IN/BUD: MI - Pengurus YPI Harus Dib

From: apakabar@clark.net
Date: Wed May 22 1996 - 13:31:00 EDT


Subject: IN/BUD: MI - Pengurus YPI Harus Diberi Peringatan Keras

INDONESIA-P

   
      Rabu, 22 Mei 1996
      
Pengurus YPI Harus Diberi Peringatan Keras

   
   
   
     _________________________________________________________________
   
   JAKARTA (Media): Menko Kesra Azwar Annas meminta Meneg Urusan Peranan
   Wanita Mien Sugandhi memanggil pengurus Yayasan Puteri Indonesia (YPI)
   untuk mempertanggungjawabkan keberangkatan Alya Rohali ke Las Vegas
   sebagai peserta pemilihan Ratu Sejagat (Miss Universe).
   
   "Menko Kesra juga meminta agar Meneg UPW memberi peringatan keras dan
   terakhir kepada pengurus yayasan tersebut," jelas Sekretaris Menko
   Kesra Suyono Yahya saat menyampaikan hasil Rakor Kesra, kemarin.
   
   Rakor tersebut dihadiri antara lain oleh Meneg UPW, Mendikbud Wardiman
   Djojonegoro, Menpora Hayono Isman, Mensos Inten Soeweno, dan Menteri
   Negara Kependudukan/Ketua BKKBN Haryono Suyono.
   
   Menurut Suyono, pada Rakor Kesra itu tidak disebut pemberian sanksi
   pada penyelenggara yang mensponsori keberangkatan Puteri Indonesia
   1996 Alya Rohali. "Peringatan keras yang dimaksud merupakan rasa
   sayang kita sebagai bangsa, supaya yang bersangkutan diberitahu," ujar
   Suyono.
   
   Pemerintah, kata Suyono, tetap konsisten dan menyatakan peraturan
   pemerintah berkaitan dengan kegiatan ratu-ratuan masih berlaku.
   Bahkan, tandasnya, Menko Kesra menyatakan tetap mendukung SK Mendikbud
   No 0237/U/1984 tanggal 26 Mei 1984 tentang kriteria, langkah,
   penataan, larangan kegiatan pemilihan ratu dan sejenisnya. "Sampai
   saat ini SK tersebut masih berlaku," tegasnya.
   
   Dalam SK Mendikbud itu disebutkan larangan pemilihan ratu dan
   sejenisnya yang mempunyai dampak bertentangan dengan agama, tidak
   mencerminkan nilai sosial budaya. Kemudian, SK Mendikbud juga melarang
   pemilihan ratu dengan penilaian yang semata-mata pada penonjolan
   badaniah, paras muka, ukuran dan bentuk tubuh serta gaya yang
   berlebihan yang menjurus pada selera rendah. Selain itu, larangan juga
   berlaku bila pemilihan ratu dapat menimbulkan dan menumbuhkan rasa
   rendah diri pada orang sejenis, dan seusia yang kurang beruntung, dan
   dapat menimbulkan keresahan serta mengganggu ketertiban lingkungan.
   
   Berdasarkan kriteria tersebut, kata Suyono, ada beberapa penilaian
   pada pemilihan Ratu Sejagat yang bertentangan dengan SK Mendikbud,
   tanpa mau menyebutkan kriteria yang mana yang melanggar.
   
   Pada hari yang sama, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite
   Mahasiswa Pancasilais (KMP) mendatangi Kantor Meneg UPW, tempat
   berlangsungnya Rakor Kesra.
   
   Para mahasiswa tersebut berharap dapat bertemu Meneg UPW Mien Sugandhi
   berkaitan dengan keikutsertaan Alya Rohali pada pemilihan Ratu
   Sejagat. Karena itu, KMP yang dipimpin Fauzi Syarif Rangkuty minta
   pertanggungjawaban Ketua Yayasan Puteri Indonesia Mooryati Soedibyo
   yang berperan sebagai sponsor keikutsertaan Alya Rohali. (Ria/D-11)
     _________________________________________________________________
   
   [ISMAP]