[INDONESIA-L] RUBRIK - Diskusi Agam (r)

From: apakabar@clark.net
Date: Mon Oct 20 1997 - 16:35:00 EDT


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Mon Oct 20 19:28:14 1997
Date: Mon, 20 Oct 1997 17:21:07 -0600 (MDT)
Message-Id: <199710202321.RAA04120@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] RUBRIK - Diskusi Agama
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "Radifani Putra" <radifani@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Masih kesalah pahaman akan Islam
Date: Mon, 20 Oct 1997 00:01:19 PDT

Saya baca posting di Indonesia-l masih saja terdapat kesalah pahaman
penulis tentang Islam. Agama ini masih saja diserang, Muslim masih saja
disudutkan, persatuan antar agama masih saja dipecah belah, sepertinya
penulis betul-betul sangat benci dan emosi sehingga rasionalitas dalam
penilaian tidak ada lagi. Sumber informasi sepihak, persis agen Barat
atau yahudi dalam membelokkan pikiran orang-orang yang tidak mau sejalan
dengan mereka, masih dipakai. Tidak ada sumber Islam yang bisa dipakai.
Ha .. ha .. orang ini, seperti orang Minang bilang, persis telunjuk
lurus kelingking berkait, enak di kita tidak enak di orang.. He ..he
persis jurnalistik di zaman Barbar, omongan saya yang benar, hukum saya
yang berlaku, saya yang benar, sehingga mereka jadi persis seperti orang
yang mereka kritik.
Lihat lah subjek tulisan mereka, Penindasan, Goblok, Dungu, Biadab,
sebagai atribut bagi Islam.. Dalam zaman yang sangat maju ini kebebasan
berpendapat dijamin, apalagi di forum ini yang tidak jelas identitasnya,
maka semua orang berani bicara dan memaksa menerima setiap kritikan (apa
betul itu kritikan ?). Perilaku orang Timur tidak pernah dipakai lagi
karena otak mereka sudah dicuci oleh pikiran-pikiran Barat yang
materialistis dan individualis.

Jadi sebelum saya lanjutkan tulisan ini, perlu saya beritahu bahwa
tulisan saya ini tidak bermaksud menyudutkan kaum non-Muslim. Saya ingin
mendudukkan persoalan kepada kompleksitas hidup manusia, apakah Muslim,
Kristen, dll.

Hari ini saya baca beberapa artikel menarik. Saya akan cuplikkan dan
bahas :

Antara Mardi P. dan Faustino :

F>Islam adalah agama sempurna, cuma oknum lakonnya yang tidak
F>sempurna.
F>Karena itu kalau ngomong tentang Islam harus membedakan Islam
F>sebagai agama sempurna dan oknum2 bejat yang mengkarikatur agama
F>sempurna tersebut.

M>Alasan ini ternyata sangat populer. Karena apa? Karena gampang,
M>tidak perlu banyak diskusi. Tidak heran alasan seperti ini juga
M>dipakai oleh produsen senjata api:
M>Alasan semacam ini cuma omongan kosong. Baca posting saya tentang
M>"Penindasan Agama di Dunia - Islam Nge-top". Kalau di begitu banyak
M>negara orang Islam melakukan penindasan, tentunya perlu diteliti
M>jangan-jangan kepercayaan merekalah yang memang membuat mereka punya
M>ide begitu.

Saya potong-potong isi diskusi mereka karena panjang dan lagipula anda
pasti sudah baca.
Analogi Mardi dengan produsen senjata api sama saja dengan tidak
mengakui kompleksitas manusia yang terbatas daya nalar dan logika
berpikir nya. Artinya kita tidak akan pernah selesai membuat analogi2
yang kadang tidak perlu, itu seperti mainan orang yang pintar omong yang
selalu punya jalan berkelit. Kita tahu bahwa sesuatu yang dari ATAS
mutlak diyakini kebenarannya dan membawa kebaikan hidup manusia.
Sementara itu jarang manusia yang mampu 100% menerjemahkan pesan atau
firmanNya secara sempurna. Nabi Muhammmad sendiri selalu berdoa meminta
petunjuk, berkah dan rahmatNya atas setiap tindakan dan perilakunya di
dunia. Saya cuplikan Hadis Nabi dan Firman Allah berikut (coba anda
memahami secara benar) :

Hadis Nabi : Tiada agama bagi orang yang tidak berakal
QS 2:256 : Tidak boleh ada paksaan dalam agama. Sungguh telah nyata
(berbeda) kebenaran dari kesesatan. Barang siapa menolak tirani dan
percaya kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang dengan tali yang
kukuh, yang tidak akan lepas. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
QS 10:99 : Kalau seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu berimanlah semua
manusia di bumi. Maka apakah engkau (Muhammad) akan memaksa manusia
hingga mereka menjadi orang-orang beriman semua ?

Pada artikel Mardi yang lain - Penindasan agama - Islam ngetop, bung
Mardi ini mengambil bahan-bahan dari Voice of the Martyrs.
Jusfiq sendiri kalau membaca artikel dengan satu sumber ini lantas akan
bilang, ini informasi katak dalam tempurung (betul nggak bung Jusfiq ?).
Saya tidak akan membela setiap item yang anda tulis, tapi, tanpa maksud
mengdiskreditkan Kristen, saya coba menambahkan negara berikut dengan
mayoritas Kristen terhadap kaum Muslim.
Di Serbia (Kristen), kaum Islam dan masjid di buru-buru dan dihancurkan.
Di Kroasia (Katolik), kejadiannya sama
Di Jerman (Kristen) , chauvinis Arya dan Kristen menteror umat Islam
(Turki dll).
Di Bulgaria (kristen), kaum Muslim Turki juga mengalami nasib sama.
Di Rusia (Kristen ortodoks), membumihanguskan perkembangan Muslim (lihat
kasus Checnya).
Di Inggris (Anglikan), imigran India dan pakistan (kebanyakan) Muslim
kurang leluasa mengembangkan siar dan pendidikan Islam. (Kita juga masih
menunggu kebenaran teori konspirasi kecelakan Diana-Al Fayed).
Di Perancis (Kristen), sudah mulai ada penerapan yang membatasi
perkembangan Islam (Muslim Afrika) dengan melarang memakai jilbab dan
mendirikan sekolah2 Islam.
Di AS (Kristen & yahudi), propaganda Yahudi dan kaum Kristen Ortodoks
serta organisasi fanatik Kristen dan kulit putih seperti Ku Klux Klan,
selalu membulan-bulani dan mengancam kehidupan umat Islam (kebanyakan
kaum imigran Arab, Muslim kulit hitam dan imigran India)
Di Argentina, Muslim tidak boleh menjadi pemimpin (lihat Carlos Menem
harus menghilangkan identitas Syria dan Muslimnya).
Di Afrika Selatan, diskriminasi tidak hanya terjadi berdasarkan ras tapi
juga terhadap agama Islam.
Di Piliphina, jika tidak ada tekanan Indonesia dan Malaysia untuk
menampung aspirasi masyarakat Muslim di tanah sendiri, niscaya kaum
Muslim Moro akan seperti kaum Palestina.
Kalau di Indonesia, mungkin daerah Irian Jaya, Timor Timur, NTT (Pemda
Kristen) selalu berusaha menghambat dakwah Islam.

Sekali lagi saya tidak bermaksud memutus persahabatan saya dengan rekan
kristen karena tulisan saya, tapi hanya mencoba menambah kasus-kasus
penindasan agama yang diangkat oleh Mardi, yang tidak hanya di
kebanyakan negara Islam (spt yang diduga Mardi) tapi juga amat banyak di
negara mayoritas Kristen. Lantas apa komentar kita selanjutnya,
menyalahkan agama Islam itu sendiri atau Kristennya. (nanti kita bahas
di topik yang lain ).

Saya mengajak kita semua meyakini konsep Allah atas kehidupan kita
karena tidak ada konsep buatan manusia yang cukup ampuh dalam
membahagiakan kehidupan manusia.
Sistem politik demokrasi ala Amerika dan deklarasi hak asasi manusia
yang kita agung-agungkan di sana juga tidak dapat menciptakan kedamaian
di dunia. Kulit hitam tetap saja terhina, monoritas Muslim tetap saja
disudutkan, kejahatan makin merajalela, orang bebas berlaku kayak
binatang comot sana comot sini .. jadi dah. Praktek yang ada adalah
sistem dan deklarasi di atas hanya berlaku bagi para kapitalis
(kebanyakan Yahudi Amerika). Terbukti juga sistem ekonomi kapitalis
Barat di samping memajukan perekonomian juga memundurkan kehidupan.
Kasus perdagangan uang baru-baru ini, bunga Bank yang menjerat,
telah menghancurkan sebagian kehidupan manusia. Apakah kita masih bisa
mentolerir meskipun hanya menimpa sebagian orang ?

Harapan Putra Bangsa.