IN: BP - Budaya/Hukum Adat Dayak Ka

From: indonesia-p@igc.apc.org
Date: Sun Dec 08 1996 - 17:29:00 EST


Subject: IN: BP - Budaya/Hukum Adat Dayak Kalteng Diseminarkan

INDONESIA-P

9 Des
http://bjm.mega.net.id/bpost/harini/hibur/hibur2.htm

                                Diseminarkan,
                   Kebudayaan dan Hukum Adat Dayak Kalteng

Palangka Raya, BPost
     Sekitar 350 peserta akan mengikuti seminar dan lokakarya (semiloka)
mengenai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan Dayak dan Hukum Adat
Masyarakat Dayak Kalteng.
     Semiloka ini akan dilangsungkan di Gedung Wanita dan Hotel Melati
Wisata Palangka Raya pada 9 - 11 Desember 1996, ujar Ketua Lembaga
Musyawarah Masyarakat Dayak Kalteng Prof KMA Usop MA, pemrakarsa kegiatan
itu, Sabtu (7/12).
     Menurut Usop, dari 350 peserta, 45 di antaranya Demang Kepala Adat yang
tersebar di Kalteng dan sisanya budayawan, seniman, kalangan perguruan
tinggi negeri maupun swasta dan tokoh pemuda dari Kalsel, Kaltim dan Kalbar.

     Mereka yang akan tampil sebagai pembawa makalah dalam semiloka ini
antara lain Asisten Menteri Lingkungan Hidup (MKLH) Prof Dr Budi Santoso,
Institut Of Dayak Relegi Development (IDRD) Pontianak Drs Stefanus Djuweng,
Rektor Unpar Prof Dr Ir H Ali Hasymi MS MA, dosen senior dari Unlam
Banjarmasin H Abdurahhman SH, pakar adat dan hukum dari Universitas Gajah
Mada Djoko Sukismo SH CN serta Bupati Barito Utara Drs HA Dj Nihin.
     Ketua panitia pelaksana semiloka Lodi H Inuh SH mengatakan kegiatan itu
dilaksanakan atas kerjasama Yayasan Talusung Damar dengan Pusat Penelitian
Kebudayaan Unpar, didukung sepenuhnya oleh Pemda Kalteng.
     Menuru Lodi, semiloka bertujuan mengaktualisasi pengertian dan
pemahaman tentang kondisi sosial budaya Dayak -- baik dalam arti luas maupun
terbatas-- sehingga pembangunan yang sedang berjalan dapat diaplikasikan
sesuai dengan aspirasi dan kondisi sosial budaya mereka, sebagai apresiasi
dan wahana pembangunan yang berbudaya.
     Sisi lain, ujarnya, menggali dan menghimpun alternatif yang konkret dan
konstruktif guna menyeleksi, membina, mengembangkan serta melestarikan
berbagai kekayaan budaya Dayak dan hukum adat dalam rangka mendukung
percepatan pembangunan daerah dan masyarakat Kalteng.
     Selain itu, membentuk forum/lembaga komunikasi budaya dan hukum adat
antara masyarakat Dayak yang ada di daerah dalam rangka inventarisasi,
penelitian, pembinaan dan pengembangan dukomentasi serta publikasi kebudyaan
Dayak dan hukum adat di Kalteng, katanya.(sut)

--------------26EB31371F67--