IN: SM - Tersangka Iwik Dilepas dar

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Dec 18 1996 - 16:21:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.4/8.7.1) id UAA12688; Wed, 18 Dec 1996 20:16:55 -0500 (EST)
Subject: IN: SM - Tersangka Iwik Dilepas dari Tahanan

     [SUARA MERDEKA] [Image]

                                                     Kamis, 19 Desember 1996

     Tersangka Iwik Dilepas dari Tahanan

                          * Berita Acara Dikembalikan Lagi
                          * Tim Penasihat Hukum Terkejut
      DILEPAS: Dwi
      Sumaji (kiri) YOGYAKARTA - Dwi Sumaji alias Iwik (34),
      ketika tersangka kasus kematian wartawan Bernas Fuad
      dikunjungi Tim Muhammad Syafruddin (Udin), kemarin siang
      Pencari Fakta dilepas dari tahanan oleh Polda Daerah Istimewa
      Komnas HAM di Yogyakarta (DIY). Pelepasan itu menyusul
      tahanan, pengembalian Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
      beberapa waktu tersangka oleh Kejaksaan Tinggi. Begitu dilepas
      lalu. Kemarin dari tahanan, Iwik langsung disambut isak
      dia dilepaskan tangis haru oleh Ny Sunarti, istrinya, yang
      dari tahanan turut menjemput tersangka di Mapolda DIY. Turut
      Mapolda DIY. mendampingi keluarga Iwik, penasihat hukum
      (Foto: Suara Triyandi Mulkan SH, Eko Widiyanto SH, dan
      Merdeka/sgt-11) Djufri Taufik SH dari Lembaga Pembelaan Hukum
      -----------------(LPH) DIY.

     Bimo, putra satu-satunya, langsung minta digendong ayahnya, begitu
     Iwik keluar dari ruang tahanan. Sebelumnya, suami-istri itu
     langsung berpelukan. Keduanya sama-sama menitikkan air mata
     bahagia bisa kembali berkumpul, setelah ''dipisahkan'' sejak 22
     Oktober lalu. Sementara suami-istri tersebut melepas rindu, ketiga
     penasihat hukum Iwik dan keluarga yang lain menunggunya. Mereka
     pun ikut merasa haru atas keberhasilan usahanya memohon
     penangguhan penahanan kliennya. Setelah itu, Iwik dan istri
     beserta rombongan langsung menuju Kantor LPH di Jalan
     Pakuningratan 14 Yogyakarta.

     Saat suami-istri tersebut melepas rindu, Budi Kuncoro asal
     Wonosari, Gunungkidul, yang sedang tugas belajar di Chicago,
     Amerika Serikat, memberikan bantuan uang Rp 750 ribu yang diterima
     langsung oleh Sunarti. Bantuan uang tersebut dikumpulkan dari 12
     mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Chicago. ''Kami
     mahasiswa di sana selalu mengikuti perkembangan kasus Udin lewat
     internet. Kebetulan koran kita, seperti Suara Merdeka, Kompas,
     Suara Pembaruan, Republika, dan Media Indonesia masuk internet.
     Lewat itulah kami selalu mengikuti perkembangan kasus Udin,''
     katanya.

     Pelepasan Iwik dari tahanan berdasarkan Surat Perintah Penangguhan
     Penahanan Nomor Pol SPPP/85 C/XII/1996/Serse. Surat penangguhan
     penahanan tersebut tertanggal 18 Desember 1996 dan ditandatangani
     oleh Kaditserse Polda Letkol Pol Drs Hanifan.

     Merasa Bingung

     Pengacara Triyandi Mulkan menuturkan, merasa kaget dan bingung
     atas pelepasan Iwik yang begitu tiba-tiba. Meski sebelumnya LPH
     sudah empat kali kirim surat permintaan penangguhan penahanan ke
     Polda, tetapi surat permintaan itu tak pernah mendapat jawaban.
     Semula Triyandi Mulkan SH bersama Eko Widiyanto SH dan Djufri
     Taufik SH datang ke Polda DIY, hanya ingin menanyakan surat
     permintaan penangguhan penahanan Iwik yang pernah mereka kirimkan,
     karena dari empat surat yang telah dikirim tersebut belum ada
     jawaban.

     ''Sejak dua sampai tiga hari lalu, kami selalu berdiskusi mengenai
     surat tersebut. Karena empat surat yang saya kirim hingga kemarin
     tidak ada jawaban, akhirnya Selasa malam kami memutuskan Rabu pagi
     akan menghadap Kapolda untuk menanyakan empat surat yang saya
     kirim. Setelah bertemu, tidak tahunya Kapolda telah mempelajari
     surat tersebut dan beliau langsung mengatakan bisa. Terus terang,
     jawaban Kapolda itu mengejutkan kami,'' katanya.

     Tim penasihat hukum Iwik menghadap Kapolda pukul 10.00 sampai
     pukul 11.30. Namun, sekitar pukul 11.00 Kejaksaan Tinggi Negeri
     Yogyakarta mengembalikan BAP ke Polda untuk kali kedua. Menurut
     Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta Dr Soeparman SH, BAP yang
     diajukan polisi masih banyak kekurangan dan masih harus
     disempurnakan lagi. Sehubungan dengan hal itu, BAP dikembalikan ke
     Polda DIY.

     Namun, apa yang terjadi di Kejaksaan Tinggi, tim penasihat hukum
     Iwik mengatakan, sama sekali tidak tahu. Maka, setelah Kapolda Kol
     Pol Drs Moelyono Soelaiman mengatakan bisa mengabulkan permintaan
     penangguhan penahanan Iwik, pihaknya langsung menyambut baik
     keputusan itu. Pukul 11.30 tim penasihat hukum LPH diminta untuk
     menemui Kaditserse Letkol Pol Drs Hanifan. ''Dalam pertemuan itu,
     semula kami hanya ingin minta jawaban atas empat surat yang telah
     kami kirimkan. Tetapi, yang terjadi malah permohonan kami
     dikabulkan,'' ujar Triyandi Mulkan dengan nada gembira, karena
     kliennya telah dibebaskan sementara.

     Yang mengherankan, di ruang Kaditserse, penasihat belum berbicara,
     tiba-tiba Kaditserse mengatakan, jika nanti Iwik keluar, agar
     dijaga kesehatannya dan keamanannya. ''Kami sempat bengong, tapi
     kami langsung merespons permintaannya itu.'' Dari ruang
     Kaditserse, sekitar pukul 12.00 mereka diantar ke ruang tahanan
     Iwik. ''Ketika kami beri tahu hari ini keluar, Iwik juga kaget.
     Seolah-olah tidak percaya, sambil tangannya gemetar, ia menangis
     merangkul kami,'' tutur Triyandi.

     Namun, sebelum Iwik meninggalkan Mapolda, Triyandi Mulkan meminta
     Ny Sunarti untuk datang menjemput suaminya. Tepat pukul 12.30,
     Iwik beserta keluarganya yang menjemput meninggalkan Mapolda
     menuju kantor LPH Yogyakarta.

     Kepada Suara Merdeka, Iwik yang kulitnya tampak lebih putih, meski
     wajahnya agak pucat, mengaku senang dapat keluar dari tahanan.
     ''Terus terang, saya bahagia sekali. Tapi maaf, saya belum bisa
     banyak bicara. Lain kali saja kita bicara lagi,'' jawabnya. Saat
     itu dia mengenakan celana panjang cokelat muda dan kemeja lengen
     pendek kembang-kembang warna cokelat muda.

     Setelah sampai di kantor LPH, dia berganti celana panjang hitam
     dan T-shirt warna abu-abu. Pakaian itu sengaja dibawa oleh
     istrinya untuk ganti. Selama di kantor LPH, Bimo, anak Iwik,
     selalu minta dekat dengan ayahnya. ''Sebaiknya jangan ditanya
     dulu, karena kondisi Iwik belum pulih total. Ia masih perlu banyak
     istirahat. Lain hari saja kalau tanya, biar kesehatannya pulih
     dulu,'' kata Triyandi Mulkan.

     Masih Ada Kekurangan

     Secara terpisah, Dr Soeparman SH mengatakan, BAP yang diajukan
     polisi ke Kajaksaan Tinggi kemarin terpaksa dikembalikan lagi,
     karena masih ada kekurangan dan masih banyak yang harus
     disempurnakan. Meskipun masa penahanan Iwik habis, penyidik masih
     bisa minta perpanjangan penahanan lewat Pengadilan Negeri Bantul.
     Menurutnya, seminggu lagi Kejaksaan Tinggi akan mengirim surat P19
     yang berisi petunjuk mengenai kekurangan-kekurangan dalam BAP.
     ''BAP sudah saya kembalikan ke Polda sekitar pukul 11.00 lewat
     petugas kami.''

     Sehubungan dengan dikabulkannya penangguhan penahanan Iwik,
     Triyandi Mulkan SH sangat menghargai kebijakan Kapolri yang tidak
     menginginkan Dwi Sumaji begitu lama dalam tahanan Mapolda. Di
     samping itu, dia tetap berkeyakinan, berdasarkan fakta hukum dan
     alibi yang kuat, Dwi Sumaji tidak cukup bukti untuk dijadikan
     tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Udin. Karena itu, dia
     sangat mengharapkan Kapolri untuk menghentikan penyidikan.

     Dia pun tetap siap membantu dan bekerja sama dengan Kapolri untuk
     mengungkap kasus kematian Udin. Selain itu, siap mengungkap tuntas
     pelaku sebenarnya, bersama tim yang akan diberi tugas dan perintah
     oleh Kapolri.Dia juga meminta Kapolri untuk mempercayakan
     pengungkapan kasus penganiayaan Udin kepada Polres Bantul,
     berdasarkan porsi dan kewenangannya, sebagaimana ditentukan KUHAP,
     dan Tim LPH siap membantu. Karena dia berkeyakinan, Kapolri
     beserta jajarannya mampu mengungkap tuntas tabir kematian Udin.
     Setelah Iwik keluar dari tahanan, langkah tim penasihat hukum
     selanjutnya adalah mempertegas status Iwik. ''Langkah kami
     selanjutnya mempertegas status Iwik, karena sekarang masih
     tersangka,'' kata Triyandi Mulkan. (sgt-11)