[INDONESIA-L] Boomerang untuk Soerj

From: apakabar@clark.net
Date: Tue May 27 1997 - 18:04:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id RAA07310 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Tue, 27 May 1997 17:52:42 -0400 (EDT)
Subject: [INDONESIA-L] Boomerang untuk Soerjadi

Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue May 27 17:47:47 1997
Date: Tue, 27 May 1997 15:45:46 -0600 (MDT)
Message-Id: <199705272145.PAA16371@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Boomerang untuk Soerjadi
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

INDONESIA-L

From: "DON TAMBUNAN" <donquizote@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: boomerang for suryadi
Date: Tue, 27 May 1997 00:55:04 PDT

                                             
              Kepada Yth.
                Ketua Pengadilan Negeri
               Jakarta Pusat
               di
                JAKARTA.

Menghaturkan dengan hormat :

1). SENO BELLA EMYUS, beralamat di Jl. Pramuka Jati C 12 Jakarta Pusat.
-------------------------- untuk selanjutnya disebut PENGGUGAT I.

2). 1. ARIFIN. 2. AGUS PRABOWO.
3. EBI. 4. SETIABUDI.
5. KAMAL. 6. AMIR.
7. SOLEH. 8. HASAN ANGGELO.
9. ANDI. 10. ASEP.
11. LEONARDO (ANTON) 12. SYAMSUDIN.
13. DARWIN. 14. BAKTIAR.
15. HASAN. 16. YANCE.
17. BUDI. S. U. 18. BUYUNG.
19. UNAM. 20. ADIL.
21. IMBRON. 22. YUNUS.
23. AMIR. 24. YOSEF.
25. NANO. 26. ODING.
27. SIFIT. 28. YONO.
29. HERI. 30. JASIM.
31. POLTAK. 32. URIF.
33. ADI AMIR. 34. MARWAN.
35. GATOT. 36. HERU.
37. RUDY. 38. FIKRI.
39. AHMAD. 40. SUTRISNO.
41. ZAINUDIN. 42. WIDODO.
43. JOKO. 44. IPUL.
45. MAMAD. 46. ANTON.
47. SELAMET. 48. SUTOMO.
49. ANDRIANSYAH. 50. TOTO. S.

1 s/d 50, beralamat di Jl. Pramuka Jati C 12 Jakarta Pusat.

--------------------- untuk selanjutnya disebut, PENGGUGAT II.
Dalam hal ini diwakili oleh R.O. TAMBUNAN, S. H. dkk, Advokat & Pengacara,
memilih domisili hukum di Jl. Majapahit 18-24 Jakarta Pusat;

Bersama ini mengajukan GUGATAN melawan :

1. Drs. SOERJADI, bertempat tinggal di Jl. Denpasar Raya Blok. C 3 Kav. IV.
Kuningan Jakarta Selatan;
------------------- untuk selanjutnya disebut, TERGUGAT I.

2. FATIMAH ACHMAD, SH., Ketua FPDI DPR, beralamat di Jl. Denpasar Raya Blok C 3
Kav. IV Kuningan Jakarta Selatan;
------------------- untuk selanjutnya disebut, TERGUGAT II.

3. BUTTU R. HUTAPEA, Sekjen, beralamat di Jl. Denpasar Raya Blok C 3 Kav. IV
Kuningan Jakarta Selatan;
------------------- untuk selanjutnya disebut, TERGUGAT III.

4. LUKMAN F. MOKOGINTA, Ketua DPD PDI DKI, beralamat di Jl. Sumatera No. 50
Jakarta Pusat.
------------------- untuk selanjutnya disebut, TERGUGAT IV.

5. SAHALA P. SINAGA, Fungsionaris PDI, beralamat di Jl. Sunter Emas Blok H 10
No. 10 Jakarta Utara.
------------------- untuk selanjutnya disebut, TERGUGAT V.

Bahwa adapun dasar-dasar (Posita) GUGATAN ini adalah seperti yang tersebut
dibawah ini :

1. Bahwa pada tanggal 12 Juli 1996 Tergugat I, II dan Tergugat III telah
memanggil Penggugat I agar datang ke Jl. Denpasar Raya Blok C 3 Kav. IV,
Kuningan Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu Ketiga Tergugat telah
meminta bantuan agar Penggugat I mengerahkan anak buahnya yang tergabung
atau dalam asuhan Yayasan AT-TAUBAH untuk menyerbu dan mengambil alih
Kantor DPP PDI Jl. Diponegoro No. 58 Jakarta Pusat dari tangan DPP PDI
hasil MUNAS dibawah pimpinan Megawati Soekarnoputri.

2. Bahwa dalam pertemuan itu Ketiga Tergugat menjanjikan apabila
penyerbuan dan pengambil-alihan itu telah selesai maka Penggugat I dan
anggota-anggotanya yang melakukan penyerbuan itu akan dibayar sebesar Rp.
200.000.000,- (duaratus juta rupiah).

3. Bahwa kemudian pada saat itu Tergugat I melalui telephone menghubungkan
pula Penggugat I dengan Tergugat IV mengadakan pertemuan-pertemuan dengan
Penggugat I bertempat di Kantor DPRD DKI Jakarta dan ditempat-tempat lain
dalam rangka merencanakan penyerbuan itu.

4. Bahwa dalam pertemuan-pertemuan di Kantor DPRD DKI tersebut Tergugat IV
menegaskan pula bahwa ia telah diberitahu oleh Tergugat I bahwa
biaya-biaya yang akan diberikan oleh Para Penggugat untuk operasi
pengambil-alihan itu adalah Rp. 200.000.000,- (duaratus juta rupiah) dan
Sebagai pembayaran pertama Tergugat IV telah menyerahkan pada Penggugat I
uang sebesar Rp. 6.000.000,- (enamjuta rupiah).

5. Bahwa selanjutnya telah terjadi pembayaran-pembayaran berikutnya yaitu :

- Pembayaran sebesar Rp. 1.500.000,- (satujuta limaratus ribu rupiah) yang
dilakukan oleh DJENI SOEHARSO;

- Pembayaran Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah) yang dilakukan oleh SAHALA P.
SINAGA;

- Penyerahan mobil Kijang Nomor Pol. B-2340 SP dari tangan Sahala P.
Sinaga, akan tetapi kemudian mobil tersebut ditarik kembali setelah
selesai penyerbuan, diambil oleh oknum ABRI;.

6. Bahwa mengenai sisanya Para Tergugat berjanji untuk melunasinya setelah
operasi pengambil-alihan itu selesai.

7. Bahwa kemudian terjadilah pertemuan-pertemuan untuk merencanakan
operasi penyerbuan tersebut. Pertemuan-pertemuan tersebut dilaksanakan di
Hotel Danau Sunter Jakarta Utara yang dihadiri oleh :

1. LUKMAN F. MOKOGINTA (TERGUGAT IV)
2. SAHALA P. SINAGA (TERGUGAT V)
3. SENO BELLA EMYUS (PENGGUGAT I)
4. Kolonel HARYANTO;
5. Kapten PURWO;

8. Bahwa untuk pelaksanaan operasi penyerbuan itu Para Tergugat telah
meminta kepada Penggugat I agar mencetak 2400 kaos merah yang bertuliskan
"Pendukung Kongres IV Medan", untuk kemudian diserahkan ke Para Tergugat
di Jl. Denpasar Raya Blok C 3 Kav. IV Kuningan Jakarta Selatan.

9. Bahwa pada tanggal 22 juli 1996 sekitar jam12.00 wib telah diadakan
pertemuan di Kebun Raya Bogor. Dalam pertemuan itu hadir :

- Penggugat I beserta anak buahnya sebanyak 430 orang .
- Alex Widya Siregar.
- Sahala P . Sinaga ( Terggugat V )
- Kolonel Haryanto.

10. Bahwa akan tetapi setelah Tergugat V dan Kolonel Haryanto mengatakan
maksud di kumpulkannya orang-orang tersebut adalah untuk mengadakan
penyerbuan dan pengambil-alihan Kantor DPP PDI dari tangan Megawati
Seokarnoputri untuk diserahkan kepada Soerjadi, ternyata hanya 49 orang
dari antara 430 orang yang bersedia sedangkan sisanya tidak bersedia
karena mereka bersimpati kepada ibu Megawati Soekarnoputri. Sehingga
penyerbuan yang sedianya akan dilakukan pada tanggal 23 Juli 1996
dibatalkan.

11. Bahwa kemudian atas usaha dari Penggugat I telah terkumpul lagi anak
buahnya sebanyak 400 orang diantaranya Para Penggugat II, berkumpul di
Cibubur pada tanggal 26 Juli 1996 sekitar jam 19.00 WIB kemudian ke POLDA
METRO JAYA lalu ke Hotel Kartika Plaza dan dari sana sekitar jam 05.30 WIB
berangkat ke Jalan Diponegoro No. 58, Jakarta Pusat.

12. Bahwa pada waktu di Polda Metro Jaya Para Penggugat dan kawan-kawannya
sebanyak 400 orang mendapat pengarahan dari Para Tergugat bahwa tujuannya
adalah untuk memperkuat satgas PDI Megawati Soekarnoputri yang berada di
Jl. Diponegoro No. 58 Jakarta Pusat dan untuk itu masing-masing
diperlengkapi pentungan-pentungan dari kayu. Akan tetapi pada waktu di
Hotel Kartika Plaza sewaktu dalam persiapan akan berangkat ke Jl.
Diponegoro sekitar jam 05.00 pagi masing-masing dibagikan kaos merah
bertuliskan "PENDUKUNG KONGRES MEDAN" mulailah timbul kecurigaan
dikalangan Para Penggugat dan kawan-kawan bahwa rupa-rupanya keberangkatan
ke Jl. Diponegoro itu bukan untuk memperkuat satgas PDI Megawati melainkan
untuk merebut kantor itu dari tangan Megawati Soekarnoputri, maka
terjadilah kepanikan diantara Para Penggugat dan kawan-kawannya sehingga
sebagian diantaranya sempat melarikan diri.

13. Bahwa akan tetapi karena Para Penggugat mendapat tekanan psikologis
yang sulit dihindari maka Para Penggugat dengan sangat terpaksa mengikuti
kemauan dari Para Tergugat tersebut.

14. Bahwa kemudian sekitar jam 05.30.pada tanggal 27 Juli 1996 rombongan
tersebut berangkat dari Hotel Kartika Plaza melalui Jl. Imam Bonjol menuju
Jl. Diponegoro 58 dan setibanya ditempat itu terlihat sudah banyak
alat-alat keamanan.

15. Bahwa dalam keadaan sangat terpaksa Para Penggugat lalu melakukan
pelemparan batu-batu yang memang sudah disediakan terlebih dahulu yang
pada akhirnya terjadilah apa yang kemudian dinamakan "Sabtu Kelabu 27 Juli
1996".

16. Bahwa padahal Para Penggugat sama sekali bukan anggota PDI,
terlebih-lebih bukan sebagai pendukung Soerjadi. Bahkan Para Penggugat
sesungguhnya bersimpati kepada ibu Megawati Soekarnoputri.

17. Bahwa akan tetapi apa yang dijanjikan oleh Para Tergugat untuk
memberikan pembayaran kepada Para Penggugat sebesar Rp.
200.000.000,-(duaratus juta rupiah) apabila pengambil-alihan itu telah
selesai ternyata tidak dipenuhi oleh Para Tergugat.

18. Bahwa disamping itu Para Tergugat telah melakukan tipu muslihat
terhadap Para Penggugat II dan kawan-kawannya sehingga Para Penggugat II
terlibat dalam penyerbuan itu tanpa disadarinya, tipu muslihat mana telah
menimbulkan kerugian moril yang amat sangat pada Para Penggugat II.

19. Bahwa Para Penggugat mengkhawatirkan Para Tergugat akan menghindar
dari kewajibannya terhadap Para Penggugat sehingga sangat diperlukan
adanya sita jaminan terhadap harta kekayaan Para Tergugat, yaitu rumah dan
harta kekayaan lainnya. Daftar harta kekayaan yang akan disita tersebut
akan dibuatkan dikemudian hari.

M A K A

Berdasarkan segala hal yang tersebut diatas mohon agar Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat dapat kiranya memeriksa perkara ini dan memberikan putusan
sebagai berikut :

1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan sita jaminan itu sah dan berharga;
3. Menyatakan secara hukum Para Tergugat telah melakukan ingkar janji (wan
prestasi) kepada Para Penggugat.
4. Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar kepada Para
Penggugat :
- Rp. 200.000.000,- (duaratus juta rupiah) sesuai dengan perjanjian
- Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) sebagai ganti rugi akibat tipu
muslihat yang dilakukan oleh Para Tergugat;

5. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun Para
Tergugat naik banding, kasasi atau verzet (Ditvoerbaar bij Voorraad);
6. Menghukum Para Tergugat membayar ongkos-ongkos perkara;
7. Ex Aequa et Bono, apabila Pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang
seadil-adilnya.

                                   Jakarta, 26 Mei 1997

Hormat kami
 a.n. Kuasa

(R.O Tambunan, SH)