IN: KMP - Terminal Peti Kemas Batam

From: apakabar@clark.net
Date: Thu Jan 16 1997 - 14:00:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.4/8.7.1) id SAA12029 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Thu, 16 Jan 1997 18:00:04 -0500 (EST)
Subject: IN: KMP - Terminal Peti Kemas Batam Perlu Insentif

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Thu Jan 16 17:47:30 1997
X-Authentication-Warning: igc7.igc.org: Processed from queue /var/spool/mqueue-maj
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Date: Fri, 17 Jan 1997 08:37:05 +1100 (EST)
From: indonesia-p@igc.apc.org
Message-Id: <199701162137.IAA27117@oznet02.ozemail.com.au>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN: KMP - Terminal Peti Kemas Batam Perlu Insentif
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Version 1.4.4
X-Sender: apakabar@ozemail.com.au (Unverified)
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk

INDONESIA-P

http://www.kompas.com/9701/17/EKONOMI/term.htm
   Kompas Online
Jumat, 17 Januari 1997
                                      
     _________________________________________________________________
                                      
                   Terminal Peti Kemas Batam Perlu Insentif
                                       
   Batam, Kompas
   
   Terminal peti kemas (TPK) Pulau Batam bisa mengambil alih fungsi
   pelabuhan Singapura, jika pemerintah memberikan insentif bea masuk.
   Insentif berupa potongan tarif itu dikenakan untuk barang impor yang
   masuk melalui TPK Batam sebagai pelabuhan transito.
   
   Demikian Daniel Burhanuddin, Dirut PT Esqarada, perusahaan peti kemas
   terbesar di Batam kepada Kompas, Kamis (16/1). Daniel dihubungi
   berkaitan rencana Otorita Batam membangun terminal peti kemas terbesar
   di Asia, Asia Port di kawasan Kabil.
   
   "Wewenang mengusulkan pemberian insentif bea masuk kepada pemerintah
   ada pada Otorita Batam. Otorita Batam harus mampu melakukan terobosan
   ini," katanya. Daniel tidak memberikan angka pasti besarnya diskon ini
   karena sangat tergantung kondisi yang ada.
   
   Ia melihat, Indonesia mempunyai kemampuan membangun TPK Batam.
   Permasalahan yang kemudian dihadapi adalah upaya mencari pasar, karena
   Singapura sudah lebih dulu mempunyai TPK dan tidak akan rela
   melepaskan keuntungan yang selama ini diperolehnya. Insentif bea masuk
   merupakan bagian strategi pemasaran.
   
   Menurutnya, sistem BOT (built, operation, transfer) yang akan
   diterapkan pada TPK Batam sudah tepat. Tetapi, Daniel mengusulkan BOT
   hanya untuk jangka 30 tahun, agar swasta yang diajak kerja sama bisa
   segera mencari pasar untuk TPK Batam.
   
   "Saya sarankan untuk mengajak negara Eropa, -Belanda atau Inggris-
   untuk kerja sama sistem BOT ini," ujar Daniel. Selain itu, tambahnya,
   pengembangan SDM dapat dilakukan lewat sistem BOT ini.
   
   Berdasarkan master plan Pulau Batam, TPK Batam akan dibangun di
   kawasan Kabil melalui tiga tahap sampai tahun 2013. Ini akan
   berpasitas 16 juta TEU (ton equivalent unit).
   
   Daniel menyarankan, untuk mengejar ketertinggalan dari Singapura
   hendaknya TPK ini sudah mulai beroperasi penuh sebelum diberlakukannya
   Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) tahun 2003. (gg)