[INDONESIA-A] SM - 10 Ribu Umat Hin

From: apakabar@clark.net
Date: Thu Apr 10 1997 - 07:44:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id KAA10996 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Thu, 10 Apr 1997 10:44:41 -0400 (EDT)
Subject: [INDONESIA-A] SM - 10 Ribu Umat Hindu Rayakan Nyepi

Forwarded message:
From owner-indonesia-a@indopubs.com Thu Apr 10 00:37:29 1997
Date: Wed, 9 Apr 1997 22:36:15 -0600 (MDT)
Message-Id: <199704100436.WAA23958@indopubs.com>
To: apakabar@clark.net
From: indonesia-a@indopubs.com
Subject: [INDONESIA-A] SM - 10 Ribu Umat Hindu Rayakan Nyepi
Sender: owner-indonesia-a@indopubs.com

INDONESIA-A

X-URL: http://www.suaramerdeka.com/harian/9704/10/dar15.htm
     SUARA MERDEKA
      Kamis, 10 April 1997
                                                                         
10 Ribu Umat Hindu Rayakan Nyepi

     SLEMAN - Sekitar 10.000 umat Hindu mengikuti upacara Tawur Agung di
     pelataran Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Selasa (8/4). Mereka
     juga berdoa bersama agar Pemilu 1997 dan SU MPR 1998 sukses dan
     aman, serta mohon kepada Tuhan agar menganugerahkan kekuatan dan
     kesehatan kepada Presiden Soeharto.
     
     Doa bersama itu atas inisiatif Ketua Umum Panitia Perayaan Hari
     Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1919 DIY, Letkol CPM I Nyoman Wangsawan,
     yang juga Dandenpom IV/2 Yogyakarta. Upacara umat Hindu yang
     digelar di pelataran Candi Prambanan itu berlangsung meriah, namun
     khidmat.
     
     Tanpa melihat kedudukan dan status sosial, mereka berbaur bersimpuh
     bersama menghaturkan puja bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
     Mereka berdoa agar seluruh alam semesta dalam kondisi harmonis dan
     berjalan sesuai dengan aturan-Nya. Doa bersama ribuan umat Hindu
     itu berlangsung khusuk dan khidmat.
     
     Setelah upacara Tawur Agung, dilanjutkan dengan upacara Tawur
     Kesanga atau biasa disebut Meracu, dipimpin oleh Ida Ratu Pedanda
     Putra Telaga dari Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat dan
     diikuti oleh umat Hindu dari Jateng dan DIY.
     
     Pada sambutannya, IN Wangsawan mengatakan, perayaan Hari Nyepi
     bertema "Melalui Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1919 Umat
     Hindu Memperteguh Crada dan Bhakti dalam Rangka Menyukseskan Pemilu
     1997 dan Sidang Umum MPR 1998''. Tema itu telah diaktualisasikan
     dalam berbagai kegiatan, baik bersifat keagamaan maupun bakti
     sosial.
     
     Dalam Dharma Wacana, Sekjen PHDI Pusat Ida Bagus Gunada mengaku
     sangat terharu menyaksikan aktivitas umat Hindu yang terpusat di
     pelataran Candi Prambanan tersebut. Sebab, dalam upacara tersebut
     umat Hindu berbaur dan bersimpuh bersama, meski status sosial
     mereka berbeda-beda. Bahkan, mereka yang kebetulan menduduki
     jabatan penting, baik di instansi Pemerintah maupun swasta,
     mengikuti upacara bersama tanpa membeda-bedakan status.
     
     Udara panas tidak mengendurkan kekhusukan umat Hindu dalam
     melaksanakan sembahyang. Bahkan, tampaknya membuat mereka makin
     khusuk. Udara panas yang mencapai ubun-ubun itu justru akan
     mendatangkan keharmonisan di alam ini. Sebab, makin panas, berarti
     yadnya makin benar.
     
     Upacara Tawur Agung berlangsung meriah dan khidmat. Ogoh-ogoh
     berukuran besar yang dibawa umat, menarik perhatian wisatawan
     Nusantara dan mancanegara. (sgt-45a)
     
       ______________________________________________________________