[INDONESIA-L] Tentara Tidak Ikut Pe

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Sep 02 1997 - 17:31:00 EDT


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Sep 2 20:25:42 1997
Date: Tue, 2 Sep 1997 18:20:30 -0600 (MDT)
Message-Id: <199709030020.SAA09082@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Tentara Tidak Ikut Perang
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

INDONESIA-L

Date: Tue, 02 Sep 1997
To: APAKABAR@clark.net
Subject: Tentara tidak ikut perang.

Sekarang ini negara kita sedang berperang,tetapi rakyatnya adem ayem
saja,gara2 tidak pernah diberikan informasi yang jujur oleh penguasa.
Jangan salahkan rakyat yang tidak memahami bahasa pejabat,gara2 ucapan2nya
lain dengan kenyataanya.
Karena penguasa terlalu sering berbohong pada rakyat,makanya kalau penguasa
berbicara rakyat tidak yakin,itu kejujuran apa kebohongan.

Baru saja seorang Menteri mengeritik monopoli,besuknya menteri yang lain
mengeluarkan surat izin monopoli sepatu untuk Cucu presiden.
Ada menteri mengucapkan bahwa daerah selatan Jakarta,seperti kabupaten
Bogor sebagai daerah resapan air,tak lama kemudian ada Kepres untuk Putra
presiden,mendapat tanah seluas 30.000 HA untuk perumahan didaerah tersebut.
Presiden berpidato jangan sakiti hati rakyat,dengarkan keluhan
rakyat;seminggu kemudian Presiden mengintruksikan Bank2 memberi Kridit
bunga lunak pada anaknya yang lain sebesar 2 triliun untuk bikin mobil
dinas made in Korea,padahal rakyat butuh KPR rumah yang seharga Rp
5.000.000 saja ditangguhkan,jadi jangan salahkan rakyat kalau penguasa
menghimbau rakyat agar jangan panik dengan kenaikan dollar,jangan beli
dollar,rakyat malah nekad memborong dollar,takut tidak kebagian diborong
oleh penguasa semua.

Penguasa mengatakan bahwa cadangan devisa kita masih kuat,BI liquit,tetapi
tiba2 pemerintah menarik semua uang BUMN,tentu saja rakyat curiga, jangan2
kas negara kosong,terkuras untuk perang dolar,tentu saja ini merangsang
rakyat untuk memborong Dollar,takut negaranya bangkrut,sehingga rupiahnya
tidak berharga lagi.

Semua tingkah laku rakyat ini adalah hasil 'pendidikan'politik yang
diberikan oleh penguasa kita:jangan percaya kata2 pejabat!lakukan
sebaliknya!,salahkah rakyat?,pengalaman selama orde baru mengajarkan rakyat
agar bersikap demikian.
Untuk membangun kepercayaan rakyat tentunya tidak mudah butuh waktu puluhan
tahun lagi,kebohongan yang sudah dibudayakan selama 30 tahun ini sudah
merasuk pada jiwa dua generasi rakyat Indonesia.

Padahal dalam perang ekonomi yang sedang berlangsung ini,kepercayaan dan
dukungan rakyat sangat dibutuhkan untuk memenangkan perang
tersebut,bagaimana rakyat mendukung kalau rakyatnya sendiri sudah tidak
percaya pada penguasa?.
Sikap dan perilaku rakyat yang demikian adalah tanggung jawab
penguasa,jangan salahkan rakyat!!,jadi sungguh2 tidak adil bila rakyat
masih diancam2 dengan hukum subversi segala bila berani berspekulasi dengan
dollar;inilah menabur angin,menuai badai,menabur kebohongan2 menuai
ditinggalkan rakyat.

Akibat 'pembutaan' politik pada rakyat,memang membuat penguasa kuat, bila
tidak ada 'serangan'pihak asing,tetapi bila ada 'serangan' yang demikian
penguasa dengan Abrinya tidak akan berkutik,karena alat perang ekonomi
adalah perang 'phisologi',dengan isu2 kecil saja yang ditiup2kan pihak
lawan,rakyat sudah panik,justru kepanikan inilah yang sangat dibutuhkan
oleh pihak penyerang,secara tidak langsung rakyat yang panik ini adalah
sekutu dari 'lawan'.
Bila sekarang pemerintah akan menenangkan rakyat,rasanya sulit
sekali,rakyat sudah terlanjur 'rusak'kepercayaannya,rakyat akan berpikir
bagaimana bisa menyelamatkan harta dan masa depan keluarganya
sendiri,karena sudah berkali2 terbukti penguasa tidak pernah mau melindungi
rakyat.

Tujuan utama penjajah adalah mengambil kekayaan dan hasil dari negara
jajahannya untuk kepentingan negara penjajah.
Memang ratusan tahun yang lalu untuk memjajah perlu bedil,perlu otot dan
okol,sekali2 perlu juga bom.
Dulu untuk menjarah harta dan kekayaan negara jajahannya, memang diperlukan
tenaga dan tentara untuk memaksa rakyat jajahannya mengikuti kemauan
perintah sang penjajah,tetapi sekarang hal itu sudah lewat,untuk
mengumpulkan harta jajahannya sekarang penjajah tidak perlu turun tangan
sendiri,cukup di kontrakan saja pada penguasa negara 'jajahannya' untuk
mengurus kepentingan sang penjajah,jadi penguasa adalah sub kontraktor
penjajah.

Puluhan tahun yang lalu saja bedil sudah tidak efisien lagi dipakai perang
untuk menjajah negara lain,cukup dengan spionase saja,negara penjajah cukup
mengadu domba dan memperalat penguasa untuk perang sendiri melawan
rakyatnya,setelah itu negara penjajah menyuply senjata pada penguasa dan
'pemberontak',kalau bisa perangnya lebih lama lebih bagus,agar omzet
penjualan senjatanya meningkat,perkara pihak yang mana yang akan
dimenangkan itu tergantung hasil negosiasi antara penjajah dengan para
pihak,yang berani memberi imbalan lebih menguntungkan pasti pihak tersebut
dimenangkan,cara boleh berbeda,hasil tetap sama,kekayaan jajahannya
mengalir ke kantong penjajah.
Karena Bung Karno tidak mau kerja sama dengan calon
'penjajah'tersebut,makanya beliau dihabisi,ekonomi Indonesia dihajar
habis2an,Bung Karno tidak pernah kalah perang phisik,tetapi kalah perang
spionase dan perang ekonomi.

Jadi kalau ada negara yang masih mau membeli senjata2 perang yang
katanya"tercanggih" dari negara lain,berarti negara tersebut masih terjajah
oleh negara penyuply senjata.
Penguasa negara tersebut ditakut2i seakan2 akan terjadi pemberontakan dalam
negeri,sehingga harus siap2 dengan senjata yang mutahir,pesawat tempur yang
tercanggih,agar tidak kalah dengan senjata yang dimiliki oleh kaum
pemberontak;pembayaran boleh kridit lunak,boleh juga barter dengan konsesi
pertambangan mas,minyak dsb.
Atau boleh juga dibayar secara tidak langsung,dengan belanja barang2 lain
dari negara tersebut.
Makanya kalau negara yang penguasanya kemaruk kekuasaan,pasti negara
tersebut gampang dijajah negara lain.

Hanya penguasa yang ketakutan jabatannya runtuh saja yang begitu getol
membentuk tentara2 dan mempersenjatainya dengan senjata mutahir,padahal ini
adalah mubazir bila tujuannya untuk melawan musuh dari negara lain.
Karena sudah langka peperangan phisik untuk menjajah seperti zaman baheula
dulu,kalau perang saudara memang sering terjadi karena perang saudara
adalah proyek penjajah.

Buktinya Sekarang negara kita sedang berperang habis2an,tetapi tentaranya
hanya bengong saja bahkan mungkin tidak tahu kalau sedang terjadi
perang,tidak melepaskan tembakan2 sama sekali,tidak seperti waktu nembaki
rakyat yang ngambek,atau menyiksa rakyat sampai mati karena dituduh
merampok keluarga tentara.
Negara sedang diserang oleh negara lain dan dibantu oleh pengkhianat2
bangsa,tentaranya tidak bisa berbuat sesuatu apapun,berarti manfaat pesawat
perang mutahir yang baru diborong dari Rusia tidak berguna lagi kan,sudah
kadaluwarsa kegunaannya.

Tentu saja mereka bengong,tentara adalah alat perang untuk abad
lalu,sedangkan perang sekarang cukup dengan belanja2 saja,cukup dengan
telepon saja,tidak perlu senjata2 'kuno' seperti:tentara,bom,pesawat
tempur,bedil dan granat.

Perang modern adalah perang ekonomi,cara perang paling modern,menjajah
cukup dengan senjata ekonomi saja.
Bila ada yang berpendapat di milis ini bahwa tentara itu sudah tidak
dibutuhkan,ternyata pendapatnya bener juga sebagian.
Tentara hanya untuk berperang melawan rakyatnya sendiri,itu bener juga.

Kalau mau mengamankan negara dari serangan negara lain,bisa saja
mengusulkan pada DK PBB agar dibentuk Divisi tentara dunia,yang personilnya
bisa dari semua negara anggauta dan pembiayaannya dipikul bersama,lebih
efisien,irit dan canggih,dari pada mesti merekrut tentara sendiri,sudah
beayanya besar,kalau sudah pegang senjata,tuntutan fasilitasnya
macam2,belum lagi kalau sedang marah,siapa saja ditembaki.
Kalau sekarang masih ada tentara yang arogan dan masih merasa sebagai
pahlawan,sebagai stabilisator dan merasa paling berhak memimpin
bangsa,sebaiknya tentara tersebut mulai ditatar P4 lagi.

Dengan pengalaman 'perang ini' seharusnya penguasa kita cepat2 merubah
strateginya,memperkuat polisi,dan menyalurkan tentara2nya agar membantu
polisi,tetapi senjata2 sebaiknya digudangkan saja ,sekalian singkirkan
oknum polisi yang masih suka pungli dan dagang XTC.

anak kajar.