IN/POL: PMB - Ucapan Dukacita dari

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Apr 30 1996 - 13:17:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id QAA28942 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Tue, 30 Apr 1996 16:17:37 -0400 (EDT)
Subject: IN/POL: PMB - Ucapan Dukacita dari Berbagai Daerah

Forwarded message:
From owner-indonesia-l@igc.apc.org Tue Apr 30 16:00 EDT 1996
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Date: Tue, 30 Apr 1996 14:33:50 -0400 (EDT)
From: apakabar@clark.net
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199604301833.OAA03588@explorer2.clark.net>
Subject: IN/POL: PMB - Ucapan Dukacita dari Berbagai Daerah
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-l@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 6510

INDONESIA-L

   SUARA PEMBARUAN DAILY
     _________________________________________________________________
   
                     UCAPAN DUKACITA DARI BERBAGAI DAERAH
                                       
   
   
   Jakarta, 30 April
   
   Ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Tien
   Soeharto terus mengalir dari berbagai dae-rah, baik dari pemda maupun
   masyarakat.
   
    Dari Medan dilaporkan, suasana di kota itu terlihat sepi sejak
   terde-ngar kabar wafatnya Ibu Negara. Masyarakat lebih banyak
   menghabiskan waktunya di depan televisi menyaksikan siaran langsung
   tentang kepergian Ibu Negara. Pemda setempat menyatakan dukacita yang
   dalam.
   
   Suasana berkabung mewarnai upacara gelar pasukan Senin (29/4) di
   Lapangan Gasibu Bandung, yang dikuti 2.500 anggota ABRI dan sipil.
   Bendera Merah Putih yang biasanya dikibarkan satu tiang penuh menjadi
   setengah tiang.
   
   Mayjen Pol Nana Permana, Kapolda Jawa Jarat, selaku Komandan Inspektur
   Upacara Apel Siaga Garnisun Tap II Bandung dan Cimahi, langsung
   mengheningkan cipta bersama para peserta upacara khusus untuk
   almarhumah Ibu Tien Soeharto.
   
   Sebelum upacara dimulai, anggota ABRI di jajaran Kodam III/Siliwangi
   dan jajaran Polda Jabar ketika dijumpai Pembaruan menyatakan
   kehilangan Ibu Negara.
   
   ''Saya merasa kehilangan dan hati saya merasa terpukul atas berita
   meninggalnya Ibu Tien Soeharto. Almarhumah begitu dekat dengan kami
   selama saya menjabat Komandan Sektor di Ciawi, Bogor pada tahun 1975.
   Ketika itu almarhumah sering berkunjung ke Tapos. Almarhumah memiliki
   jiwa dan semangat kerakyatan yang patut menjadi teladan bagi rakyat
   Indonesia, khususnya kaum wanita,'' ujar Kolonel Pol MA Erwin MAP,
   Kapolwiltabes Bandung di Lapangan Gasibu Bandung.
   
   Wafatnya Ibu Tien Soeharto membawa dukacita yang mendalam bagi umat
   Hindu. Ketua Umum PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Pusat, Ide
   Pedanda Putra Telaga, menyatakan ikut berduka cita. Ucapan dukacita
   itu disampaikan melalui RRI Denpasar.
   
   Ide Pedanda mendoakan dengan mantra-mantra yang magis agar Ibu Tien
   masuk sorga, yang dalam mantra Hindu almarhumah diharapkan dapat
   mencapai moksa. Moksa adalah tujuan hidup yang paling utama bagi umat
   Hindu.
   
   Para pejabat di Bali juga langsung menyampaikan dukacitanya melalui
   RRI Denpasar. Di antaranya Gubernur Bali Ida Bagus Oka, Kapolda
   Nusra, Kajati Bali, Ketua MUI Bali, dan lain-lain. Pada kesempatan
   berbicara di RRI Denpasar, Gubernur Oka langsung memberikan instruksi
   agar masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari.
   
   Dalam pada itu, umat Kristen di Jayapura yang bermukim di Kotaraja dan
   Abepura Senin petang melakukan sembayang khusus untuk Ibu Tien
   Soeharto yang meninggal Minggu (28/4).
   
   Staf pastoran Gereja Katolik Kristus Juru Selamat, Kotaraja, Drs Agus
   Agas, mengatakan Senin, umat Katolik di wilayah itu mengadakan misa
   khusus dipimpin tiga pastor yang baru ditahbiskan Minggu (28/4) oleh
   Uskup Jayapura Herman Munninghoff OFM. Ketiga pastor yang ditahbiskan
   Uskup Jayapura untuk memimpin misa khusus bagi umat di gereja itu
   masing-masing, Freddy Guntara OFM, Andreas Trismadi PR dan Willem
   Sumadi Pnawil PR.
   
   Umat Katolik Keuskupan Jayapura Minggu pukul 10.00 WIT di Kabupaten
   Jayapura, Biak Numfor, Jayawijaya, Yapen Waropen dan Paniai, ketika
   menyambut pentahbisan imam baru di Katedral Jayapura, secara serentak
   melakukan hening sekitar satu menit dipimpin Uskup Jayapura Herman
   Munninghoff, memanjatkan doa agar arwah Ibu Tien
   
   Soeharto mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan.
   
   Palu
   
   Dari Palu (Sulawesi Tengah) dilaporkan, sebagai ungkapan belasungkawa
   atas meninggalnya Ibu Tien, seluruh bentuk hiburan umum yang
   beroperasi pada siang maupun malam hari diinstruksikan untuk
   menghentikan seluruh kegiatannya selama masa berkabung.
   
   Instruksi tersebut disampaikan Wali Kota Madya Palu, Rully Lamadjido
   SH, melalui suratnya kepada seluruh pemilik usaha hiburan umum di
   daerah ini Senin pagi.
   
   ''Kami menyampaikan rasa duka teramat dalam atas kepergian Ibu Negara
   yang telah meninggalkan jasa begitu besar terhadap bangsa dan
   negara,'' kata Wali Kota Madya Senin pagi.
   
   Masyarakat Timor Timur menyampaikan dukacita. Perasaan duka tersebut
   diungkapkan dalam berbagai bentuk, seperti menaikkan bendera setengah
   tiang. Masyarakat Timtim merasa kehilangan se-orang ibu.
   
   Uskup Dioses Dili, Mgr Carlos Filipe Ximenes Belo SDB, Senin telah
   mengirimkan melalui faximile ucapan belasungkawa pribadinya dan atas
   nama gereja Katolik Timor Timur kepada Presiden Soeharto dan keluarga
   ke rumah duka Jalan Cendana Jakarta.
   
   Belasungkawa Uskup dan gereja Katolik Timtim itu antara lain berbunyi:
   ''Atas nama gereja Katolik se Timor Timur menyampaikan turut
   berdukacita kepada keluarga Ibu Tien Soeharto dan kepada Bapak
   Presiden Soeharto agar tetap tabah menghadapi cobaan ini''.
   
   Sultra
   
   Kakanwil PU Sultra, Ir J Ainuddin Kadir, Senin siang mengatakan,
   rakyat Sultra sangat kehilangan seorang Ibu Negara. Kita kehilangan
   seorang tokoh wanita, yang memiliki pribadi yang sangat mulia, tokoh
   yang mencintai rakyat mulai dari golongan atas hingga masyarakat yang
   jauh terpencil di pelosok pedesaan. Sosok almarhumah Ibu Tien Soeharto
   sulit untuk dilupakan.
   
   Yang paling menyentuh hati rakyat Sultra, kata Ainuddin Kadir, beliau
   sangat peduli pada masalah kemiskinan, kesehatan rakyat, pendidikan,
   agama, sehingga tidak jarang rakyat Sultra memperoleh bantuan,
   utamanya bagi anak yatim piatu dan fakir miskin.
   
   Tahlilan, zikir dan doa disampaikan para ulama, pejabat dan masyarakat
   NTB Senin malam di berbagai tempat di Nusa Tenggara Barat sehubungan
   dengan wafatnya Ibu Negara.
   
   Tahlilan yang berlangsung di Pendopo Gubernuran Mataram Senin (29/4)
   atas undangan Gubernur NTB Warsito dan Nyonya Azizah Warsito, dihadiri
   para ulama se-Lombok, pejabat dan masyarakat.
   
   Selain itu, Pemda NTB menyediakan buku ucapan belasungkawa yang
   terbuka untuk seluruh masyarakat, yang kemudian akan disampaikan
   kepada keluarga Presiden Soeharto.
   
   (027/125/128/102/RKD/
   
   129/007/040/Ant)
   
   The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
     _________________________________________________________________
   
   Last modified: 4/30/96