to some 2,000 tones of good quality, he added without
        giving further detail on the Japanese investors.

        LIPI, MISPEC ESTABLISH COOP TO EXPLORE GOLD MINING

            Jakarta - The Indonesian Science Institute (LIPI) has estab-
        lished cooperation with a Canadian mining company, Mispec, and an
        Indonesian company, PT Hunamas Putra Interbuana to explore gold
        mining in south of Jampang, Sukabumi, West Java.
            The memorandum of understanding was signed here on Thursday
        by Ir Suparka of LIPI, Micahel W Kinley of Mispec and John Naing-
        golan of Hutama.
            Based on the cooperation, the three parties will, among
        others, conduct a research, development and feasibility study on
        the proper use of the mineral sources at the location.
            The five-year long cooperation covers a concession of some
        7,700 hectares of land, and 45 percent of the total profit of
        the project will go to the Canadian company, while the other 55
        percent will be for Indonesia.
            Suparka said LIPI has explored some 300 hectares of the land
        since 1972.
            He added the mining activities will be able to produce some
        two tones of gold per year.

        PNG ASSISTS RI IN ATTEMPTS TO FREE TWO STUDENT HOSTAGES

                Jayapura - The government of Papua New Guinea will help
        attempts at freeing the two senior secondary school students held
        captive by the separatist GPK movement in Irian Jaya since Novem-
        ber 22, 1995.
                Indonesian Vice-Consul in Vanimo Supeno Said told ANTARA
        here Sunday that the PNG government statement to that effect has
        been made by Prime Minister Julius Chan through a delegation led
        by Sandaun Province Police Chief Jerry Kera at a meeting with an
        Indonesian delegation headed by RI-PNG border liaison officer Fx.
        Suryanto Sriwardoyo in Jayapura Saturday night.
                He said the PNG delegation also said that PNG police and
        army troops have been ordered to hold GPK members resisting
        arrest and expel them from PNG territory.
                The government of the PNG, bordering with Irian Jaya,
        also decided not to negotiate with the dissidents who have de-
        manded a Rp 34 million ransom.
                Supeno said since Prime Minister Julius Chan issued the
        order the PNG police and military, a joint team has been estab-
        lished between the two PNG security authorities.
                The joint team has even made three attempts to free the
        hostages, but informers in Vanimo managed to alert the dissi-
        dents first. The hostages were strongly assumed being
        held captive in Ellis village, Bewani, Sandaun province, some 58
        km from Vanimo.
                According to Said, the hostages were in good condition,
        and some time ago through their agent, GPK leader Mathias Wenda,
        contacted the PNG asking for food for the hostages.
                Some of the hostages refused to eat the food offered by
        their captors because they did not like it.
                The PNG government then sent rice, instant noodle, and
        other daily necessities.

                            January 28

                 When asked when the two hostages would be freed, Supeno
        said the Indonesian and PNG delegations agreed at a meeting that
        the two students would be handed over by their captors to the PNG
        authorities on January 28.
                However the PNG government did not wish the handing over
        of the two students by the GPK takes place in the presence of an
        Indonesian government delegate.
                "Leave the release of the hostages to us, we will handle
        it as good as possible," Supeno said quoting PNG delegation
        spokesman Komfusius Ikorere, who is also PNG border director, as
        saying.
                And only then would the PNG government hand the two
        students over to the Indonesian authorities.
                The date and place of the handover from the PNG to Indo-
        nesia have not been set.
                However the PNG government wished that the handing over
        of the two hostages, Marwiyah Abubakar and Muhammad Basyir Kadir,
        does not take place in Vanimo, capital of Sandaun province, nor
        in Jayapura, Irian Jaya's provincial capital
                With regard to the fate of Riyanto, employee of the Road
        Construction Directorate, abducted in Ikcan Baru village, Merauke
        regency, on November 8, 1995, the PNG delegation has no idea of
        his whereabouts.
                Therefore the PNG delegation has asked what the Indone-
        sian authorities planned to do in freeing the hostages in Arso,
        Jayapura regency, or in Ikcan Baru village, Merauke regency.
                The Indonesian delegation said Indonesian security forces
        continued their chase and maintain security in the border area.
        The Indonesian delegation therefore asked the PNG to assist in
        freeding Riyanto, Supeno said.

                           ====000====