IN/KESRA: KMP - Indonesia di Urutan

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Sep 04 1996 - 18:14:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id VAA01168 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Wed, 4 Sep 1996 21:14:19 -0400 (EDT)
Subject: IN/KESRA: KMP - Indonesia di Urutan 102 dalam IPM

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Wed Sep 4 21:03 EDT 1996
Date: Thu, 5 Sep 1996 00:28:23 GMT
From: apakabar@clark.net
Message-Id: <199609050028.AAA145980@smtp-gw01.ny.us.ibm.net>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN/KESRA: KMP - Indonesia di Urutan 102 dalam IPM
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Light Version 1.5.2
X-Sender: apakabar@ozemail.com.au (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Content-Length: 2716

INDONESIA-P

http://www.kompas.com/9609/05/EKONOMI/indo.htm
Kompas Online
Kamis, 5 September 1996
                                      
     _________________________________________________________________
                                      
                       Indonesia di Urutan 102 dalam IPM
                                       
   Jakarta, Kompas
   
   Laporan terakhir tentang Human Development Index (HDI-Indeks
   Pembangunan Manusia) yang dikeluarkan United Nations Development
   Programme (UNDP) tahun 1996, menyebutkan Indonesia berada di urutan
   102 dari 174 negara yang dibandingkan. Tapi peringkat tersebut sukar
   diinterpretasikan karena jumlah negara yang dibandingkan selalu
   mengalami perubahan.
   
   Untuk melihat kinerja pembangunan manusia di suatu negara, sejak tahun
   1990 UNDP menghitung apa yang dikenal dengan istilah HDI. Kemudian
   hasilnya diterbitkan dalam pulikasi tahunan dalam bentuk Human
   Development Report (HDR).
   
   Dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/9), Kepala Biro Pusat Statistik
   (BPS), Sugito Suwito mengatakan, peringkat yang dibuat UNDP sulit
   ditafsirkan karena bisa jadi metodologi penghitungan HDI yang
   digunakan negara lain berbeda dengan Indonesia.
   
   "Membandingkan peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara
   dalam suatu tahun harus ditafsirkan secara hati-hati karena perbedaan
   peringkat, tidak mustahil terjadi karena adanya perbedaan kualitas
   data antarnegara. Peringkat Indonesia di urutan 102, merupakan posisi
   yang tidak terlalu menggembirakan," ujarnya.
   
   IPM adalah suatu indeks komposit yang terdiri dari tiga komponen yaitu
   angka harapan hidup, indikator pendidikan (gabungan antara angka melek
   huruf dan rata-rata lama sekolah), dan paritas daya beli. Komponen
   pertama menggambarkan tentang derajat kesehatan, sedangkan komponen
   kedua melukiskan soal tingkat keterampilan dasar dan pengetahuan
   penduduk suatu wilayah.
   
   Komponen ketiga, menggambarkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan
   hidup sehari-hari. "Ketiga komponen tersebut secara bersama-sama
   diharapkan dapat menggambarkan secara minimal kinerja pembangunan
   manusia suatu masyarakat. Skala IPM terletak antara 0 (menggambarkan
   keadaan terburuk) dan 100 (menggambarkan keadaan terbaik atau ideal,"
   jelas Sugito. (gun)
   
   Peringkat IPM Indonesia dalam HDR Tahun 1990-1996
   Tahun Peringkat Jumlah Negara Tahun Data
   Publikasi Indonesia yang Dibandingkan yang Digunakan
   1990 76 130 1985-1987
   1991 98 160 1985-1990
   1992 98 160 1990
   1993 108 173 1990
   1994 105 173 1992
   1995 104 174 1992
   1996 102 174 1993
   Sumber: UNDP, Human Development Report (HDR) 1990-1996