[INDONESIA-L] Tanda=tanda Jaman

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Sep 26 1997 - 18:05:00 EDT


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Sep 26 20:56:04 1997
Date: Fri, 26 Sep 1997 18:52:45 -0600 (MDT)
Message-Id: <199709270052.SAA27816@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Tanda=tanda Jaman
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Fri, 26 Sep 1997
To: apakabar@clark.net
Subject: TANDA-TANDA JAMAN

Di usia senjanya, rejim Soeharto tampaknya harus mencermati berbagai peristiwa sebagai tanda-tanda jaman yang begitu buram. Kecelakaan pesawat Airbus milik Garuda yang hancur berkeping-keping di Sibolangit, Jum'at siang, dan menewaskan seluruh penumpangny
a (catatan sementara 234 orang tewas!) menambah deretan peristiwa serupa yang menyangkut runyamnya pengaturan angkutan publik. Sebelumnya, puluhan orang tewas akibat sopir mabuk di jalan tol, tenggelamnya kapal fery yang mengambil ratusan korban tewas, ta
brakan kereta api yang mengerikan di Citayam dan Bintaro -- semua terjadi di bawah kepemimpinan Menteri Perhubungan Haryanto Dhanutirto.

Peristiwa besar kedua saat ini adalah kebakaran hutan yang tidak hanya membuat menderita penduduk dalam negeri di kawasan berasap, tapi juga negara-negara tetangga turut kena getahnya. Dan Menteri Kehutanan Djamaluddin sampai saat ini tak mengambil tindak
an tegas terhadap konglomerat perusak hutan macam Bob Hasan.

Dan ketiga, yang tak kalah pentingnya: ratusan warga Irian Jaya meninggal lantaran kelaparan! Satu hal yang sungguh ironis dengan penghargaan UNDP yang beberapa waktu lalu diberikan kepada Soeharto. Presiden uzur ini dengan bangga menerima penghargaan, di
 tengah gelimang kekayaan keluarganya, sementara jutaan rakyat menganga dengan perut kosong tak ada makanan. Di mana adab harus ditaruh?

Lantas, kepada siapa lagi kita harus menuntut pertanggungjawaban?
Para pejabat, dengan entengnya, bilang: Ini musibah!

Musibah dengkulmu!

NO NAME