[INDONESIA-L] Kronologi Aksi Komite

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Oct 10 1997 - 15:34:00 EDT


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Oct 10 18:20:35 1997
Date: Fri, 10 Oct 1997 16:12:27 -0600 (MDT)
Message-Id: <199710102212.QAA18998@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Kronologi Aksi Komite Rakyat Independen
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Fri, 10 Oct 1997 11:50:31 +0700 (JAVT)
To: apakabar@clark.net
From: KPMS <redrose@bimamail.com>
Subject: KRONOLOGI AKSI

KRONOLOGI AKSI KOMITE RAKYAT INDEPENDEN
Solo, 10 Oktober 1997

09.30.
Aksi dimulai di Boulevard UNS diikuti kurang lebih 50 orang. dimulai oleh
koordinator aksi dengan pemaparan tentang keadaan politik rakyat yang telah
dimatikan dengan diberlakukannya 5 Paket UU Politik, dominasi eksekutif di
setiap sektor, mayoritas tunggal GOLKAR yang menguasai jalur
birokrasi.Poster-poster dan spanduk digelar diantaranya bertuliskan : Cabut
Dwi Fungsi ABR, Orba adalah Rejim Militeris-kapitalistik, DPR/MPR rekayasa
ABRI-GOLKAR-Konglomerat, Tolak DPR/MPR hasil Pemilu Curang, DPR/MPR bukan
ajang bisnis pejabat dsb

09.50
Massa mulai berdatangan dari warga PDI yang memberikan dukungan terhadap
Rapat Akbar, begitu juga dengan mahasiswa-mahasiswa yang mau kuliah ataupun
akan pulang, serentak menghentikan langkah dan mengikuti rapat akbar di
Boulevard UNS sehingga memadati pintu masuk Gerbang UNS.

09.40
Penyadaran bahwa MPR/DPR 1997 bukanlah wakil rakyat, tetapi hanya rekayasa
politik yang berlangsung selama tigapuluh tahun dalam masa pemerintah Orde
Baru yang hanya dijadikan alat untuk melegitimasi kekuasaan kediktatoran
Soeharto. Dan mengapa kita perlu menolak DPR/MPR hasil Pemilu 1997 dengan
buruknya kondisi perpolitikan kita yang dikuasai oleh ABRI-Birokrat-konglomerat.

09.45
Pembacaan puisi-puisi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh peserta
aksi tentang komposisi DPR/MPR yang berasal dari pemilu curang sehingga
menimbulkan nepotisme keluarga pejabat yang sangat mencolok. Wakil rakyat
yang jauh dari harapan rakyat.dan lembaga legislatif yang hanya menjadi
badut politik.

09.50
Satuan Dakhura (Penindak Huru Hara) POLRESTA Surakarta datang dengan
perlengkapan lengkap
Peserta Rapat Akbar justru semakin semangat sambil menyanyikan lagu "Maju
Tak Gentar" dan "Rakyat Pasti Menang"

10.05
Satuan Dakhura mendesak mundur peserta aksi hingga ke belakang pintu gerbang
masuk kampus UNS.
Massa yang berkumpul menolak untuk membubarkan diri.

10.10
Aksi tetap berlangsung dan peserta menolak untuk membubarkan diri sambil
menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Disamping puluhan petugas Dakhura dari
satuan Polresta Surakarta, puluhan intel dari Korem surakarta, warastratama,
KODIM dan POLWIL surakarta sibuk mencatat peserta aksi dan merangsek
mengepung barisan.

10.20
Salah seorang peserta aksi Edy Suseno, memblejeti tentang watak militeristik
dari pemerintah Orde Baru, dan perlunya segera dicabut konsep Dwi Fungsi
ABRI. dan penegasan dari bukti-bukti dari dominasi ABRI dalam kehidupan
politik bahkan dalam lembaga perwakilan rakyat yang seharusnya merupakan
lembaga terhormat karena merupakan aspirasi rakyat, tapi kenyataannya justru
menjadi alat kekuasaan, proses screening yang dilakukan ABRI terhadap wakil
rakyat adalah pelecehan terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia.

10.30
Aksi ditutup dengan pembakaran seluruh poster dan pembacaan pernyataan sikap
dari KOMITE RAKYAT INDEPENDEN oleh Koordinator aksi : Juanda,

Solo,1997
KOMITE RAKYAT INDEPENDEN