IN: WSPD - Keluarga Besar Harian Wa

From: apakabar@clark.net
Date: Sun Feb 16 1997 - 07:42:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id LAA24608 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Sun, 16 Feb 1997 11:41:59 -0500 (EST)
Subject: IN: WSPD - Keluarga Besar Harian Waspada Laksanakan Halal Bi Halal

Forwarded message:
From owner-indonesia-p@igc.org Sun Feb 16 02:48:56 1997
X-Authentication-Warning: igc7.igc.org: Processed from queue /var/spool/mqueue-maj
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Date: Sat, 15 Feb 1997 23:48:46 -0800 (PST)
From: indonesia-p@igc.apc.org
Message-Id: <199702160748.XAA20768@greece.it.earthlink.net>
Mime-Version: 1.0
Subject: IN: WSPD - Keluarga Besar Harian Waspada Laksanakan Halal Bi Halal
To: apakabar@clark.net
X-Mailer: Windows Eudora Light Version 1.5.2
X-Sender: jsudiro@mail.earthlink.net
Sender: owner-indonesia-p@igc.apc.org
Precedence: bulk

INDONESIA-P

MINGGU, 16 FEBRUARI 1997

       Keluarga Besar Harian Waspada Laksanakan Halal Bi Halal

MEDAN (Waspada): Keluarga besar Harian Waspada Medan mengadakan halal bi halal
di Restoran Hotel Garuda Plaza Medan Sabtu malam (15/2).

Acara yang diawali dengan makan malam bersama itu dihadiri Wakil Pemimpin
Umum/Pemimpin Redaksi H. Teruna Jasa Said, Managing Editor H. Prabudi Said,
Kepala Perwakilan Jakarta H.Burhanuddin Siregar dan berkisar 200 karyawan/
wartawan Waspada yang berdemosili di Sumatera Utara dan Aceh.

Halal bi halal yang dipandu oleh Dra. Erma Pagit Tarigan itu dilanjutkan
dengan kata-kata sekapur sirih dari Managing Editor Harian Waspada H. Prabudi
Said dan sambutan mewakili redaktur/wartawan disampaikan Chief Reporter Akmal
AZ, mewakili karyawan disampaikan oleh Kepala Personalia Khaidir Anwar dan
mewakili Perwakilan, bagian periklanan, percetakan dan bagian pemasaran
disampaikan oleh Kepala Perwakilan Jakarta H. Burhanuddin Siregar.

Tujuan Kegiatan

Managing Editor Harian Waspada H. Prabudi Said dalam sambutannya
menginformasikan bahwa Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Bunda Hajjah Ani
Idrus yang karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan hadir mengikuti
acara tersebut mengharapkan acara tersebut berlangsung meriah.

Menurut H. Prabudi Said, pimpinan Waspada melaksanakan acara halal bi halal
tersebut untuk mengutarakan rasa syukur atas karunia dan nikmat Allah yang
telah memberikan umur panjang kepada semua pihak yang terlibat dalam harian
ini dan juga umur panjang harian Waspada yang telah merayakan ulangtahunnya
ke setengah abad (ke-50).

"Disamping rasa syukur, halal bi halal ini juga disambilkan pula untuk men
capai dua tujuan," tuturnya sambil menyebut, tujuan pertama mempererat tali
silaturahmi antara para pimpinan dengan staf dan para karyawan atau
sebaliknya, serta antara staf dengan staf dan karyawan dengan karyawan.

"Di sini kita bisa saling bersimaafan dalam rangkaian pelaksanaan hablum
minnannas setelah kita berjuang satu bulan penuh berpuasa dalam bulan suci
Ramadhan sebagai pelaksanaan hablum minallah."

Musuh Invisible

Di bagian lain sambutannya H. Prabudi Said mengemukakan, kita mengetahui
bahwa ibadah puasa merupakan satu jihad besar, satu perang besar, kata Nabi
Muhammad
dalam hadisnya. Perang besar dapat diinterpretasikan karena orang yang berpuasa
itu dituntut untuk menaklukkan musuh yang tidak tampak wujudnya atau dalam
bahasa Inggeris dikenal dengan sebutan invisible.

Betapa tidak, tegas H. Prabudi Said, kita perangi nafsu perut bagi mereka
yang suka makan kekenyangan atau membeli makanan dengan uang haram. Kita
hindarkan nafsu syahwat di siang hari bagi mereka yang memiliki nafsu seksual
yang kelewat batas. Juga kita perangi/kendalikan emosi bagi mereka yang suka
marah, kita bunuh gosip bagi mereka yang suka menggosip, kita kuburkan
buruk sangka bagi mereka yang suka berburuk sangka, kita tinggalkan
kebiasaan mencuri bagi mereka yang suka mencuri, kita tikam dusta bagi
mereka yang suka mendusta dan lain sebagainya yang pada pokoknya merupakan
musuh-musuh invisible kita yang harus ditaklukan selama satu bulan penuh.

Menurutnya, cara menaklukkan musuh invisible tidak bisa dilakukan dengan
senjata, seperti halnya menjalankan peperangan secara fisik dimana musuh
bisa terlihat wujudnya atau visible dan bisa ditundukkan dengan pedang,
senapan mesin atau bom atom. Cara menaklukkan musuh invisible adalah
dengan kekuatan iman dan taqwa, akal sehat, perasaan dan kesehatan jasmani.
Kekuatan-kekuatan tersebut pun invisible, sehingga tak ayal lagi seorang
muslim yang melaksanakan ibadah puasa itu ibarat maju ke suatu kancah
peperangan besar dalam hidupnya.

Dalam jihat besar, tegas H. Prabudi Said, perlu dicatat bahwa setan tidak
ikut berperan dalam menggoda manusia karena semua setan dibelenggu selama
Ramadhan. Lalu apa hikmah yang tersirat? Jawab singkatnya ialah berpuasa
itu antara lain juga mendidik dan melatih manusia untuk mengambil keputusan
yang tepat dengan menggunakan akal sehat (wise decision).

"Saya katakan demikian karena semua sifat dan sikap prilaku buruk kita dalam
kurun waktu 11 bulan terakhir, sebagian besar datang dari keputusan akal
pikiran sendiri, bukan karena godaan setan," tegasnya. Dengan demikian,
maka dalam 11 bulan mendatang seyogianyalah kita tetap terdidik dan terlatih
untuk mengambil keputusan yang tepat dalam setiap menampilkan sifat dan
sikap prilaku yang baik.

"Saya kemukakan hal ini pada kesempatan ini untuk kita camkan bersama
apalagi kita kian mengharungi bahtera kehidupan di dalam era modern ini yang
kita perhatikan semakin mendatangkan kekufuran nikmat. Makanya marilah
bersama-sama kita hindari kufur nikmat dengan senantiasa menempatkan diri
pada posisi terhormat secara Islami," pintanya.

Perbaikan

Di bagian akhir sambutannya H. Prabudi Said menjelaskan, kalau tujuan pertama
halal bi halal mempererat tali silaturahmi untuk saling memaafkan, maka
tujuan kedua, halal bi halal ini disambilkan sebagai forum komunikasi sesama
kita.

Berdasarkan monitoringnya dari sejumlah keluhan pembaca harian Waspada, H.
Parbudi mengimbau seluruh lapisan di harian Waspada untuk melakukan peningkatan
mutu baik cetak maupun mutu berita.

"Masalah kualitas cetak dan isi berita ini perlu segegera diantisipasi
secara terpadu, dengan cara, semua pihak terkait di pracetak dan percetakan
bahu membahu memikirkan masalah ini," katanya.

Setelah acara doa dipimpin Drs. H. Syarifuddian El Hayat, acara dilanjutkan
dengan hiburan dan Lucky Draw dipimpin oleh Wakil Pemimpin Umum/Pemimpin
Redaksi H. Teruna Jasa Said.
Hiburan menampilkan kelompok redaksi, terdiri dari M. Yunus Nasution,
T. Junaidi, Ahmad Muliadi, Akmal AZ dan Hendra DS, disamping Marlon Tindaon
dan Marihot Siagian. agen Syarif Siregar, Atan dkk, serta bagian kompugrafi
diwakili Tri Kesumawati. Sedangkan Lucky Draw dimenangkan oleh Sumaharja
Ritonga, Jurizah, Akmal AZ, Amir Syarifuddin dan Tri Kesumawati.
(m31/m17)