IN: BI - Tarif PLTU Bib Hasan Palin

From: indonesia-p@igc.apc.org
Date: Mon Nov 18 1996 - 00:10:00 EST


Subject: IN: BI - Tarif PLTU Bib Hasan Paling Murah

INDONESIA-P

14 Nov 96
   
  Tarif PLTU Bob Hasan paling murah
  
   
   JAKARTA (Bisnis): Pengusaha Mohamad 'Bob' Hasan-melalui konsorsium PT
   Dayalistrik Pratama-menjual listrik produksi PLTU Jabar kepada PLN
   dengan harga US$0,0606 per kWh.
   
   Harga listrik PLTU-yang dibangun dengan kapasitas 400 MW itu-tergolong
   paling murah dibandingkan dengan tujuh proyek listrik swasta lain yang
   telah menandatangani kontrak jual beli [PPA] dengan PLN.
   
   Kepastian penjualan listrik PLTU Jabar terwujud dengan
   ditandatanganinya power purchase agreement (PPA) antara Presdir PT
   Dayalistrik Pratama, Carlo del Corso dan Dirut PLN Djiteng Marsudi di
   Jakarta, kemarin.
   
   Konsorsium PT Dayalistrik Pratama beranggotakan PT Fenergi Cipta,
   Ansaldo Energia S.p.A [Italia] dan Sachsen Holding B.V. [AS] dengan
   komposisi saham 10%:45%:45%.
   
   Bob menggarap PLTU yang berlokasi di Kabupaten Serang itu melalui PT
   Fenergi Cipta yakni usaha patungan antara PT Nusamba [menguasai 90%
   saham] dan PT Kiani Metra Tujuhdua [10%].
   
   PLTU Jabar yang dirancang berkapasitas 400 MW dijadwalkan dioperasikan
   mulai 1999/2000. PT Dayalistrik Pratama menggarap proyek yang dibangun
   dengan dana US$564,2 juta [Rp 1,326 triliun] itu dengan pola build,
   operate, and owned (BOO) selama 30 tahun.
   
   Dengan tingkat harga US$0,0606 per kWh, tarif listrik dari PLTU Jabar
   itu merupakan yang termurah dari tujuh proyek pembangkit listrik
   swasta yang telah menandatangani kontrak penjualan de-ngan PLN.
   
   Tujuh proyek listrik swasta yang telah menandatangani PPA adalah PLTU
   Paiton Swasta I [US$0,082 per kWh], PLTU Paiton Swasta II [US$0,064
   per kWh], PLTU Tanjung Jati B [US$0,0645 per kWh], PLTGU Sengkang
   US$0,0655 per kWh], PLTU Sibolga [US$0,0655 per kWh], PLTU Amurang
   [US$0,067 per kWh] dan PLTGU Palembang Timur [US$0,0648 per kWh].
   
   Menurut del Corso, proyek PLTU Jabar akan memanfaatkan semaksimal
   mungkin kemampuan dalam negeri seperti pembuatan boiler yang
   disediakan oleh PT Babcock & Wilcox Indonesia, steel structures oleh
   PT Arkon Prima, dan engineering/construction PT Inti Karya Persada
   Teknik (IKPT).
   
   "PLTU Jabar akan dilengkapi dengan peralatan flue gass
   desulphurization yang dapat mengurangi kandungan SO2 se-hingga tidak
   mencemari lingkungan."
   
   Mentamben, I.B. Sudjana, pada kesempatan itu mengatakan proyek
   pembangkit listrik swasta yang telah disetujui pemerintah mencapai
   6.545 MW. (msl)