IN/MIL/HAM: KMP - 5 Pejabat Kodam V

From: apakabar@clark.net
Date: Thu May 02 1996 - 17:47:00 EDT


Subject: IN/MIL/HAM: KMP - 5 Pejabat Kodam VII/Trikora Diganti

INDONESIA-P

   Kompas Online
     _________________________________________________________________
   
   Kamis, 2 Mei 1996
     _________________________________________________________________
   
                    LIMA PEJABAT KODAM VIII/TRIKORA DIGANTI
                                       
   
   
   Jayapura, Kompas
   
   Secara serentak Komando Daerah Militer (Kodam) VIII/ Trikora, Irian
   Jaya/Maluku, melakukan penggantian lima pejabat teras. Acara ini
   berlangsung hari Rabu (1/5) di aula markas Kodam setempat, dipimpin
   Panglima Daerah Militer (Pangdam) VIII/Trikora, Mayjen (TNI) Dunidja
   D.
   
   Para pejabat yang melaksanakan serah terima adalah Asisten Intel
   (Asintel) dari pejabat lama Kolonel (Inf) Maryoto kepada Letkol (Inf)
   Anuri, Asisten Operasi (Asops) dari Kolonel (Inf) Winarto kepada
   Kolonel (Inf) Hikayat, Asisten Sosial Politik (Assospol) dari Kolonel
   (Inf) Muhammad Kisa kepada Letkol (Inf) Hadiana, Asisten Teritorial
   (Aster) dari Kolonel (Inf) Ralahala kepada Kolonel (Inf) CM Panjaitan
   serta Ketua Kelompok (Kapok) Ahli Bakorstanasda dari Kolonel (Inf)
   Elkana Marpaung kepada Kolonel (Inf) Sapari.
   
   Serah terima ini berlangsung seusai penutupan Rapat Pimpinan (Rapim)
   Kodam, Rapat Koordinasi (Rakor) Sosial Politik (Sospol) dan Badan
   Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional di Daerah
   (Bakortranasda) yang dihadiri para bupati, komandan daerah militer
   (Danrem) dan pejabat ABRI/ Sipil lainnya se-wilayah Irja.
   
   Dari lima pejabat yang digantikan, empat di antaranya menerima jabatan
   baru, sedang satunya-Kolonel Elkana Marpaung -memasuki masa persiapan
   pensiun (MPP). Kolonel Maryoto yang baru enam bulan menjabat Asintel
   pindah ke Mabes ABRI, sedang Kolonel Muhammad Kisa dan Kolonel Winarto
   menjadi dosen Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung,
   kemudian Kolonel Ralahala dipromosikan menjadi Direktur Operasi
   Teritorial (Dirospter) di Mabes ABRI.
   
   Selepas serah terima, kepada wartawan Pangdam VIII menyatakan,
   penggantian ini tidak ada hubungannya dengan kasus-kasus yang terjadi
   belakangan ini di wilayah Irja. Penggantian jabatan di lingkungan
   ABRI, katanya, merupakan hal yang wajar dan semuanya terjadi demi
   kebutuhan organisasi.
   
   Ketika wartawan menyatakan Asintel baru menjabat enam bulan, Pangdam
   menyatakan tidak ada masalah. "Penggantian pimpinan ini bisa tiga
   tahun, enam bulan ataupun satu bulan, sangat tergantung dari
   kebutuhan," tegasnya.
   
   Pembebasan sandera
   
   Menyangkut penyanderaan di Mapanduma (Kecamatan Tiom, Jayawijaya,
   Irja) yang telah memasuki bulan ke lima, Pangdam Trikora menyatakan,
   upaya pembebasan 11 orang yang disandera GPK yang menamakan diri
   sebagai organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik dan
   Daniel Yudas Kogoya Cs, jika memang diperlukan bisa dilakukan dengan
   cara operasi militer. Walau sampai kini ABRI dalam upaya pembebasan
   itu tetap menggunakan pendekataan persuasif, tetapi menurut Dunidja
   semua itu ada batasnya. "Kami lihat situasi, pendekatan persuasif
   tetap ada batasnya," ujar Dunidja.
   
   Meski kemungkinan operasi militer tetap terbuka, menurut Dunidja, ABRI
   tetap akan berupaya bagaimana membebaskan sandera tanpa menimbulkan
   korban kepada siapa pun, baik di pihak sandera, ABRI ataupun GPK.
   Dengan pengertian ini, menurut Dunidja, ABRI memang masih tetap ingin
   menggunakan pendekatan persuasif.
   
   Dikatakan, upaya persuasif ini tidak hanya menggunakan Palang Merah
   Internasional (ICRC) saja, untuk dijadikan sebagai mediator ABRI dan
   GPK. Dalam hal pendekatan persuasif ini, ABRI juga akan menggunakan
   para tokoh agama, ulama dan juga para kepala suku. Banyak cara langkah
   persuasif itu. "Kita pun dengan rela akan mengetuk hati kepada Kelly
   Kwalik Cs agar mereka bersedia membebaskan para sandera yang tak
   berdosa itu. Saya tahu Kelly Kwalik Cs itu juga orang beragama, mereka
   tentunya bisa bersikap tegas dalam pendirian, dengan sadar bahwa
   sikapnya itu dosa di hadapan Tuhan," tegasnya. (top)
     _________________________________________________________________