[INDONESIA-L] Gempa Bumi, Keamanan

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Mar 19 1997 - 11:06:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id PAA10406 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Wed, 19 Mar 1997 15:06:12 -0500 (EST)
Subject: [INDONESIA-L] Gempa Bumi, Keamanan Bangunan serta Tanggung Jawab Arsi

Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Mar 19 15:04:33 1997
Date: Wed, 19 Mar 1997 12:26:32 -0700 (MST)
Message-Id: <199703191926.MAA13948@indopubs.com>
To: INDONESIA-L@indopubs.com
From: APAKABAR@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Gempa Bumi, Keamanan Bangunan serta Tanggung Jawab Arsitek
Catatan/Remark: INDONESIA-L (Diskusi/Discussion - Gratis/Free)
Catatan/Remark: Berlangganan/Subscribe INDONESIA-P (Berita/News)

Ongkos/Cost INDONESIA-P: US$120 Satu Tahun/One Year
Alamat/Address Admin INDONESIA-L: MERDEKA@clark.net (Sub/Unsub)
Alamat/Address Pesan Pribadi & Posting INDONESIA-L: apakabar@clark.net
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
Precedence: bulk

INDONESIA-L

To: pau-mikro@EE.UManitoba.CA
Date: Tue, 18 Mar 1997 22:16:44 -0700
From: Mujaya Hertadi <hertadi@ibm.net>
Subject: Gempa Bumi, Keamanan Bangunan Serta Tanggung Jawab Arsitek

Gempa Bumi, Keamanan Bangunan Serta Tanggung Jawab Arsitek

Tanggapan Ikatan Arsitek Indonesia atas kejadian gempa
bumi di Jakarta pada tanggal 17 Maret 1997

Pada hari Senin tanggal 17 Maret 1997 sekitar pukul 3
sore masyarakat Jakarta telah dikejutkan oleh kejadian
gempa yang dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat kota
Jakarta dan sekitarnya. Mungkin ini baru pertama kali
Jakarta mengalami goyangan gempa yang keras dalam kurun
waktu puluhan tahun. Belum pernah terjadi gempa yang
sekeras ini sebelumnya.

Kejadian ini justru dialami Jakarta yang baru mengenal
adanya bangunan-bangunan tinggi, yang dimulai dengan
bangunan hotel Indonesia dan Wisma Nusantara pada awal
tahun 1960 an. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir,
Jakarta serta beberapa kota besar lainnya di Indonesia
seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Medan telah banyak
dibangun bangunan bertingkat banyak.

Kejadian gempa yang dialami Jakarta telah menggugah
kembali masyarakat akan keselamatan penggunaan bangunan,
khususnya bangunan bangunan bertingkat tinggi. Kepanikan
yang terjadi serta lumpunya kegiatan kerja dari sebagian
masyarakat yang menempati bangunan-bangunan tertentu,
khususnya bangunan bertingkat yang secara spontan
berusaha keluar dari bangunan tempat kerjanya,
memperlihatkan bahwa masyarakat pada umumnya tidak siap
menghadapi kejadian ini.

Berbagai tanggapan serta komentar dikeluarkan masyarakat,
pada umumnya berkisar pada masalah keamanan bangunan dan
keselamatan para penggunanya. Banyak pendapat yang
mempertanyakan kembali akan keamanan bangunan-bangunan
tinggi yang terdapat di Jakarta sekarang ini. Pada
dasarnya pendapat atau perasaan yang dikemukakan akibat
kurangnya informasi atau pengetahuan masyarakat awam akan
masalah ini. Beberapa kejadian gempa yang terjadi di
negara-negara lain seperti di Kobe - Japan, Meksiko, San
Fransisco dan tempat-tempat lainnya, menyadarkan
masyarakat akan begitu hebatnya semua kontakan yang dapat
timbul.

Menanggapai kejadian ini, Ikatan Arsitek Indonesia
sebagai asosiasi profesi arsitek merasa berkewajiban
untuk memberikan tanggapan sebagai berikut:

1. Keamanan bangunan merupakan faktor utama dari
   keselamatan para penggunanya. Keamanan ini tidak hanya
   harus dimiliki oleh bangunan-bangunan bertingkat tinggi,
   tetapi meliputi semua jenis bangunan termasuk bangunan
   yang tidak bertingkat dan untuk semua fungsi bangunan.
   Bangunan infra struktur serta sarana-sarana lain bukan
   bangunan seperti jembatan, jalan layang, menara termasuk
   pula yang harus mempunyai faktor keamanan tadi.

2. Ketentuan tentang keamanan suatu bangunan ditetapkan
   dalam Peraturan-peraturan Keselamatan Bangunan yang
   meliputi semua aspek teknis, tidak hanya meliputi masalah
   kekuatan struktur akan tetapi termasuk pula akan
   kemungkinan faktor-faktor yang membahayakan lainnya
   antara lain kemungkinan terjadinya kebakaran, tidak
   berfungsinya instalasi teknis tertentu seperti
   transportasi vertikal atau sarana-sarana keselamatan
   lainnya. Peraturan-peraturan bangunan yang dikeluarkan
   Pemerintah baik ditingkat Pusat maupun Daerah di
   Indonesia pada umumnya telah mempunyai ketentuan-
   ketentuan tentang keamanan bangunan serta keselamatan
   penggunanya. Beberapa peraturan baru harus ditambahkan
   untuk menyempurnakan peraturan-peraturan yang ada untuk
   menghadapi jenis-jenis bangunan yang lebih kompleks atau
   untuk bangunan-bangunan yang lebih tinggi. Dalam waktu
   dekat di Jakarta akan didirikan bangunan-bangunan yang
   bertingkat di atas 50 lantai. Untuk itu perlu
   diantisipasi dengan peraturan-peraturan tambahan yang
   diperlukan untuk itu.

3. Keamanan bangunan tidak terlepas dari tanggung jawab
   para perancangnya, meliputi bidang arsitektur, struktur
   serta bidang-bidang teknis lainnya. Untuk itu perlu
   Pemerintah harus mempunyai peraturan-peraturan bagi para
   perancang tadi, khususnya mengenai kelayakan para ahli
   tadi dalam melakukan pekerjaannya. Di Jakarta telah
   ditetapkan adanya Surat Ijin Bekerja Perencana (SIBP),
   yang mengatur bahwa hanya ahli yang mempunyai surat ijin
   ini yang berhak untuk mengajukan permohonan Ijin
   Mendirikan Bangunan (IMB). Ketentuan ini melindungi para
   pengguna bangunan akan keamanan bangunan yang dihuni atau
   dipergunakannya, karena direncanakan oleh tenaga ahli
   yang memiliki ijin. Untuk memperoleh ini ditetapkan pula
   kriteria keahlian dan persyaratan lain serta rekomendasi
   dari asosiasi profesinya tentang kompetensi yang
   bersangkutan. Ketentuan tentang SIBP ini belum dipunyai
   oleh propinsi-propinsi yang lain. Untuk itu Pemerintah
   harus segera mengatur tentang Ijin Bekerja atau ijin
   praktek ini untuk menghindarkan kejadian perancangan
   dilakukan bukan oleh tenaga yang ahli untuk itu.
   Ketentuan ini akan memberikan perlindungan keselamatan
   bagi para pengguna bangunan.

4. Kepada masyarakat umum harus diberikan penerangan
   seluas-luasnya tentang masalah keamanan bangunan
   rancangan bangunan yang mempunyai tingkat keselamatan
   yang baik dalam menghadapi kejadian-kejadian seperti
   gempa, kebakaran atau lainnya.

Demikian tanggapan umum yang diberikan oleh Ikatan
Arsitek Indonesia dalam menghadapi kejadian-kejadian
bencana yang mungkin terjadi.

Jakarta, 18 Maret 1997
Ikatan Arsitek Indonesia

Suntana S. Djatnika
Ketua Umum