[INDONESIA-L] Re - Kabinet Mendatan

From: apakabar@clark.net
Date: Mon Nov 10 1997 - 11:48:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Mon Nov 10 15:47:23 1997
Date: Mon, 10 Nov 1997 13:41:52 -0700 (MST)
Message-Id: <199711102041.NAA01726@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Re - Kabinet Mendatang dan IMF
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

From: "afrida hansen" <afridahansen@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Re - KABINET MENDATANG DAN IMF
Date: Mon, 10 Nov 1997 07:03:21 PST

Kami tertarik menanggapi article anda tentang IMF DAN KABINET MENDATANG.
Kami melihat bahwa prediksi anda cukup jauh kedepan dan beralasan.
Seperti anda ketahui kami selalu mengajak para netters untuk memberikan
data akurat tepat waktu , analysa yang tajam memakai
nalar ketimbang emosi, satu dan lain hal demi memperbaiki keadaan
kediktatoran , dan rekayasa sandiwara yang tak malu malu membohongi
rakyat. Selain dalam forum semacam ini, tulisan tulisan yang membeberkan
rekayasa politik untuk menjadi raja seumur hidup ini tak akan ada orang
yang berani, terkecuali memang mau beristirahat dihotel
pordeo (kalua berdiam di Indonesia ) atau bagi kita kita ini yang
berdomisili diluar negeri akan dimasukan blacklist yang membahayakan
karir keluarga yang berada didalam negeri.

Walaupun tadinya kami menganggap kepemipinan Pak Harto ini sudah tidak
bisa ditolerir lagi untuk diperpanjang menjadi seumur hidup, namun
dalam analisa kami selanjutnya prediksi kami mengarah pada jurusan yang
sama dengan prediksi anda.
Dengan diterimanya persyaratan yang ketat dari IMF pada saat saat
terahir oleh Pak Harto , karena beliau terkejut bahwa apa yang beliau
terlanjur katakan bahwa telah ada uluran tangan dari Singapur dan Jepang
ternyata semuanya dikaitkan dengan harus diterimanya syarat syarat IMF
oleh Suharto. Dalam kedaan tejepit masuk jebakan, Suharto
langsung berbalik arah,karena menangkap sinyal halus, bahwa menyetujui
syarat IMF ( yang didikte Amerika ) bukan saja Indonesia dapat
diselamtkan dari kekacauan sosial ekonomi,tapi Pak Harto dengan mulus
tidak akan diganggu untuk terpilih lagi ( masa 35 tahun). Walupun hal
itu akan banyak membawa pengorbanan untuk keluarganya sendiri, cukong
cukong kongsinya maupun gurubesar pelawaknya (Habibi), tapi demi
kepentingan diri sendiri, semua itu harus dihalalkan. Yang perlu kita
analisa dengan cermat adalah:
1) apakah karena Uncle Sam membisikan pada IMF " DO NOT DISTURB HIM "
Pak Harto benar benar sudah aman dari bahaya didalam negeri ?
Menurut hemat kami itu semata mata tergantung dari kondisi didalam
negeri. Lihatlah nasib Marcos yang juga adalah Nice Boy dan Imelda
adalah Nice Lady yang selalu mengirim ole-ole / kado pada Nancy Reagan
setelah ada People Power, direlakan malah ikut dijebak oleh Uncle Sam
supaya mau berangkat ke Hawaii.
Bagaimana tanggapan sdr "cips" dan netters lainnya
2) apakah benar kelompok Habibi /ICMI tidak akan duduk dikabinet
mendatang sebagaimana pendapat sdr"cips", dan CIDES akan berpindah
keTanah Abang ? Apalagi Benny akan berpeluang jadi Wakil Presiden.
Menurut kami prediksi sdr "cips" tidak berdasarkan analisa yang cermat,
terutama masaalah Benny untuk menjadi V.P "is most unlikely"
Menurut hemat kami bahwa kelompok Habibi tidak akan mungkin duduk dalam
bidang ekonomi moneter dan Habibi tidak akan menjadi Prime Minister
lagi, yang bisa mengambil alih semua tugas menteri menteri lain seenak
perutnya. Kelompok Widjoyo yang didukung IMF akan menentukan segala
sesuatu yang berkaitan dengan keuangan, moneter dan perdagangan, dan
tidak bisa senaknya didikte Pak Harto lagi, karena
semuanya itu sudah diatur dalam paket IMF yang secara tiba tiba harus
diterima Suharto awal bulan November 1997 yang baru lalu.(terjebak)
Demikian pula ICMI memang tidak akan mempunyai pamor lagi, karena Uncle
Sam tidak akan senang dengan organisasi Islam yang dominan di Indonesia
ini. Konglomerasi kuning pun akan lebih dibatasi ruang geraknya karena
Uncle Sam menyadari bahaya KUNING yang selalu lebih
menginduk keleluhurnya ketimbang negara dimana ia menjadi warga negara
merupakan bahaya baru yang harus diamati (seperti halnya dengan Gerakan
Islam) Tentang Benny yang sudah hanyut terbenam tidak akan mungkin
ditampilkan lagi,apalagi trauma pembunuhan masal PRIOK tidak akan dapat
dilupakan umat Islam di Indonesia (walupun saat itu Haji Suharto tidak
menyalahkan Benny , karena memang sedang phobi terhadap Islam.
Silakan tanggapan para nettes lainnya.
Tentang pindahnya Think Tank ke CSIS, kami kira juga tidak, karena
kelompok Wijoyo telah mempunyai Think sendiri yang lebih dipercayai
mereka ( CSIS adalah produk Ali Murtopo yang dulunya juga tidak
disenangi Group Wijoyo ) CIDES, dengan motornya Adi Sasono jelas sudah
akan menjadi kartu mati.
3)Tentang nasib Habibi dengan bualannya yang bukan bukan, akan sama
nasibnya dengan Ali Murtopo dahulu, karena tindakan dan nasihat
nasihatnya telah menjebloskan Pak Harto terpaksa bertekuk lutut kepada
IMF yang induk semangnya adalah Uncle Sam. Prakarsa menggertak Uncle
Sam dengan mengalihkan pembelian pesawat tempur ke Russia merupakan
salah satu sumber malapetaka.
Bagaimana tanggapan para netters

Marialh kita buka forum diskusi ini supaya dapat ditanggapi secara
kritis oleh para netters, yang kami yakin banyak yang berbobot dan
mengantongi data yang rahasia sifatnya.

CHEERIO,
          IDA and The GROUP