IN/EKON: PMB - Masalah Cengkeh Dike

From: apakabar@clark.net
Date: Thu May 23 1996 - 18:00:00 EDT


Subject: IN/EKON: PMB - Masalah Cengkeh Dikendalikan ..

INDONESIA-P

   SUARA PEMBARUAN DAILY
     _________________________________________________________________
   
                      MASALAH CENGKEH DIKENDALIKAN DENGAN
                                       
                        DANA KONVERSI DAN DIVERSIFIKASI
                                       
   
   
   Jakarta, 23 Mei
   
   Wakil Presiden Try Sutrisno menegaskan, rencana penyerahan tata niaga
   cengkeh dari Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) kepada
   koperasi bukan karena ada tekanan dari kelompok tertentu. Sebab sejak
   semula pemerintah sudah memprogramkan demikian.
   
   Karena itu, Wapres meminta supaya jangan sampai ada pihak, seperti
   mereka yang demonstrasi, yang merasa berperan, jadi pahlawan, kalau
   suatu saat nanti tata niaga cengkeh diserahkan kepada koperasi.
   
   Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menkop/PPK Subiakto Tjakrawerdaya
   kepada wartawan setelah melapor kepada Wapres Try Sutrisno di Istana
   Merdeka Selatan Rabu (22/5). Dalam kesempatan itu Wapres menanyakan
   kepada Menkop mengenai BPPC.
   
   Secara konsepsional, tata niaga cengkeh akan diserahkan kepada
   koperasi ketika kondisi produksi cengkeh sudah seimbang dengan
   kebutuhan, dan koperasinya sudah mampu untuk menerima tugas itu.
   
   ''Mungkin kalau stoknya sudah sekitar 120.000 ton,'' kata Menkop.
   Namun, belum diketahui kapan tepatnya bisa dicapai stok 120.000 ton
   tersebut, karena sekarang masih terdapat stok sebanyak 290.000 ton.
   
   Namun, tetap diharapkan agar dalam waktu dekat bisa dilihat
   perkembangan hasil produksi dengan kebutuhannya. Selama ini kebutuhan
   akan cengkeh relatif tetap, tapi produksinya harus dikendalikan.
   
   Melalui Inpres yang baru masalah cengkeh dikendalikan dengan dana
   konversi dan dana diversifikasi. Dengan dana itu diharapkan petani
   akan mengkonversikan cengkehnya, terutama di daerah-daerah yang
   kualitas produksi cengkehnya kurang bagus.
   
   
   
   Kemitraan
   
   Bagi daerah yang produksi cengkehnya baik, akan dipertahankan, tapi
   bagi yang tidak baik, diharapkan bisa dikonversikan dengan
   tanaman-tanaman lain, katanya.
   
   Wapres juga menanggapi sangat positif mengenai Gerakan Kemitraan Usaha
   Nasional, yang merupakan wujud pelaksanaan pasal 33 UUD '45, yakni
   ekonomi nasional diwujudkan dalam asas kekeluar-gaan.
   
   ''Jangan malah pengusaha kecil dan besar dipertentangkan, atau
   dicurigai. Justru harus dicari suatu bentuk pola kerja sama yang
   betul-betul saling menguntungkan, membantu dan saling menghidupi,''
   kata Menkop mengutip Wapres.
   
   Selain itu, Deklarasi Jimbaran harus ditanggapi secara positif. Jangan
   belum apa-apa sudah disyakwasangkai, seakan-akan betul atau tidak
   betul. ''Jadi laksanakan dulu, sebab ini suatu proses jangka panjang,
   tidak bisa sekarang disetujui lalu besok jadi," lanjutnya.
   
   Wapres juga mengharapkan supaya terus dimonitor kemitraan tersebut,
   sehingga target-targetnya bisa tercapai dari waktu ke waktu. Walaupun
   prosesnya tidak lama, tapi harus ada sasaran yang jelas.
   
   (W-4)
   
   The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
     _________________________________________________________________
   
   Last modified: 5/23/96