IN: Pernyataan Pembela Kemerdekaan

From: apakabar@100-mail.clark.net
Date: Sun Aug 18 1996 - 07:51:00 EDT


From: apakabar@100-mail.clark.net (John MacDougall)
Subject: IN: Pernyataan Pembela Kemerdekaan Indonesia

Forwarded message:
From owner-indonesia-l@igc.org Sun Aug 18 01:02 EDT 1996
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Date: Sat, 17 Aug 1996 19:48:54 -0400 (EDT)
From: apakabar@CLARK.NET
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199608172348.TAA27676@explorer2.clark.net>
Subject: IN: Pernyataan Pembela Kemerdekaan Indonesia
To: apakabar@CLARK.NET
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-l@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 4909

INDONESIA-L

Date: Sat, 17 Aug 1996 14:12:38 +0200 (MET DST)
To: apakabar@clark.net
From: peace@xs4all.nl (mira)
Subject: pernyataan 17 Agustus 1996

          PERNYATAAN PEMBELA KE-MERDEKA-AN INDONESIA
                     17 AGUSTUS 1996

     Pada tanggal 17 Agustustus 1945 Kemerdekaan Indonesia telah di
proklamasikan sebagai Negara Republik berdasar atas NEGARA HUKUM
(Rechsstaat) dan pemerintah berdasar atas sistem KONSTITUSI (Hukum Dasar).
Dalam Pembukaan UUD 45 dan pernyataan para pendiri bangsa Indonesia telah
dinyatakan bahwa tujuan Negara , yaitu "melindungi Segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". Cita-cita
dasar kemerdekaan bangsa Indonesia 1945 yang murni dan bebas dari segala
penindasan atas hak rakyat Indonesia pada tanggal 30 September 1965
dirampas kembali dengan cara pengambil alihan kekuasaan dibawah pimpinan
jedral Soeharto, yang didukung oleh Amerika, Eropa dan Jepang, dan
pembunuhan massal lebih dari satu juta manusia.
     Perlakuan kekerasan militer terhadap Perjuangan hak konstitusional
atas legalitas Megawati sebagai ketua DPP-PDI dan menindas pejuang pro
Demokrasi atas hak hukum untuk mencapai Pemerintahan yang lebih Demokratis
dan bebas dari penindasan rakyat adalah terbukti bahwa di Indonesia tidak
ada keadilan sosial dan hak asasi manusia. Kita lihat pada para korban
pejuang yang gugur penuntut keadilan sosial-kerakyatan berdasarkan UUD 45
dan Pancasila:

- Perlakuan cara kerja teroris gaya militer facsis dari regim 'Orde Baru'
terhadap penangkapan, penculikan, pembunuhan misterius dan penyiksaan
tahanan politik para pejuang pro demokrasi, seperti Dita Sari (ketua PPBI),
Mochtar Pakpahan (ketua SBSI), Budiman Sudjatmiko (ketua PRD) dan Pramoedia
Ananta Toer( ex-Tapol, penulis roman).
- Memberlakukan peraturan TEMBAK DI TEMPAT pada Demonstrasi-dmonstrasi
untuk menuntut keadilan sosial dan hak asasi kemanusiaan dan memberlakukan
peraturan dalam KEADAAN DARURAT.
- Perampasan dan penyerbuan gedung DPP-PDI pusat dengan mengorbankan para
pejuang pro-demokrasi pada tanggal 27 dan 28 juli 1996 oleh SOERYADI
sebagai Ketua illegal partai PDI melalui kongres rekayasa diktator militer
jendral SOEHARTO di Medan.
- Perlakuan kekerasan militer angkatan laut-infanteri, angkatan darat dan
polisi huru hara menyiksa dengan pukulan dan tendangan sepatu lars sangat
kejam terhadap aksi mogok mogok 20.000 buruh yang tergabung dengan gerakan
pro demokrasi dibawah koordinasi PRD pada tanggal 8/7/96 dan 9/7/96 di
Surabaya.
- Perlakuan kekerasan militer terhadap demonstrasi mahasiswa di Ujung
Pandang pada tanggal 22 April 1996 untuk menuntut pencabutan kembali
peraturan kenaikan harga tarif-transportasi.
- Perlakuan kekerasan militer terhadap demonstrasi 'Tanjung Priok' pada
tahun 1983 dengan korban lebih dari 500 orang.
- Melakukan pembunuhan massal pada aksi penyerangan dan pendudukan rakyat
Maubere pada tahun 1975 dengan korban lebih dari 200 000 manusia ( 1/3 dari
jumlah penduduk).
- Melakukan pembunuhan massal dan pembunuhan misterius terhadap rakyat
Aceh, Papua, Lampung dan rakyat penuntut hak atas tanah garapan serta hak
atas perbaikan hidup buruh.
   
     Kekuasaan rejim Militer-Fascis 'Orde Baru' telah berlangsung lebih
dari 30 tahun dan secara jelas, ditandai dengan perampasan kembali dan
menindas atas hak kemerdekaan hidup rakyat Indonesia serta sebagai negara
absolutisme penjajah rakyat Maubere yang baru merdeka dari penjajahan
Portugal, telah melanggar CITA-CITA DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA.
Dengan ini secara sadar bahwa Regim 'Orde Baru' dibawah pimpinan jendral
Soeharto adalah pelaku subversif utama dan pencipta makar.
Dengan ini kami sebagai pembela kemerdekaan negara Indonesia menyerukan
untuk lebih merapatkan barisan demi meneruskan perjuangan murni PRO-
DEMOKRASI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta
menghargai kemanusiaan.

Den Haag, 17 Agustus 1996
     
***************************************************************************
PERNYATAAN INI dibacakan dalam rangka AKSI SOLIDARITAS 17 AGUSTUS 1996 di
Den Haag yang di organisir oleh BATAU'95, GOUDA bekerjasama dengan
Koordinasigroep Pendukung Perjuangan Rakyat di Indonesia`(AKSI SETIAKAWAN,
GERAKAN, INFOHD, YAYASAN TRAGEDI, TANAH AIR, TAPOL).

PERNYATAAN INI diteruskan dan disampaikan ke KBRI, Kedutaan Amerika,
Inggris, Australia, Portugal, Jerman, Belanda dan Kementrian Luarnegri Belanda.

INFORMASI LENGKAP: http://www.xs4all/~peace

***************************************************************************
         
----------------------------------------------
Coordinationgroup for solidarity to the peoples resistance in Indonesia
http://www.xs4all.nl/~peace
Email: peace@xs4all.nl
Tel/Fax: 31 (0) 20 6716597