[BORNEO-L] BP - Operasi Jantung di (r)

From: apakabar@clark.net
Date: Sun May 04 1997 - 07:08:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id KAA24917 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Sun, 4 May 1997 10:08:05 -0400 (EDT)
Subject: [BORNEO-L] BP - Operasi Jantung di RSU Ulin Sukses

Forwarded message:
From owner-borneo-l@indopubs.com Sun May 4 00:26:46 1997
Date: Sat, 3 May 1997 22:24:19 -0600 (MDT)
Message-Id: <199705040424.WAA00510@indopubs.com>
To: borneo-l@indopubs.com
From: indonesia-p@indopubs.com
Subject: [BORNEO-L] BP - Operasi Jantung di RSU Ulin Sukses
Sender: owner-borneo-l@indopubs.com

   Operasi Perdana Jantung di RSU Ulin Sukses
   * dr Munawar: Pemda dan Masyarakat Harus Mendukung

   May 3, 1997

   BANJARMASIN - Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin, kemarin, mencatat
   sejarah baru dengan berhasil melakukan operasi perdana terhadap
   seorang pasien penyakit jantung.
   
   Pelaksanaan operasi terhadap pasien H Sanang [65] terdiri tim dokter
   gabungan dari RSU Ulin dan RS Harapan Kita Jakarta.
   
   Operasi yang berlangsung 1,5 jam itu ditangani dr Muhammad Munawar
   DSJP [bagian Katerisasi Jantung RS Harapan Kita], bersama tim dokter
   dari RSU Ulin masing-masing dr Yoyo Ambeng DSJP, dr Amrullah DSB, dr
   Kristianto dan dr Yasri Yunus [anastesi].
   
   Munawar yang ditemui sesuai operasi mengatakan, sukses perdana ini
   dilaksanakan tim medis RSU Ulin. Operasinya sangat ringan dan
   memerlukan peralatan sederhana, semuanya sudah ada di RSU Ulin,
   ujarnya.
   
   Namun, karena pelaksanaan operasi jantung tergolong mahal, dia
   menyarankan kepada Pemda Kalsel dan masyarakat mendukungnya. Bila
   semua pihak tidak memberikan dukungan, RSU Ulin akan ketinggalan.
   
   Dia berharap dalam 1-2 tahun, RSU Ulin dapat melaksanakan sendiri
   operasi jantung, karena keperluan kesehatan semakin meningkat. Saya
   sarankan RSU Ulin terus membenahi peralatan dan tenaga medis jantung.
   
   Sementara dr Yoyo Ambeng mengatakan cukup puas dengan keberhasilan
   operasi perdana itu. Kini RSU Ulin sudah bisa melaksanakan tindakan
   terapi jantung.
   
   Dia berharap kegiatan itu berlanjut pada operasi jantung lebih sulit.
   Untuk itu RSU Ulin agar melengkapi tenaga paramedis jantung, beberapa
   dokter disekolahkan ke Jakarta.
   
   Pada tahun 2000, RSU Ulin memiliki empat dokter ahli jantung baik
   bidang katerasasi, perawatan, ICCU dan non-invasif.
   
   Selain operasi terhadap H Sanang, juga dilaksanakan diagnosa
   penyadapan jantung kepada pasien Burhanuddin [16] dan Widya Wati [27].
   Pacu jantung
   
   Munawar mengatakan operasi jantung terhadap pasien Sanang berupa
   pemasangan alat pacu jantung. Alat itu diberikan pada penderita yang
   memiliki denyut jantung lemah antara 30-40 per detik, Munawar
   menjelaskan denyut nadi normal 60-100 per menit.
   
   Dikatakan, bila denyut jantung turun sampai 30-40 detik otomatis pompa
   jantung tak mampu membawa oksigen ke seluruh tubuh terutama ke otak.
   Biasanya pasien demikian mau jatuh atau mau pingsan, bila dibiarkan
   dapat meninggal dunia, Munawar menjelaskan penyakit itu pembunuh utama
   pasien di Indonesia saat ini.
   
   Dijelaskan, pemasang alat pacu jantung menghubungkan jantung dan
   pembuluh darah, sehingga alat itu memberi perintah untuk mangatur pacu
   jantung ke normal.
   
   Alat berupa komputer kecil produksi Amerika senilai Rp4 juta lebih itu
   akan bekerja menyesuaikan denyut nadi. Bila nadi lambat, jantung akan
   perintahkan bekerja, bila jantung bekerja dengan baik, alat itu
   berhenti secara otomatis, kata Munawar seraya merinci alat itu akan
   mempertahankan denyut nadi antara 60-100 per detik.
   
   Menurut dia, pada negara maju, operasi jantung sudah dilaksanakan
   sejak 1958. Di Indonesia memulainya 1974. Pada negara maju, alat itu
   diperlukan setiap tahun sebanyak 300-400 unit per sejuta penduduk.
   
   Di Indonesia, alat diperlukan baru 100 unit. Hal itu selain harganya
   relatif mahal, tenaga pemasang alat itu masih terbatas baru sekitar 20
   orang, jelas Munawar.
   
   Alat itu, ujarnya, akan membantu memperpanjang umur pasien. Dari
   pengalaman, bila pasien tidak cepat ditolong dengan alat itu dia akan
   cepat meninggal, sehingga alat pacu jantung itu sangat membantu
   pasien.
   
   Menurut dia, alat pacu jantung itu memiliki kekuatan hanya 6-7 tahun,
   sehingga pasien perlu mengontrol kesehatan setiap enam bulan atau satu
   tahun. Kemudian, ujarnya. bila sudah enam tahun, alat pacu jantung
   harus diganti.
   
   Setelah satu bulan menerima alat pacu jantung, pasien, ujarnya bisa
   melaksanakan aktivitas seperti biasa. Tak usah takut melakukan
   aktivitas, karena hal itu akan menormalkan kerja jantung. fau