[INDONESIA-L] TEMPO - '... Pemilu U

From: apakabar@clark.net
Date: Sun Jun 15 1997 - 07:10:00 EDT


From: John MacDougall <apakabar@clark.net>
Received: (from apakabar@localhost) by explorer2.clark.net (8.8.5/8.7.1) id JAA12990 for reg.indonesia@conf.igc.apc.org; Sun, 15 Jun 1997 09:58:36 -0400 (EDT)
Subject: [INDONESIA-L] TEMPO - '... Pemilu Ulang di Seluruh Sampang'

Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sat Jun 14 19:38:37 1997
Date: Sat, 14 Jun 1997 17:36:35 -0600 (MDT)
Message-Id: <199706142336.RAA15612@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] TEMPO - '... Pemilu Ulang di Seluruh Sampang'
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

INDONESIA-L

http://www.tempo.co.id/min/15/utama11.htm

     Wawancara H. Moh. Hasan Asy'ari :
     "Kami Tetap Menuntut Pemilu Ulang di Seluruh Sampang"

     ------------------------------------------------------------------
     TUNTUTAN mereka tak main-main: pemilu harus diulang di seluruh
     Kabupaten Sampang. Itulah sikap tegas pengurus PPP setempat yang
     sepertinya tak bisa ditawar-tawar. Padahal, Rabu, 4 Juni lalu,
     Panitia Pemilihan Daerah Tingkat II Sampang telah menyelenggarakan
     pemilu ulang di 65 TPS--rencana semula di 86 TPS yang kotak
     suaranya terbakar pada kerusuhan 29 Mei lalu--yang diikuti sekitar
     18 ribu pemilih, atau 47 persen dari total suara pemilih.
     Hasilnya, menurut pengumuman resmi, Golkar unggul.

     Toh pencoblosan ulang ini tak menyelesaikan masalah. Para pengurus
     PPP Sampang masih tak sepakat dengan pengulangan yang hanya
     menitik-beratkan pada perkara TPS terbakar itu. "Persoalannya
     bukan pada kotak suara, tapi pada banyaknya pelanggaran terhadap
     aturan pemilu. Lagipula, kenapa hanya di 65 TPS yang diulang?''
     ujar H.Moh.Hasan Asy'ari, Sekretaris PPP Sampang, sengit.
     Walhasil, Hasan tetap bersikukuh agar pencoblosan diulang di semua
     TPS di Kabupaten Sampang yang jumlahnya 1.033 TPS itu.

     Apa saja keberatan Hasan? Kepada Darol Mahmada dari TEMPO
     Interaktif, Sekretaris DPC PPP Sampang itu memberikan komentar
     seputar tuntutannya yang ia sebut sebagai langkah "amar ma'ruf
     nahi munkar'' itu. Wawancara berlangsung via telepon Selasa malam
     (10/6) pekan ini. Berikut kutipan Hasan Asy'ari:
     ------------------------------------------------------------------

     Mengapa DPC PPP Sampang tidak mengikuti pemilu ulang kemarin?

          Kalau kami mengikuti pemilu itu, berarti kami
          membenarkan TPS-TPS yang lain, yang sebenarnya juga
          bermasalah. Kami menginginkan tidak hanya 65 TPS yang
          mengadakan pemilu ulang. Tapi seluruh 1.033 TPS yang ada
          di Sampang.

     Bisakah Anda jelaskan TPS bermasalah dan pelanggaran itu ?

          Banyak masyarakat yang sudah terdaftar dan telah ada
          tanda bukti pendaftarannya, tapi tidak bisa menggunakan
          hak pilihnya karena tidak mendapatkan kartu model-C.
          Saksi yang sudah ada surat tugas dan SK Bupati ternyata
          ditolak setelah tiba di TPS. Ada juga perbedaan
          perolehan data suara. Pendeknya, banyak pelanggaran
          pemilu. Kami punya bukti cukup, sehingga kami menuntut
          adanya pemilu ulang di seluruh kabupaten.

     Tapi bukankah menurut panitia pemilu setempat, kotak suara selain
     yang di 65 TPS tadi sudah diketemukan?

          Saya kira bukan sekedar itu (masalahnya). Tapi tiap-tiap
          TPS itu melakukan pelanggaran terhadap UU Pemilu
          termasuk di 65 TPS yang diulang itu. Kalau cuma masalah
          data, kan bisa dicari dari saksi atau panitia-panitia.
          Mereka kan semua mencatat. Tidak cuma kotak suara saja.
          Kalau sekarang berpacu pada kotak suara karena dianggap
          terbakar, mengapa ada beberapa kecamatan yang terbakar,
          misalnya Kecamatan Kedungdung dan Kecamatan Tambulangan,
          kok tidak diulang?

     Jadi, sampai sekarang Anda tidak mengakui hasil pemilu ulang itu?

          Secara organisatoris kami tidak menjadi peserta pemilu
          ulang. Dengan sendirinya, kami tidak mengakui
          produk-produk pemilu ulang itu. Kecuali kalau diadakan
          pemilu ulang secara keseluruhan.

     Bagaimana perkembangan kasus ini sekarang?

          Memang ada penyelesaian, tapi belum ada titik temu
          antara kami dengan pemerintah. Sebenarnya sudah ada niat
          baik pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini. Tapi
          belum ada titik temu.

     Bentuk penyelesaiannya bagaimana?

          Nanti, ini tergantung pada situasi lebih lanjut. Kami
          sekarang ini sudah diajak bicara. Sekarang ini kami
          sedang mencari format-format penyelesaian yang terbaik.

          Kini, di Sampang situasinya tenang, karena masyarakat
          sifatnya menunggu keputusan final nanti.

     Bagaimana tanggapan masyarakat Sampang tentang pemilu ulang itu?

          Sikap mereka sama, tidak mengakui hasil pemilu. Untuk
          menjelaskan ini, Sampang kan sesuai dengan kultur
          masyarakatnya. Jadi PPP itu cuma merupakan stempel
          organisasi. Yang punya umat ini ulama. Di sini ulama pun
          masih ngotot untuk segera diadakan pemilu ulang yang
          dilaksanakan sesuai aturan. Bukan hanya sekedar pemilu.

     Bagaimana sikap OPP lain dalam menanggapi sikap PPP ini?

          Sementara ini belum ada titik temu.

     Apakah caleg PPP jadi mundur?

          Itu masih bersifat perorangan. Belum merupakan keputusan
          organisasi. Kalau caleg itu berbeda dengan kepala desa.
          Kalau kepala desa itu orangnya mencalonkan diri. Tapi
          kalau caleg, orangnya dicalonkan organisasi. Jadi sekali
          pun sudah ada pernyataan perorangan, tetapi bukan
          berarti cerminan bahwa organisasi sudah memutuskan
          seperti itu. Jadi masih bersifat perorangan.

     Berapa jumlah caleg yang menyatakan akan mundur?

          Bisa dikatakan 95 % caleg menyatakan itu. Pernyataan
          perorangan itu sudah disampaikan kepada organisasi dan
          kami menganggapnya sebagai masukan yang perlu
          mendapatkan perhatian penuh.

     Apakah sikap mereka mempengaruhi sikap final DPC?

          Kami tidak mengandai-andai dulu. Jadi kami masih cari
          format penyelesaian dengan pihak penyelenggara dan pihak
          lain. Jadi tergantung pada bentuk penyelesaian masalah
          ini. Karena yang jadi permasalahan ini kan masalah
          pemilu. Kalau pemilunya sudah ada penyelesaian yang
          baik, saya kira bisa mempengaruhi masalah caleg atau
          masalah lainnya yang terkait dengan pemilu. Jadi
          sekarang ini yang dicarikan bentuk penyelesaiannya yaitu
          mengenai penyelesaian pemilu.

     Apakah Anda yakin tuntutan dilakukan pemilu ulang bisa dipenuhi?

          Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya
          serba mungkin. Misalnya, sejak jaman Jepang tidak ada
          pemilu ulang. Baru sekarang terjadi pemilu ulang, walau
          hanya 65 TPS di Sampang. Itukan hal yang tidak mungkin
          menurut kebiasaan. Tapi kenyataannya kan terjadi.

     Jadi DPC Sampang masih tetap menuntut pemilu ulang secara
     keseluruhan?

          Sampai sekarang kami masih berharap begitu. Dan kami
          tidak bisa mengandai-andai dulu apakah diterima atau
          tidak harapan ini.

     Bagaimana sikap DPP PPP dengan kasus Sampang ini?

          Baik DPP atau DPW bisa memaklumi. Karena mereka tahu
          situasi di sini. Hak kami untuk tidak mengikuti pemilu
          ulang kemarin. Kami tidak minta persetujuan DPP. Dan DPP
          pada waktu itu menurunkan tim datang ke Sampang dan
          menyaksikan sendiri terjadinya penyimpangan-penyimpangan
          yang diperkuat dengan bukti-bukti data dari kami.

     Apakah kasus Sampang ini bisa mempengaruhi sikap final PPP
     terhadap hasil pemilu?

          Itu terlalu mendalam. Kalau pertanyaan itu, yang
          menjawab mesti DPP. Karena ini urusan intern, maaf kami
          tidak bisa menjawab itu.

     Bagaimana jika DPP PPP menerima hasil pemilu ini?

          Kami berkeyakinan sampai sekarang bahwa DPP itu pemimpin
          yang baik. Kalau pemimpin yang baik tentunya tidak akan
          menelantarkan umatnya di pinggir-pinggir jalan.

     Maksudnya?

          Anda bisa menafsirkan sendirilah. Tapi kami tetap dengan
          sikap kami, meskipun DPP mempunyai keputusan yang
          berbeda dengan kami. Kami tetap menjalankan amar ma'ruf
          nahi munkar seperti yang dipesankan ulama di sini.