IN: MI - PDI tak Perlu Merengek Min

From: apakabar@access.digex.net
Date: Thu Oct 24 1996 - 18:30:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@access.digex.net>
Subject: IN: MI - PDI tak Perlu Merengek Minta Kursi Kepada Pemerintah

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Thu Oct 24 21:15:15 1996
Content-Transfer-Encoding: 7bit
Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
Date: Thu, 24 Oct 1996 17:36:40 -0400 (EDT)
From: indonesia-p@igc.apc.org
MIME-Version: 1.0
Message-Id: <199610242136.RAA18326@access4.digex.net>
Subject: IN: MI - PDI tak Perlu Merengek Minta Kursi Kepada Pemerintah
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: ELM [version 2.4 PL25]
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk

INDONESIA-P

X-within-URL: http://www.rad.net.id/online/mediaind/publik/9610/25/MI15-02.25.html

   
      Jum'at, 25 Oktober 1996
      
PDI tak Perlu Merengek Minta Kursi Kepada Pemerintah

     _________________________________________________________________
                                      
   JAKARTA (Media): Ketua Umum DPP PDI Soerjadi menegaskan PDI tidak
   harus merengek-rengek meminta kursi kepada pemerintah, baik untuk
   kursi DPRD tk II, DPRD tk I maupun DPR RI dan MPR RI dalam upaya
   meningkatkan perolehan suaranya, melainkan harus dengan kerja keras
   seluruh warga PDI.
   
   "Tidak mungkin kita merengek-rengek kepada Bupati atau Gubernur untuk
   minta kursi. Tolong dong Pak Bupati, saya dikasih kursi. Memangnya
   Bupati itu meubel," tandas Soerjadi di depan Rapat Pimpinan Daerah
   (Rapimda) PDI di Palu, Sulawesi Tengah, kemarin.
   
   Dalam Rapimda yang dihadiri seluruh pengurus DPC PDI se-Sulawesi
   Tengah, utusan komisaris Wilayah Kecamatan (Korwilcam) dan simpatisan
   PDI itu, Soerjadi mengungkapkan sebagai partai politik maka PDI harus
   mampu membangun partai dengan tidak terpengaruh oleh hasutan yang
   hanya memecahbelah kesatuan dan persatuan.
   
   "Sebagai anggota Parpol, PDI harus bersahabat dengan partai lain
   seperti Golkar dan PPP," tegasnya. Kemudian Soerjadi lebih banyak
   menguraikan program-program pelaksanaan pemilu dan konsolidasi partai
   dengan tekad PDI harus tetap eksis pada pemilu mendatang.
   
   Menurut Soerjadi, meski Golkar dan PPP sudah menentukan target
   perolehan suara dalam pemilu mendatang tetapi PDI tidak main
   target-targetan melainkan tetap optimis perolehan suaranya akan
   meningkat dari pemilu sebelumnya.
   
   Jika Golkar sudah menargetkan perolehan suara 70,2%, dan PPP
   menargetkan 23% perolehan suara, ungkapnya, maka PDI tetap optimis
   perolehan suaranya tetap baik. "Kalau kedua OPP sudah menargetkan
   demikian, lalu PDI apa," tuturnya.
   
   Meski demikian, tambahnya, PDI dalam pemilu kali ini tidak akan
   memilih tokoh-tokoh di luar kader partai untuk ditempatkan di posisi
   penting di tubuh partai maupun di DPR, meski yang bersangkutan orang
   populer.
   
   "Saya sudah kapok mencalonkan orang-orang yang bukan dikader oleh PDI.
   Siapa yang tidak kenal Sophan Sophiaan, dia itu artis yang dikenal
   semua orang. Juga siapa yang tak kenal Megawati, hanya karena
   kharismatik ayahnya sehingga banyak orang mengaguminya. Juga seperti
   halnya Kwik Kian Gie dan beberapa orang lainnya. Mereka itu sebelumnya
   kan saya tarik ke PDI namun setelah masuk PDI, mereka seperti lupa
   dari mana asal mereka," tuturnya.
   
   Menurut Soerjadi, semula orang tidak tahu mereka itu di Parpol mana,
   tetapi setelah berada di PDI, mereka seakan ingin berdiri
   sendiri-sendiri tanpa memperhatikan kepentingan partai dan berusaha
   menggaet partai berada di luar jalur. "Kita ini lahir dari Orde Baru
   bukan partai Orde Lama, makanya tidak mau ditunggangi oleh partai
   lain," tegasnya. (Man/EL/D-11)
     _________________________________________________________________