[INDONESIA-L] Badai Penantian

From: apakabar@clark.net
Date: Thu Oct 23 1997 - 14:27:00 EDT


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Thu Oct 23 17:12:46 1997
Date: Thu, 23 Oct 1997 15:07:02 -0600 (MDT)
Message-Id: <199710232107.PAA01583@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Badai Penantian
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "Saut Situmorang" <s.situmorang@auckland.ac.nz>
To: apakabar@clark.net, kdpnet@usa.net, pijar@usa.net
Date: Thu, 23 Oct 1997 18:36:13 GMT+1200
Subject: badai penantian (sebuah sajak)

                        badai penantian

langit sunyi. terbakar
matahari, dan angin mati.
terpaku semua yang hidup di bumi.
menanti.

badai sembunyi di gunung gunung
badai sembunyi di hutan hutan
badai sembunyi di mata air
di danau danau di sungai sungai
badai sembunyi di kampung kampung gersang
di gunung gunung tumbang di hutan hutan arang
di tepi mata air polusi di tepi danau polusi di tepi sungai polusi
badai sembunyi di pantai pantai di laut sembilu
di kota kota hangus tak lagi dikenal
kota kecil kota besar
kotamu kotaku
badai sembunyi di rumah rumah berdinding beratap debu
di didih aspal jalanan
di kerikil kerikil tajam mimpimu
dalam lagu bosan anak anakmu
di uban pertama istrimu yang tak mau
lagi ketawa
badai sembunyi di aspal jalanan
kerikil kerikil tajam kampung kampung terlantar
kota kota terbongkar
yang milikmu yang milikku
badai sembunyi di kampus kampus wesel terlambat
di pabrik pabrik keringat menyengat
di penjara penjara berkakus tumpat lantai bau pantat
milikmu milikku milik kau dan aku
badai sembunyi di mata mata itu
yang tertunduk memandang bumi itu
di dada dada itu
yang tertunduk mendekap bumi itu
di kaki kaki itu
yang tertunduk menekuk bumi itu
di tangan tangan itu
yang terkepal menahan bumi itu
dan di kuburan pun sembunyi badai
antara nisan nisan berhuruf
merah jingga
dan bunga kemboja rusak daunnya

badai sembunyi di negeri ini
negerimu,
negeriku ini. dan

menanti. menanti.