IN/MIL: RPK - Kapal Eks Jerman Ikut

From: apakabar@clark.net
Date: Sat Jul 13 1996 - 18:55:00 EDT


Subject: IN/MIL: RPK - Kapal Eks Jerman Ikut Latihan Perang TNI AL

INDONESIA-P

X-within-URL: http://www.republika.co.id/9607/13/13KAPAL.124.html

   Republika Online [LINK] [INLINE] [ISMAP] Sabtu, 13 Juli 1996
   
                  KAPAL EKS JERMAN IKUT LATIHAN PERANG TNI AL
                                       
   
   SURABAYA -- TNI Angkatan Laut kembali menggelar latihan perang Armada
   Jaya XIX. Kali ini melibatkan sekitar 10 ribu personil gabungan.
   Dilengkapi pengunaan sistem senjata armada terpadu (SSAT) dari
   kesatuan TNI AL, TNI AD dan TNI AU. Misalnya pesawat tempur blue
   falcon F-16, 18 kapal perang eks Jerman (10 Frosch), 8 kapal Parchim
   dan 2 kapal Kondor.
   
   Menurut Deputy Bidang Operasi (Daops) KSAL Laksamana Muda TNI Bambang
   Purwadi, daerah pendaratan berada di dua tempat. Kawasan Asembagus -
   Banyuwangi, Jatim dan Singkep, Kepulauan Riau. Pelaksanaannya
   berlangsung mulai Kamis (11/7) hingga 5 Agustus mendatang. "Pendaratan
   dilakukan secara serentak tapi terpisah," kata Bambang pada wartawan
   seusai upacara peresmian latihan di Kodikal, Surabaya, Kamis (11/7).
   
   Berbeda dengan latihan Armada Jaya XVIII. Latihan Puncak Armada Jaya
   XIX kali ini jumlah personil lebih banyak. Kelengkapan persenjataan
   semakin beragam. Pemakaian pesawat tempur F-16 misalnya. Menurut
   Bambang, pesawat ini memiliki fungsi ganda. "Bisa untuk penyergaban
   pesawat terbang lawan. Membidik sasaran di laut dan darat. Kecuali
   perlindungan juga serangan udara guna mendukung armada di laut,"
   jelasnya.
   
   Ihwal porsi kesatuan lain diperbesar, dimaksudkan untuk persiapan
   latihan gabungan (Latgab) ABRI mendatang. Sedang fokus latihan selain
   meningkatkan kesiapan operasional unsur TNI AL: SSAT, perangkat lunak,
   taktik, prosedur serta operasi amfibi. Dana untuk latihan? "Tidak
   sampai satu miliar. Sekitar 800 juta rupiah," kata Bambang.
   
   Amanat KSAL yang dibacakannya menegaskan, TNI AL sebagai bagian
   integral ABRI memandang bahwa tuntutan kemampuan yang profesional,
   efektif, efesien dan modern mutlak diperlukan. Dalam aspek pertahanan,
   laut merupakan ruang juang penyelanggaraan keamanan negara guna
   menjamin kepentingan nasional.
   
   Latihan kali ini. tambah Bambang, mengandung nilai turut menciptakan
   kondisi keamanan dalam negeri (Kamdagri). "Karena, dalam rangka
   menciptakan stabilitas nasional, TNI AL berkewajiban turut menciptakan
   kondisi yang menguntungkan terhadap Kamdagri tadi. Termasuk situasi
   menjelang Pemilu," katanya menjelaskan tentang tajuk latihan Armada
   Jaya XIX: 'Meningkatkan kemampuan sistem senjata Armada terpadu (SSAT)
   untuk menjamin stabilitas keamanan di laut dalam rangka mensukseskan
   pelaksanaan Pemilu 1997.
   
   Dalam kesempatan yang sama, Komandan Gusus Tempur Laut (Danguspurla)
   Armada Timur Laksamana Pertama TNI Fritz AC Amantiri menjelaskan,
   total kekuatan armada laut untuk latihan sebanyak 51 buah. 47 buah
   unsur TNI AL. Sedang empat sisanya armada angkutan laut nasional.
   Masing-masing milik PT Pelni, Pertamina dan Kepolisian Pengamanan Laut
   dan Pantai (KPLP).
   
   Diperkuat unsur udara milik TNI AL terdiri 3 buah CN-212, 4 buah N-22,
   3 buah Heli Bell, 2 Heli BO-105 dan 1 buah Boeing 727. Dua batalyom
   Marinir (1.300 Surabaya dan 1.110 Jakarta). Unsur Pangkalan, Lantamal
   II dan Lantamal III. Unsur TNI AD 6.500 personil Divisi 1 Kostrad.
   Wilayah latihan meliputi Laut Jawa, Perairan Utara Madura, Pantai
   Asembagus, Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut Singket, Kepulauan
   Riau. esa®MDBO¯®MDNM¯