IN: KdP - Partai Uni Demokrasi Indo

From: apakabar@clark.net
Date: Thu May 30 1996 - 12:55:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id PAA29241 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Thu, 30 May 1996 15:56:01 -0400 (EDT)
Subject: IN: KdP - Partai Uni Demokrasi Indonesia

Forwarded message:
From owner-indonesia-l@igc.apc.org Thu May 30 13:19 EDT 1996
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Date: Thu, 30 May 1996 11:50:42 -0400 (EDT)
From: apakabar@clark.net
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199605301550.LAA00577@explorer2.clark.net>
Subject: IN: KdP - Partai Uni Demokrasi Indonesia
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-l@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 3815

INDONESIA-L

BINTANG PAMUNGKAS PROKLAMIRKAN PARTAI BARU

Jakarta, [KdP].
    Belum lami seminggu Soeharto memberi sinyal tak perlunya partai baru,
Rabu siang ini [29/5-96], Sri Bintang Pamungkas proklamirkan partai baru :
PUDI [Partai Uni Demokrasi Indonesia]. " Kami perlu mulai sejak sekarang,
serius memikirkan Indonesia Pasca Soeharto, " kata Bintang tentang partai
barunya.
    Menurutnya, program utama dari PUDI adalah melakukan reformasi di da
lam segala aspek kehidupan masyarakat. Baik di bidang politik, sosial, bu-
daya dan juga ekonomi.
    Bintang menjelaskan, bahwa saat ini tidak ada cara lain yang bisa dipilih
untuk memperjuangkan reformasi itu selain mendirikan partai politik. "Sudah
saatnya kita memilih cara-cara politik !," tandasnya. " Berpolitik adalah hak
setiap warga negara, ini dijamin oleh undang undang dasar, " seru Bintang
ketika membacakan manifesto politik PUDI.
    Dalam acara pembacaan deklarasi pendirian PUDI yang dihadiri tidak ku
rang dari 500 orang pendukung Sri Bintang Pamungkasi itu, nampak ratus-
an poster diacung-acungkan. "SBP pemimpin masa kini - untuk reformasi,"
bunyi poster-poster berukuran 50 x 80 cm itu.
    Pendirian PUDI ini menurut Bintang didorong oleh ketidak-percayaan
masyarakat terhadap perangkat-perangkat dalam sistem politik yang dibuat
oleh Orde Baru. Karena itu, " Kami memilih cara-cara politik untuk memper-
juangkan berbagai kerusakan politik, " jelasnya.
    "Kami akan terlebih dahulu memperjuangkan pencabutan Paket 5 Undang
-Undang Politik yang selama ini menjadi penghambat utama kebebasan ber-
politik di negeri ini," ujar Saleh Abdullah ,-sekretaris PUDI. " Bila perlu
kami
akan mendesak partai-partai yang ada di parlemen seperti PPP dan PDI untuk
bersama-sama memperjuangkannya, " tambah Saleh.
    Bila peraturan tentang kepartaian lama -- yang hanya mengakui keberadaan
Golkar, PPP dan PDI -- telah berhasil dicabut, maka baru PUDI akan ikut
bertarung dalam pemilihan umum. Untuk Pemilu tahun 1997 nanti, " Kami
malah menolak Pemilu, " kata Bambang Beathor Suryadi wakil PIJAR Indonesia
yang juga duduk sebagai sekertaris PUDI.
    Dalam pandangan Beathors, perangkat sistem politik dan sistem pemilihan
sekarang tidak demokratis. Karena itu, " Pemilu tidak sah (legitimate)," kata
Beathors tegas.
    Dalam bidang ekonomi, PUDI mencanangkan reformasi terutama untuk
menghapus praktek-praktek monopoli dan berbagai bentuk inefisiensi yang
mengurangi daya saing produk-produk Indonesia di pasar global. " Disamping
itu, kami juga bertujuan menghapuskan segala dominasi dan eksploitasi ekonomi
golongan tertentu terhadap golongan lainnya," seru Julius Usman.
    Julius Usman, -tokoh angkatan 66-, duduk di jajaran kursi Ketua PUDI
bersama
tokoh angkatan 66 lainnya, Yoppie Lasut, Sunardi SH [Gerakan Rakyat Marhaen],
Saut Sirait [HKBP] dan Jimmy Alfons. ## [bm/wn]

KdP:

Adapun susunan lengkap pengurus Partai Uni Demokrasi Indonesia
yang baru diproklamirkan Sri Bintang Pamungkasi di Jakarta, Rabu
29 Mei 1996 adalah sebagai berikut :

MAJELIS PERTIMBANGAN PARTAI
 - Ir. Sanusi
 - Haji Johannes Cornellis Princen
 - Soebadio Sastrosatomo
 - Uce Rumaoi

KETUA UMUM : Sri Bintang Pamungkas
 - Ketua I Julius Usman
 - Ketua II Yoppie Lasut
 - Ketua III Sunardi, SH
 - Ketua IV Saut Sirait
 - Ketua V Jimmy Alfons

SEKERTARIS UMUM : Agustiana
                                     Andi
                                     Bambang 'Beathor' Suryadi
                                     Saleh Abdullah
                                  
BENDAHARA : Mangadang Napitupulu
                                   Jacob Hedang
                                   Hidayat