IN/BUD: PMB - Stasiun TV Sepakat Ba

From: apakabar@clark.net
Date: Thu May 02 1996 - 17:45:00 EDT


Subject: IN/BUD: PMB - Stasiun TV Sepakat Batasi Film Berbau Kekerasan

INDONESIA-P

   SUARA PEMBARUAN DAILY
     _________________________________________________________________
   
        ENAM STASIUN TV SEPAKAT BATASI PENAYANGAN FILM BERBAU KEKERASAN
                                       
   
   
   Jakarta, 3 Mei
   
   Enam stasiun televisi yaitu TVRI, RCTI, SCTV, TPI, ANTeve dan
   Indosiar, bersepakat untuk segera membatasi tayangan film yang
   berbau kekerasan dan seksual. Kesepakatan itu disampaikan oleh para
   pengelola TV tersebut kepada pemerintah (Departemen Penerangan).
   
   Mereka juga bersepakat untuk menertibkan tayangan iklan dan video klip
   musik yang menunjukkan adegan dan busana yang tidak lumrah (tidak
   sesuai dengan budaya bangsa Indonesia dan kaidah agama. Serta sepakat
   untuk tidak menayangkan acara-acara film yang berisi budaya kumpul
   kebo.
   
   Menpen Harmoko didampingi Dirjen RTF Dewabrata dan Dirjen PPG Subrata,
   menjelaskan hal itu di Departemen Penerangan, hari Rabu (1/5). "Secara
   organisatoris, mereka lebih mengutamakan tayangan yang akan
   mengembangkan pola ketahanan budaya nasional dalam mengantisipasi
   permasalahan yang tidak sesuai norma-norma agama dan adat-istiadat."
   
   Bahkan para pengelola TV juga bersepakat untuk meningkatkan tayangan
   yang dibuat di dalam negeri (produk lokal), sehingga bisa mencapai
   jumlah 80%. Untuk mencapai tujuan itu akan dirumuskan pemikiran dalam
   meningkatkan SDM di bidang teknis, redaksional dan reporter.
   
   Menpen menolak penilaian bahwa kebijakan itu diambil karena ada
   ketakutan produk lokal kalah dengan produk luar negeri. Bahkan, Deppen
   belum mengadakan penelitian apakah ada gejala tidak sehat dalam
   persaingan antara stasiun TV swasta dengan pemerintah.
   
   Menurutnya, keenam stasiun televisi juga telah mengadakan Forum
   Komunikasi dan Koordinasi untuk meningkatkan kualitas siaran dan
   programa. Koordinasi semacam itu telah nampak dalam menyiarkan upacara
   pemakaman Ibu Tien Soeharto. Untuk itu, Menpen memuji penyayangan
   terpadu yang telah dilakukan oleh keenam stasiun tv tersebut.
   
   
   
   
   
   Diharapkan forum itu dapat menjadi sarana untuk menghindarkan
   kompetisi yang tidak sehat dalam penayangan-penayangan programa.
   
   Menpen juga menjelaskan, RUU Siaran akan memperbolehkan sta-siun TV
   swasta untuk membuat siaran berita. Pertimbangannya adalah, teknologi
   bergerak begitu cepat sehingga harus ada penyesuaian.
   
   Ketika ditanya mengapa selama ini ada stasiun TV swasta yang sudah
   menyiarkan berita, Harmoko menjawab, hal itu masih ditolerir karena
   pemberitaan tersebut bersifat pelayanan informasi.
   
   
   
   Bahasa Indonesia
   
   Menyinggung film asing yang akan dibahasa Indonesiakan, Menpen
   menjelaskan bahwa itu merupakan imbauan dari Mendikbud Wardiman
   Djojonegoro. "Deppen bersikap bahwa agar sampai Agustus 1996 TV swasta
   mendukung Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dapat mengadakan
   pengkajian tenaga, teknis, kemudian masukannya disampaikan kepada
   Deppen," kata Harmoko.
   
   Mereka supaya mengadakannya tahap demi tahap dan berproses, tambah
   Menpen.
   
   Namun tayangan berbahasa Inggris masih tetap ada, sehingga untuk satu
   film dikeluarkan dalam versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada
   saluran yang berbeda.
   
   (W-4)
   
   The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
     _________________________________________________________________
   
   Last modified: 5/2/96