IN: Tambang Batubara di Taman Nasio

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Feb 11 1997 - 13:52:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id RAA05883 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Tue, 11 Feb 1997 17:52:23 -0500 (EST)
Subject: IN: Tambang Batubara di Taman Nasional Kutai

INDONESIA-L

Date: Mon, 10 Feb 1997 16:22:13 -0500 (EST)
To: apakabar@clark.net
From: ba16@cornell.edu (Ben Abel)
Subject: IN: Tambang batu bara di taman nasional Kutai

>PRESS RELEASE
>No.2/Feb/1997
>MAHASISWA PENYAYANG FLORA FAUNA FAHUTAN UNMUL
>Kampus Gunung Kelua Po.Box 13, Samarinda 75123
>
>
>Taman Nasiosal Kutai yang terletak di Bontang, Kutai, Kalimantan Timur
>adalah satu-satunya Taman Nasional yang ada di Kalimantan Timur saat ini.
>Pelbagai jenis flora dan fauna baik yang endemik dan non endemik terdapat d=
i
>sini. Di TNK setidak-tidaknya terdapat =85.jenis flora dan =85=85jenis=
 fauna yang
>l yang termasuk ke dalam jenis langka di dunia. Dari beberapa fungsi sebuah
>taman nasional, TNK memiliki fungsi lindung yang berperan untuk melindungi
>spesies-spesies makhluk hidup yang hidup di dalamnya.
>
>Serbuan dari banyak investor yang berusaha untuk menggali kekayaan alam di
>dalam dan sekitar areal TNK sangat merisaukan hati kita. Setidak-tidaknya
>saat ini terdapat 3 HPH, 1 perusahaan tambang gas bumi, 2 perusahaan tamban=
g
>batu bara, 1 perusahaan pupuk yang mengubah gas bumi menjadi amoniak dan
>urea dan 1 perusahaan tambang minyak bumi yang mendulang uang dari kekayaan
>alam di dalam dan sekitar areal TNK. Menurut buku Kutai National Park,
>Developmental Plan 1992-1996 yang dikeluarkan oleh Dirjen PHPA Departemen
>Kehutanan RI, areal Pertamina yang merupakan salah satu perusahaan yang
>menambang minyak bumi memiliki areal konsesi meliputi seluruh areal TNK dan
>seluruh fasilitasi perusahaan termasuk kompleks karyawan berada di dalam
>areal TNK.
>
>Dengan demikian ada 1 perusahaan yang berada di TNK, dan 7 perusahaan
>lainnya berada di sekitar TNK yang berbatasan langsung dengan TNK. Walaupun
>keenam perusahaan lainnya berada di luar kawasan TNK, tetapi kenyataan di
>lapangan tidak ada batas yang jelas, jadi bukan hal yang mustahil kalau
>perusahaan beroprasi masuk ke dalam areal TNK. Dalam sejarah TNK sendiri
>sering kali terjadi perubahan luasan kawasan (dapat dilihat di lampiran).
>Perubahan luasan kawasan ini diataranya diakibatkan oleh masuknya perusahaa=
n
>ke lokasi kawasan. Dengan demikian dapat dibilang bahwa dalam sejarah TNK
>tidak ada kepastian luasan yang konsisten.
>
>Baru-baru ini terdengar bahwa akan ada perusahaan tambang batu bara baru
>bernama PT.Dwi Pangga Sakti Prima (DPSP) yang akan menambang batu bara di
>dalam areal kawasan TNK. Diperkirakan setengah (100.000ha) dari luasan TNK
>sekarang akan digali untuk diambil batu baranya. Setidak-tidaknya sudah ada
>pengakuan dari pihak perusahaan bahwa perusahaan sudah mendapat izin dari
>Mentri Pertambangan dan energi (Suara Kaltim, 28 januari 1997).
>Melihat ini, Mahasiswa Penyayang Flora Fauna Fakultas Kehutanan Unmul
>mengajukan beberapa pandangan, yaitu:
>
>1. Taman nasional Kutai yang memiliki fungsi lindung harus dijaga
>kelestariannya mengingat di dalamnya terdapat paling sedikit 3 jenis fauna
>endemik (asli) yaitu; Orang Hutan (Pongo pygmaeus), Rusa Sambar (Cervus
>unicolor), Burung Enggang Papan (Buceros rhinoceros), Burung Peregam
>(Ducula) dan masih banyak lagi spesies-spesies makhluk hidup lainnya yang
>berhabitat di areal TNK.
>
>2. Harus ada penegasan luasan kawasan TNK yang pasti dan konsistensi dari
>pemerintah untuk mempertahankannya serta harus ada batas yang jelas di
>lapangan sehingga tidak ada alasan bagi pihak-pihak manapun juga yang
>merusak areal TNK.
>
>3. Tidak konsistennya pemerintah dalam menjaga luasan TNK akan melemahkan
>pemerintah dalam menjaga areal kooservasi alam lainnya. Karena tidak
>konsitennya pemerintah dalam menjaga luasan areal TNK akan menimbulkan suat=
u
>anggapan bahwa adanya ketidakpastian sistim yang dimiliki oleh Indonesia
>dalam menjaga kelestarian alam .
>
>4. Kegiatan perusahaan tambang batu bara yang akan masuk ke dalam areal TNK
>akan sangat merusak makhluk hidup yang berhabitat di sana dan ampai saat in=
i
>diketahui bahwa areal bekas tambang batu bara kemudian menjadi danau-danau
>besar sangat sulit untuk direhabilitasi.
>
>5. Mapflofa Fahutan Unmul mendukung sikap Pemerintah Daerah Kaltim dalam ha=
l
>ini Wakil Gubernur yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana
>masuknya tambang batu bara ke areak TNK (Suara Kaltim, 28 Januari 1996) dan
>mendo=92akan agar Pemda Kaltim dapat terus menjaga sikapnya walau ada tekan=
an
>dari pemerintah pusat.
>
>
>
>Ketua Samarinda, 5 Februari 1996Mapflofa Fahutan
>Umum Umum Ketua Divisi
>Lingkungan Hidup
>
>
>
>Hery RomadhanNPA: DW.10017 Ade CahyatNPA: DW.09009
>
>
>
>
>SEKILAS TENTANG TAMAN NASIONAL KUTAI
>
>SEJARAH PERUBAHAN LUASAN TNK
>1. Diusulkan oleh geologist dari Belanda (Witkamp) tahun 1932 sekitar 2
>juta ha antara teluk Sangkulirang dan Sungai Mahakam. Rencananya untuk
>melindungi hutan dataran rendah karena areal ini diperkirakan cukup besar
>untuk melindungi Badak Sumatra dan Orang hutan.
>2. Tahun 1936, Suaka Margasatwa yang telah diijinkan dikurangi
>besar-besaran menjadi hanya 306.000 ha oleh Sultan Kutai dan Gubernur
>Pemerintahan Kolonial Belanda di wilayah itu.
>3. Tahun 1957, deklarasi ini disyahkan oleh Mentri Pertanian ketika nama
>Suaka Margasatwa diberi dengan luasan yang sama.
>4. Tahun 1969, 100.000 ha dipinggir timur Suaka Marga Satwa dikonvresi
>untuk eksplorasi minyak dan kegiatan loging. Artinya luasan Suaka Marga
>Satwa hanya tinggal 206.000 ha.
>5. Tahun 1971, areal yang pernah diloging dimasukan lagi ke areal Suaka
>Margasatwa oleh Mentri Pertanian.
>6. Tahun 1973, 106.000 ha hutan di pinggir pantai yang pernah diloging yang
>juga termasuk ke dalam kawasan Suaka Margasatwa dan hutan perawan
>dikonversi menjadi areal HPH yang konsesinya dimiliki oleh PT.Kayu Mas dan
>PT.Sylva Duta.
>7. Tahun 1974, dari hasil survei lapangan tim BIOTROP mengusulkan revisi
>batas untuk membuang hutan yang telah dirusak di sebelah timur dan memasuka=
n
>areal hutan rimba.
>8. Tahun 1980, Kawasan Suaka Margastwa termasuk hutan di pinggir pantai yan=
g
>pernah diloging, hutan yang tidak pernah diloging di sebelah barat tapi
>nantinya dirusak oleh HPH dan beberapa hutan bakau di pinggir pantai.
>Sepertiga di sebelah timur Suaka Margasatwa dipinggir pantai telah dirusak
>besar-besaran oleh HPH, eksplorasi minyak dan pembangunan, perluasan kota
>Bontang dan Sangata dan banyaknya ladang serta pemukiman pendatang. Untuk
>mengganti perusakan ini sebuah usulan dalam rencana pengelolaan oleh
>Cockburn dan Sumardja (1979) dibikin untuk memperbaiki dan memperluas
>batasan Suaka Margasatwa termasuk DAS Banumuda dan areal konsesi PT.Kayu Ma=
s
>dan Sylva Duta.
>9. Tahun 1982, Kawasan Suaka Margasatwa ditetapkan oleh Mentri Pertanian
>menjasi Taman Nasional dengan luasan 200.000 ha.
>10. Tahun 1982-1983 terjadi kebakaran besar yang memakan 100.000 ha
>
>Taman Nasional Kutai (TNK) secara geografis terletak antara
>116058=9248=92=92-117035=9229=92=92 BT dan 007=9254=92=92-0035=9253=92=92=
 LU. TNK yang pada pertama
>kali disyahkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dan Surat Keputusan
>Pemerintah Kerajaan Kutai pada tanggal 7 Mei 1934 dengan nama
>"Wildreservaat East Kutai" memiliki luas 306.000 ha. Selanjutnya setelah
>Indonesia merdeka, pada tanggal 20 Juni 1971 lewat SK Mentri Pertanian,
>luasannya dikurangi menjadi 200.000 ha. Dan akhirnya lewat SK Mentri
>Pertanian No.736/Mentan/X/1982, tanggal 14 Oktober 1982, kawasan Suaka
>Marga Satwa Kutai ditetapkan menjadi kawasan "Taman Nasional Kutai" dengan
>luas 200.000 ha. Dan sampai saat ini siperkirakan luasannya adalah 198.000 =
ha.
>
>Untuk memperoleh manfaat optimal dari tujuan pembangunan Taman Nasional, TN=
K
>terbagi menjadi beberapa Zona, yaitu:
>
>a. Zona inti
>Luas: 99.000 ha terletak di bagian barat TNK
>
>Tipe vegetasi:
>Hutan Ulin-Meranti-Kapur dan tipe Vegetasi Hutan Campuran Dipterocarpaceae
>yang khas bagi hutan Kalimantan
>
>Satwa:
>1. Orang Utan (Pongo pygmaeus)
>2. Owa-owa (Hylobateus muelleri)
>3. Bekantan (Narsalis larvatus)
>4. Klossi (Presbytis rubicunda)
>5. Banteng (Bos javanicus)
>6. Rusa sambar (Cervus unicolor)
>7. Beruang Madu (Helarctos malayanus)
>8. Kijang (Muntiacus muntjak)
>9. Kancil (Tragulus javanicus)
>10. Badak Sumatra (Dicerohinus sumatrensis)
>11. Berbagai jenis burung
>
>
>b. Zona Rimba
>Luas : 70.000 ha terletak di bagian timur TNK
>
>Tipe Vegetasi:
>1. Hutan Campuran Dipterocarpaceae
>2. Hutan Pantai
>3. Hutan Rawa Air Tawar
>4. Hutan Kerangas
>5. Vegetasi yang daerahnya tergenang air bila banjir
>
>Satwa:
>Sama dengan yang ada di Zona inti
>
>
>c. Zona Pemanfaatan Intensif
>Luas: Lebih Kurang 22.675 ha.
>
>Satwa:
>1. Banteng
>2. Orang Hutan
>3. Beberapa jeni primata lainnya
>
>Dan di sini juga terdapat tempat rehabilitasi satwa
>
>
>
>d. Zona Rehabilitasi
>Luas: Lebih kurang 4250 ha.
>Fungsi zona ini adalah untuk memperbaiki vegetasi atau habitat suatu satwa
>akibat sesuatu hal misalnya kebakaran hutan, bekas perladangan atau bekas
>pemukiman.
>
>
>e. Zona Penyangga
>Zona ini sudah ditiadakan dan saat ini telah menjadi zona rehabilitai dan
>sebagian telah dikeluarkan dari TNK untuk perluasan Kota Administratif
>Bontang dan PT.Pupuk Kaltim.
>
>
>
>
>POTENSI ALAM
>
>A. Potensi Flora
>
>Menurut Wirawan (1985), di kawasan hutan TNK terdapat 6 tipe vegetasi, yait=
u:
>
>1. Tipe Vegetasi Hutan Pantai
> Pada daerah mangrove didominasi jenis-jenis tumbuhan:
>a) Bakau-bakauan (Rhizopora spp)
>b) Tancang (Broguiera spp.)
>c) Pada daerah berpasir sepanjang garis pantai terdapat jenis-jenis tumbuha=
n:
>d) Cemara Laut (Casuarina equasitifolia)
>e) Waru Laut (Hibiscus tiliaceus)
>f) Pandan (Pandanus spp.)
>
>2. Tipe Vegetasi Hutan Rawa Air Tawar
>Didominasi oleh jenis tumbuhan:
>a) Jambu-jambuan (Eugenia spp.)
>b) Pulai (Alstonia sp.)
>c) Ara (Ficus sp.)
>d) Simpur (Dillenia sp.)
>e) Perupuk (Lhophopetalum sp.)
>
>3. Tipe Vegetasi Hutan Kerangas
>Didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan:
>a) Meranti (Shorea sp.)
>b) Ulin (Eusideroxylon zwageri)
>c) Terap (Arthocarpus elasticus)
>d) Jambu-jambuan (Eugenia sp.)
>
>4. Tipe Vegetasi Hutan Yang Tergenang Air Apabila Banjir
>Didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan:
>a) Bayur (Pterospermum javanicum)
>b) Buton (Baringtonia sp.)
>c) Benuang (Octomales sumatrana)
>
>5. Tipe Vegetasi Hutan Ulin-Meranti-Kapur
>Tipe vegetasi ini terdapat didaerah bagian barat yang mencakup hampir 50 %
>dari luas kawasan. Tipe vegetasi ini didomonasi jenis tumbuhan:
>a) Ulin (Eusideroxylon zwageri)
>b) Meranti (Shorea sp.)
>c) Merbau (Intsia palembanica)
>d) Nyatoh (Palaquium sp)
>
>
>
>6. Tipe Vegetasi Hutan Campuran Dipterocarpaceae
>Didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan:
>a) Jenis-jenis Meranti (Shorea parvifolia, Shorea smitheana, Shorea
>acuminatissima)
>b) Kapur (Dryobalanops beccarii)
>c) Keruing (Dipterocarpus carnutus)
>d) Manggeris (Koompassia excelsa)
>e) Meranding (Koordersiodendron pinnatus)
>f) Puspa (Schima walichii)
>g) Simpur (Dillenia spp.)
>h) Kayu Hitam (Diospiros sp.)
>
>
>B. Potensi Fauna
>
>Jenis-jenis fauna yang hidup ditaman Nasional Kutai di antaranya:
>
>1. Jenis-jenis Primata:
>a) Orang Utan (Pongo pymaeus)
>b) Owa-owa (Hylobateus muelleri)
>c) Bekantan (Nasalis lavartus)
>d) Monyet (Macaca fascicularis)
>e) Klossi (Presbytis rubicunda)
>f) Beruk (Macaca nemestrina)
>
>2. Jenis-jenis Ungulata:
>a) Banteng (Bos javanicus)
>b) Rusa (Cervus unicolor)
>c) Kijang (Mutiacus muntjak)
>d) Kancil (Trangulus javanicus)
>
>3. Mamalia
>a) Beruang Madu (Helarctos malayanus)
>
>4. Reptil
>a) Buaya Muara (Crocodylus porosus)
>b) Buaya Senyulong (Tomistoma schlegellii)
>
>5. Aves (Burung)
>Berdasarkan hasil inventarisasi di Taman Nasional Kutai, telah tercatat 300
>jenis burung yang termasuk dalam 47 famili dan mewakili 80 % dari semua
>jenis burung yang terdapat di Kalimantan. Di antaranya:
>a) Enggang Papan (Buceros rhinoceros)
>b) Raja Udang (Halicyon concretta)
>c) Pecuk Ular (Anhinga aenia)
>d) Sesap madu (Aethopygasp sp.)
>e) Elang Bandol (Halyartur indus)
>f) Walet Sarang (Collocalia ruciphaga)
>g) dan lain sebagainya.