IN/POL: KMP - Daftar Caleg Golkar T

From: apakabar@clark.net
Date: Mon Sep 09 1996 - 18:02:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.7.1/8.7.1) id VAA07939 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Mon, 9 Sep 1996 21:02:03 -0400 (EDT)
Subject: IN/POL: KMP - Daftar Caleg Golkar Tersusun

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Mon Sep 9 20:49 EDT 1996
Date: Tue, 10 Sep 1996 07:04:37 -0700
From: indonesia-p@igc.apc.org
Message-Id: <199609101404.HAA22149@server.indo.net.id>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN/POL: KMP - Daftar Caleg Golkar Tersusun
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Light Version 1.5.2
X-Sender: apakabar@ozemail.com.au (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Content-Length: 6281

INDONESIA-P

http://www.kompas.com/9609/10/UTAMA/daft.htm
Kompas Online
Selasa, 10 September 1996
                                      
     _________________________________________________________________
                                      
Daftar Caleg Golkar Tersusun

  * Caleg Jabar Meninggal Dunia
  
   Jakarta, Kompas
   
   Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar telah menyusun 850 nama calon
   anggota legislatif untuk Pemilu 1997. Para caleg tersebut hari Senin
   (9/9) hadir di kantor DPP Golkar Slipi Jakarta untuk mendapat
   pengarahan tentang tata cara pengisian formulir caleg yang dikeluarkan
   oleh Lembaga Pemilihan Umum (LPU).
   
   "Golkar sudah siap mengirimkan nama-nama calegnya untuk dimasukkan
   dalam DCS (daftar caleg sementara - Red)," tutur Sekjen DPP Golkar,
   Ary Mardjono, usai memberi pengarahan kepada para caleg.
   
   Batas waktu penyerahan DCS dari masing-masing organisasi peserta
   Pemilu (OPP) kepada panitia Pemilihan Indonesia (PPI) tanggal 16
   September. "Caleg dari Golkar harus sudah menyerahkan semua
   persyaratan administrasi dan mengisi formulir dari LPU kepada DPP
   tanggal 12 September," ujar Ary Mardjono.
   
   Sejak pukul 09.00 WIB para caleg telah berdatangan di Kantor DPP
   Golkar. Pengarahan yang diselenggarakan secara bergelombang
   berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Di tengah-tengah pengisian
   formulir absensi caleg, tiba-tiba Ketua Fraksi Karya Pembangunan
   (F-KP) DPRD I Jabar, H Tarman Sastra Dikarna jatuh pingsan, dan segera
   dilarikan dengan mobil Ny Wiranto - istri Pangkostrad Letjen TNI
   Wiranto - ke RS Harapan Kita. Namun, caleg untuk daerah pemilihan
   Jabar ini tidak tertolong lagi, dan meninggal dunia di rumah sakit.
   
   Wajah lama
   
   Anggota DPR masa bakti 1993 -1998 yang tampak hadir dalam pengarahan
   antara lain Wakil Ketua Komisi I DPR Abu Hasan Sazili, Zamharir AR
   (Komisi I), Marwah Daud Ibrahim (Komisi I), Theo Sambuaga (Komisi I),
   Kamil Shahab (Komisi I), Sjamsul Mu'arif (Komisi II), Salvador
   Januario Ximenes Soares (Komisi II), Zamroh Zatar (Komisi V), Syaiful
   MD (Komisi VI), Rully Chairul Azwar (Komisi VII), Djoko Purwongemboro
   (Komisi VIII), Slamet Effendi Yusuf (Komisi IX), Kafrawi Ridwan (IX),
   Mahadi Sinambela (Komisi X), Herman Widyananda (X), Muba Kahar Muang
   (Komisi APBN).
   
   Hadir ikut mengisi fomulir absensi, dan mengambil formulir caleg,
   namun dapat dipastikan hanya menjadi calon untuk anggota MPR,
   masing-masing Warno Hardjo, Ismael Hassan, dan Aulia Rahman. Ketiga
   anggota DPR dari F-KP ini terkena ketentuan SK DPP Golkar No 169/1995.
   Dalam SK tersebut ditetapkan kader Golkar yang telah empat kali
   menjadi anggota DPR tidak dapat dicalonkan kembali. Dan kader yang
   telah berusia di atas 65 tahun tidak dicalonkan. Ketiga fungsionaris
   DPP Golkar tersebut telah empat kali menjadi anggota DPR.
   
   Dari kalangan dunia usaha, turut dalam pengarahan antara lain,
   Enggartiasto Lukito (mantan Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia -
   REI), Bambang Wiyogo Atmodarminto (Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha
   Muda Indonesia (HIPMI), dan Eki Syahruddin.
   
   Dari jajaran DPP Golkar turut mengisi formulir absensi, dan mengambil
   map berkas kelengkapan administrasi anggota DPR RI dalam Pemilu 1997,
   antara lain Ketua DPP Golkar Abdul Gafur, Ketua DPP Golkar Pinantun
   Hutasoit, Wakil Bendahara Gunariyah K Mochdie, Bambang Riyadi Soegomo,
   Ketua Departemen Penerangan, Penerbitan, dan Media Massa Sofjan Lubis
   -yang juga Ketua Umum PWI Pusat-dan A Alatas Fahmi, Ketua Departemen
   Cendekiawan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Hubungan Luar Negeri
   Burhan Magenda, Ketua Departemen Seni Budaya Ais Anantama Said, Ketua
   Departemen Koperasi dan Wiraswasta Fahmi Idris, dan Ketua Departemen
   Pengabdian Masyarakat Tantyo Sudharmono.
   
   Caleg Golkar dari kalangan organisasi kemasyarakatan, antara lain,
   Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Chalid Mawardi, Ketua Umum DPP
   Pemuda Pancasila Yapto Suryosumarno, Ketua DPP Pemuda Pancasila Yoris
   Raweyai, serta Ketua Umum DPP KNPI Tubagus Haryono
   
   DCS Golkar juga diisi nama-nama 21 mantan anggota Fraksi ABRI DPR,
   yang mengalami penggantian antar waktu beberapa waktu lalu. Nama-nama
   lain yang hadir dalam pengarahan bagi caleg Golkar, yakni Sri Sultan
   Hamengku Buwono X, mantan Ketua Umum DPP KNPI Abdullah Puteh, Wakil
   Gubernur DKI Jakarta RS Museno, Ketua Bulog Beddu Amang, dan Ansel da
   Lopez - wartawan.
   
   Para caleg yang hadir dalam pengarahan tersebut mengaku tidak
   mengetahui nomor urut pencalonannya di dalam DCS. Daftar absen yang
   harus ditandatangani untuk pengambilan formulir caleg disusun
   berdasarkan urutan alfabetis nama caleg, dan dipilah-pilah berdasarkan
   Korwilnya (koordinator wilayah).
   
   Dari daftar absen tersebut tampak bahwa beberapa nama anggota DPR masa
   bakti 1993 - 1998 untuk daerah pemilihan NTT, dipastikan tidak akan
   dicalonkan kembali. Mereka adalah, Ben Messakh, Ny Nafsiah Mboi,
   Safrinus Suardi, dan Joanes Riberu.
   
   Sejak setahun lalu
   
   Menurut Ary Mardjono, penyusunan daftar caleg tersebut telah dimulai
   sejak satu tahun yang lalu. Pada awal penyaringan terjaring 60.000
   nama. "Setelah proses panjang, mulai dari penyaringan di tingkat DPD
   I, lalu dikembalikan ke DPP, dilanjutkan dengan pembahasan oleh
   pimpinan tiga jalur tingkat pusat, akhirnya inilah daftar yang
   diputuskan," tutur Sekjen DPP Golkar yang dicalonkan untuk daerah
   pemilihan Jatim.
   
   Ditegaskan, daftar yang telah tersusun tersebut tidak akan berubah
   lagi. "Hanya bisa berubah kalau caleg tersebut meninggal dunia," ujar
   Ary Mardjono.
   
   Dijelaskan, program berikutnya yang harus diikuti oleh para caleh
   adalah pendidikan dan latihan (diklat) juru kampanye, pada bulan
   Februari - Maret 1997. "Mereka harus jadi jurkam, karena mereka juga
   punya kewajiban untuk menjadi pengumpul suara," tegasnya.
   
   Sekjen DPP Golkar ini mengakui, bahwa daerah pemilihan caleg tidak
   harus sama dengan daerah asalnya. "Caleg untuk satu daerah tidak harus
   putra daerah setempat. Tapi saat kampanye mereka bisa saja kita bawa
   ke daerah asalnya, meski tidak dicalonkan untuk daerah itu," tuturnya.
   (ely)