[INDONESIA-L] Lady Di, Ibu Tien dan

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Sep 10 1997 - 13:19:00 EDT


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Sep 10 16:18:36 1997
Date: Wed, 10 Sep 1997 14:14:04 -0600 (MDT)
Message-Id: <199709102014.OAA08168@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Lady Di, Ibu Tien dan Presiden $oeharto
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

INDONESIA-L

To: apakabar@clark.net
Date: Sun, 07 Sep 1997

Lady Di, Ibu Tien dan Presiden $oeharto

Wafat Lady Di (LD) telah membuat saya tersentak, terutama
melihat spontanitas rekan2 sekerja dan keluarga.

Seorang rekan, secara spontan mengatakan:" Ketika Ibu Tien
meninggal, saya tidak sedih, namun ketika mendengar
berita kematian Lady Di, secara spontan hati saya sedih dan
menangis."

Rekan yang lain mengatakan secara spontan pula demikian:
"Mengapa yang meninggal bukannya Presiden $oeharto (PS)?".
Saya tersentak, dan ingin mengetahui jawabannya yang spontan.
Inilah jawabannya:
"Beliau (PS) sudah terlampau lama berkuasa dan terlihat beliau
makin cenderung ke hal yang negatip. Kalau beliau makin lama
berkuasa maka ditakutkan Indonesia akan semakin bobrok !!!
Sampai2 istilah Supersemar sudah diartikan sebagai Sudah Persis
Seperti Marcos. Beliau juga pernah menyatakan di harian Kompas
bahwa banyak orang yang mendoakan beliau agar cepat wafat."

Lady Di meninggal pada usia 36 tahun, usia yang masih muda.
PS saat ini sudah berusia sekitar 77 tahun, masih sehat.
Sehingga hal ini menimbulkan joke (lelucon):
"Resep umur panjang di Indonesia adalah jadilah oknum.
Makin tinggi kualitas oknumnya, makin panjang usianya.
Makin tinggi kualitas kebaikannya, makin pendek usianya."

Kiranya teori ini berdasarkan logika sederhana sbb.:
"Yang Baik segera dipanggil untuk hidup yang lebih menyenangkan
(surga). Yang Buruk diminta dengan sabar agar bertobat dan
menjadi baik."

Indonesia saat ini banyak didominasi oleh lansia yang rata2
adalah oknum, terutama oknum jenderal2 militer.
Mereka menguasai lembaga kepresidenan (Jenderal $oeharto),
menguasi lembaga MPR/DPR (Jenderal Wahono), menguasai
Bappenas (Jenderal Ginanjar), dan para Gubernur, Bupati,
beberapa Menteri, dan para direktur BUMN.

Mereka seolah-olah oleh Allah dibiarkan meraja lela,
namun sebenarnya mereka ditunggu pertobatan mereka.

Selamat bertobat para oknum lansia .....
Apakah anda sependapat?--