IN/MIL: MI - Hartono: Tidak Ada Lag

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Aug 23 1996 - 07:28:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by clark.net (8.7.1/8.7.1) id KAA02631 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Fri, 23 Aug 1996 10:23:56 -0400 (EDT)
Subject: IN/MIL: MI - Hartono: Tidak Ada Lagi Pergantian Pangdam ...

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Fri Aug 23 00:23 EDT 1996
Content-Transfer-Encoding: 8bit
Date: Thu, 22 Aug 1996 21:16:58 -0400 (EDT)
From: apakabar@clark.net
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199608230116.VAA27949@explorer2.clark.net>
Subject: IN/MIL: MI - Hartono: Tidak Ada Lagi Pergantian Pangdam ...
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL24alpha3]
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Length: 3707

INDONESIA-P

      Kamis, 22 Agustus 1996
      
KSAD: Tidak Ada Lagi Pergantian Pangdam Penyanderaan itu Pola Teroris

   
   
   
     _________________________________________________________________
   
   SURABAYA (Media): Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI HR
   Hartono menegaskan sampai pemilu mendatang tidak ada lagi pergantian
   Pangdam. "Secara fisik mereka (Pangdam-red) akan dipertahankan sampai
   selesainya pemilu."
   
   KSAD Jenderal TNI Hartono mengemukakan hal itu di Surabaya kemarin
   menjawab pers seusai memberikan ceramah pada seminar 'Orde Baru dan
   Visi Masa Depan' yang diselenggarakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa
   Islam (KAHMI).
   
   Namun demikian, kata KSAD lagi, kemungkinan pergantian tersebut tetap
   terbuka. "Tetapi mungkin ada faktor-faktor lain, semua itu masih akan
   kita lihat nanti," ujarnya.
   
   Kepada KSAD wartawan menanyakan kemungkinan pergantian Pangdam lainnya
   menyusul pelantikan Mayjen TNI Agum Gumelar (Pangdam Wirabuana) dan
   Mayjen TNI Johny Lumintang (Pangdam Trikora) serta Mayjen TNI Bambang
   Yudhoyono (Pangdam Sriwijaya yang dilantik Jumat nanti).
   
   "Kami belum ada rencana dan belum terpikirkan adanya penggantian
   Pangdam lainnya," kata Hartono sembari menambahkan bahwa isu itu jelas
   tidak benar. "Rencananya saja belum terpikirkan bagaimana harus
   dijawab tentang detailnya," katanya.
   
   Ketika ditanya lebih lanjut tentang faktor-faktor lain itu, Jenderal
   Hartono mengatakan, "Mungkin situasi nasional atau kondisi yang
   bersangkutan bisa saja terjadi perubahan," katanya lagi sembari
   menegaskan bahwa sampai pemilu tidak ada lagi pergantian Pangdam.
   
   Penyanderaan
   Sementara itu menyinggung soal penyanderaan yang dilakukan kelompok
   Yogie terhadap 12 karyawan PT Djajanti Grup di Mimika, Irian Jaya
   dinilai KSAD sebagai tindakan yang menggunakan pola teroris.
   
   "Cara yang mereka gunakan dengan menyandera orang untuk memenuhi
   tuntutannya adalah cara teroris. Sejak dulu sudah saya ingatkan akan
   munculnya pola semacam ini," ujar Jenderal Hartono.
   
   Model teroris semacam itu, menurut dia harus ditangani secara serius
   dan tegas serta tuntas sebab jika tidak bisa membahayakan bagi
   persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah terjalin selama ini.
   
   Ditanya mengenai keterlibatan LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang
   memfokuskan dirinya dalam wahana lingkungan hidup, KSAD menjelaskan,
   sesuai dengan pernyataan Pangab Jenderal TNI Feisal Tanjung bahwa
   kemungkinan ada LSM terlibat, barangkali ada benarnya, namun sejauh
   ini pihaknya masih akan mencari bukti-bukti kongkrit.
   
   "Kita akan buktikan karena memang ada petunjuk itu. Namun, kita masih
   melihat dulu sejauh mana keterlibatan mereka. Kalau Pangab sudah
   mengatakan ada yang terlibat, mestinya sudah ada tanda atau petunjuk
   ke arah tersebut," ujarnya.
   
   Ia juga mensinyalir bukan hanya satu LSM yang terlibat, mungkin lebih
   dari satu. Apakah itu dari luar ataupun dalam negeri belum bisa
   diketahui. Selama ini yang diperoleh hanya petunjuk awal yang akan
   dicarikan buktinya lebih dulu.
   
   "Bila nanti ditemukan petunjuk bahwa ada LSM terlibat, kita akan
   meminta keterangan dari mereka," katanya.
   
   Saat ditanya wartawan tentang kemungkinan ada pihak lain ingin
   membantu membebaskan para sandera--seperti halnya Palang Merah
   Indonesia (PMI)--secara tegas KSAD menolaknya.
   
   "Tidak ada jembatan kalau model-model begini. ABRI masih mampu.
   Kekuatan Kodam Trikora juga melibatkan rakyat sehingga tidak perlu ada
   pasukan," ungkapnya.(Edi/FL/D-12)
     _________________________________________________________________