Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sun Nov 9 20:37:27 1997
Date: Sun, 9 Nov 1997 18:33:25 -0700 (MST)
Message-Id: <199711100133.SAA28515@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Masalah Agama dan Rasialis
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
Date: Sun, 9 Nov 1997 09:11:17 -0800 (PST)
From: seventy marquisette <ul79@yahoo.com>
Subject: masalah agama dan rasialis
To: apakabar@clark.net
Saya terus terang saja baru pertama kali "ikutan" di sini. Saya
terkejut sekali membaca surat di situ yang menunjukan kalau persatuan
dan kesatuan bangsa kita ini bisa mudah digoyah dengan berbagai issue
mengenai masalah agama dan rasialis.
Jujur saja, saya menyangka selama ini persatuan dan kesatuan bangsa
kita ini sudah cukup kuat melawan apa yang namanya "penindas hak-hak
rakyat".eee.ternyata...=(
Islam adalah agama saya dan agama dari 80%lebih dari penduduk
Indonesia. DAri sudut pandang saya sebagai seorang mu'min (well,
jangan anggap saya yang baru berusia 18 tahun ini ekstrim dan ahli
dalam islam yaa..), islam adalah agama yang damai. Tidak pernah saya
dalam usaha memperdalam agama itu mengenal suatu istilah dalam islam
"mengislamkan seluruh dunia" atau bla..bla..bla.. tidak..tidak pernah
..
yang saya tahu islam itu menghormati agama lain ..menghormati
kepercayaan agama orang lain . Saya akui mungkin memang ada para
pendakwah yang mgengenalkan islam kepada pemeluk agama lain dan saya
kira itu wajar karen akita juga mengenal istilah missionaris dan
sebagainya .
evangelism itu bukan islam ,kita orang islam) tidak keluar dan begitu
saja memaksa orang merubah kepercayaannya menjadi islam .that's
consider to be harassment!!!!
jadi tidak perlu takut bagi anda yang hidup dalam dominan islam
..malah seharusnya anda bersyukur karena orang-orang islam itu tidak
"savage".
Arab saudi, sudan , Pakistan ... saya tak tahu apa yang dapat
dibicarakan mengenai negara di atas.. memang agama negara mereka islam
.DAn mereka punya tata caraa hidup sendiri yang jauh berbeda dari tata
kehidupan kit sebagai orang Indonesia..sebagai bangsa yang nasional
yang berjuang bersama-sama untuk mengusir penjajah dan sebagainya
Malah kalau di negara yang bukan islam dominan nya ..malah kita
(islam) yang dinjak-injak ..kalu saya bisa memberikan contoh ..mungkin
(mulut saya bisa berbusa-busa) saking banyaknya. Satu contoh yang
paling konkret adalah BOSNIA!!(amit-amit deh kalau kita bisa hancur
lebih seperti mereka persatuankesatuanya.. na'udzubillahimindalik)
satu contoh lagi mengingatkan betapa damainya suatu negara ketika
islam berkuasa adalah kalau kita kembali ke abad 15 atau 16 di spanyol
..betapa terkenal negara pada zaman itu dengan kedamaian dan peradaban
kotanya.
MAsalah solidaritas..itu tak lain seharusnya perasaan seorang muslim
terhadap saudaranya muslim yang lain yang membutuhkan bantuan
spiritual atau rohaniah. Tidak ada hubungan dengan peganiayaan umat
lain.
Jadi tolong saya minta jangan merasa anda-anda yang agama lain
sebentar lagi akan diberantas atau akan diubah.. saya sebagai orang
islam sedih sekali mendengarnya..karena anda salah besar!!!! dan
jangan sampai deh hal-hal seperti ini jadi masalah
berlarut-larut...jangan sampai kita bisa di-ADU DOMBA dengan cara yang
saling curiga seperti itu.
MAsalah rasialis..well saya kadang-kadang bingung mengenai masalah ini
..saya berusaha selalu menganggap oran "cina" itu sebagai saudara
sebangsa tapi yaa kadang - kadang tergantung juga...
teman saya banyak orang cina ..mereka baik sekali..mungkin karena
sewaktu SMP saya di sekolah katolik jadi saya punya pandangan berbeda.
Saya tidak berdiskriminasi dalam memilih teman ..kalau mereka baik
saya juga akan baik dan sebaliknya.
saya mengenal orang cina itu sebagai pekerja keras dan mereka itu
menurut hemat saya memang pantas untuk menjadi "kaya" karena usaha
mereka yang melalui jalan lurus tentunya.
dan sebagai seorang bangsa melayu, saya tahu sekali kelemahan bangsa
saya. maaf saja yaa ini hanya luapan pikiran saya! bangsa kita itu
umumnya tidak suka hidup bekerja keras menggunakan otak..
kalau kita itu ya kalau dapet sedikit sudah puas yang penting cukup
untuk hari ini lalu memikirkan hal lain tidak memikirkan ke depan.
Oh ya ada satu lagi ..tapi saya nggak tahu kalau orang cina juga
begini yaa.. misal nih ada tukang jualan mie..dan mie-nya tuh laku
keras gitu nah pasti deh kemudian lama-lama porsinya dikurangin
-dikurangin lama lama kalau mienya buaanyak ..ee...jadi sedikit dan
seterusnya ..jadi nggak enak dan akhirnya cuma jual nama doank. saya
sering nemu yang kayak begitu dulu.
saya salut loh sama bakmi "Gajah Mada" karena mereka nggak pake sistem
yang di atas saya sebutkan(sekarang masih saya tidak tahu, karena
sekarang saya tidak sekolah di Indonesia lagi).
Anyway, kalau kita nengo ke belakang melihat sejarah dengan yang nama
nya "perekonomian Banteng" terus berbagai usaha agar orang pribumi
sejajar dengan non-pribumi dalam bidang ekonomi, saya tidak pernah
melihat dari sudut non-pribumi sebelumnya. Saya merasa sekali hal itu
perlu dilakukan dan saya mendukung agar nama-nama cina itu diubah ke
dalam nama yang ke"indonesia."an untuk menjaga agar para pendatang ini
bisa membaur lebih baik. dan tentu saja mereka tak ada larangan untuk
mempertahankan tradisi mereka bagi saya.
Saya ini sekarang sedang kuliah di satu kota di Amerika di mana orang
Indonesia nya lebih dari 300 orang tapi ternyata anda tahu betapa
banyak yang melayu?! lebih kurang 40 orang ...LUAR BIASA bukan
perbedaannya?! kalau dibandingkan lagi dengan komonitas lebih kecil
seperti college yang saya entrence yaa paling orang melayu nya cuma 3
orang termasuk saya dibanding gol.chinessee yang 20-an .
Tapi mereka baik koq!! saya berteman dengan mereka. Mereka mengajarkan
kalau saya tidak mengerti ..kami tertawa bersama sebel bersama
..ngomong dengan bahasa indonesia...dan sebagainya.
Tapi terus terang dalam lubuk hati saya saya iri .kenapa yaa orang
melayu Indonesia itu nggak banyak yang punya kesempatan kuliah di luar
negeri seperti saya?! mungkin karena di Indonesia sendiri sudah banyak
univ. kali yaa saya tak tahu tapi terus terang saya mengharapkan
banyak orang melayu di kota saya sebaliknya orang Malaysia lebih
banyak melayu nya yang di sini (mereka dikirim pemerintah atau tempat
kerja; orang indonesia juga ada yang begitu tapi jmlnya jauh lebih
kecil dari Malaysia)..tapi saya tidak tau di kota lain (saya di sini
baru 3 bulanan)..
orang cina itu juga bermacam-macam ada yang baik dan ada yang
nyebelin ..tapi yaa itu yang membuat bervariasi.
Masyarakat kita itu hanya terjangkit kecemburuan sosial saja..saya
berharap lebih banyak terjadi hubungan timbalbalik dengan pribumi-with
non..komunikasi adalah jalan terbaik.
Kita ini mestinya tau diri..dari jaman bahela .. pemerintah kita sudah
berusaha meningkatkan perekonomian bangsa pribumi ..tapi coba tengok
kegagalan - kegagalannya ...ada apa dengan bangsa pribumi ?! coba lah
kita contoh hal yang satu ini mengenai kerja keras dari bangsa non
-pribumi!!
Bukan berarti bangsa kita tidak bekerja keras tetapi penyakitnya
adalah bangsa pribumi itu selau merasa cukup ...merasa puas dengan apa
yang sudah dicapai tanpa ingin lebih, tanpa berusaha untuk maju
..untuk meningkatkan penghasilan mereka dengan cara yang halal.
saya setuju sekali yaa kalau membaca itu membudaya...contoh sudah
banyak dari bangsa lain yang maju..dari JEPANG seharus nya kita sudah
bisa "ngelaba" banyak dari Jepang dari disiplin dan ketepatan waktu
..ternyata??!! boro-boro ..dimana - mana yaa banyak kan orang
Indonesia terutama melayu itu tak menghargai waktu ..saya akui karena
saya juga begitu koq(ehm..) dari dulu sejak di Indonesia sampe ke
Amrik sama aja nggak berubah!mugkin pengaruh lingkungan "indonesia" di
sini kali yaa. Satu lagi , orang kita itu terbiasa hidup santai
menikmati hidup !! itu bagus sih buat relax tapi yaa kalau kebanyakan
santainya keburu didahului sama orang lain khan?!!
Sekian dulu dari saya maaf kalo ada kata ngolor-ngidul yang nggak
perlu .
Wassalam,