[INDONESIA-L] SiaR---SOEHARTO DIDUG

From: apakabar@clark.net
Date: Wed Nov 19 1997 - 11:30:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Wed Nov 19 15:07:52 1997
Date: Wed, 19 Nov 1997 13:04:08 -0700 (MST)
Message-Id: <199711192004.NAA13870@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] SiaR---SOEHARTO DIDUGA PEMILIK "DANA MISTERIUS" PINJAMAN IMF
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Replies: siar@mole.gn.apc.org

SOEHARTO DIDUGA PEMILIK "DANA MISTERIUS" PINJAMAN IMF

     JAKARTA (SiaR, 18/11/97), Aset eksternal Pemerintah Indonesia, yang
termasuk dalam paket pinjaman Dana Moneter Internasional (International
Monetary Fund/IMF) senilai 5 miliar dolar AS, tampaknya akan jadi skandal
besar. "Dana misterius" itu diduga milik Presiden Soeharto.

     Persoalan aset eksternal dalam paket pinjaman IMF tersebut, muncul ke
permukaan ketika Amien Rais seusai acara bedah buku di Aula Fakultas Kedok-
teran UI, Sabtu (15/11) lalu, menggugat keberadaan status "dana misterius" yang
besarnya sekitar Rp 17 triliun itu. Sumber dana itu memang misterius. Banyak
pejabat yang terlibat dalam negosiasi Indonesia-IMF, justru tak tahu menahu,
tentang asal-usul dana Indonesia yang dimasukkan dalam paket pinja-
man IMF itu.

     Satu-satunya penjelasan - yang masih sangat samar - dikatakan oleh Stanley
Fischer, Direktur Pelaksana IMF kepada D&R. Menurut Fischer, dana 5 milyar dol-
lar AS itu berasal dari aset Indonesia yang disimpan di luar negeri. "Pemerin-
tah Indonesia memang punya simpanan di luar negeri dalam bentuk dollar. Tapi
hanya bisa digunakan untuk kondisi tertentu, seperti saat ini," kata Fischer
seperti dikutip D&R.

     Namun penjelasan Fischer itu, agaknya memang tak memuaskan. Sebab, untuk
apa dana milik pemerintah itu harus ditarik melalui IMF, sementara pemerintah
perlu dana mendesak untuk menstabilkan perekonomian. Keraguan itu antara lain
diungkapkan Amien Rais.

     "Kalau memang dana itu milik kita, mengapa harus melalui IMF? Saya kira
ini milik seseorang yang kaya raya di negeri ini, dan itu pura-pura membantu
rakyat lewat IMF tapi harus dikembalikan lagi," ujar Amien Rais yang juga
pengajar FISIPOL UGM itu.

     Siapa orang kaya Indonesia yang dananya dipakai IMF itu? Berbagai
kalangan memperkirakan orang kaya itu tak lain Presiden Soeharto sendiri.
Dugaan ini agaknya beralasan. Mengingat, Yayasan-yayasan Presiden, seperti
dikemukakan Forbes Juli lalu, memiliki kekayaan 16 milyar dollar AS (sekitar Rp
55 trilyun).

     "Yang mungkin punya dana begitu besar hanya Soeharto," kata seorang
pengamat ekonomi. Maka, tak berlebihan bila seorang pejabat moneter mendu-
ga bahwa "aset eksternal Indonesia" itu sebetulnya milik Soeharto sendiri.

     Apa motif Soeharto menyertakan hartanya untuk program IMF? Seorang ekonom
terkemuka mengatakan, kontribusi itu, tampaknya memang menjadi syarat IMF dalam
memberikan pinjaman. "Kalau Anda punya uang, lantas mau pinjam, pemberi
pinjaman mungkin sekali minta agar uang Anda pun disertakan," kata ekonom itu.
Dan, Soeharto agaknya tak keberatan untuk mengucurkan dana pribadinya, untuk
menyelamatkan ekonomi yang hampir karam. "Kalau Anda mencuri 30 tahun, setiap
tahun 5 milyar dollar, apa sulitnya memberi 5 milyar dollar. Itu kan sebagian
kecil," kata ekonom itu lagi.

     Amien Rais meminta Menkeu Mar'ie Muhammad dan Gubernur BI Sudradjad
Djiwandono untuk membeberkan soal ini dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam
rapat kerja dengan Komisi VII DPR/RI. "Pemerintah harus transparan tentang
asal-usul dana itu," kata Amien.

     Tuntutan "transparansi" soal dana misterius tersebut juga dikumandangkan
beberapa pengamat ekonomi yang dihubungi SiaR, Selasa (18/11) ini. Menurut
salah seorang pengamat ekonomi di Jakarta, tindakan tersebut dapat dikategor-
ikan skandal besar, karena dapat merupakan bukti adanya persekongkolan antara
pihak IMF dengan para birokrat pemerintah Indonesia.

     "Kalau benar apa yang diungkapkan sumber di otoritas moneter itu, berar-
ti di Indonesia ini ada sekelompok orang yang sangat-sangat kaya, hingga dapat
meminjamkan dananya melalui IMF untuk kemudian harus dibayar kembali oleh
rakyat Indonesia yang dipinjami uang oleh orang Indonesia super kaya itu. IMF
di sini perannya jadi seperti broker. Ini skandal besar!" Pengamat ini menam-
pik berkomentar saat disebutkan Presiden Soeharto lah pemilik "dana miste-
rius" tersebut.

     "Siapa pun pemiliknya, kalau praktek seperti itu terjadi, namanya skan-
dal. Dan ini sama saja upaya membodohi serta membohongi rakyat," ucap ekonom
yang memperoleh gelarnya di Universitas Rotterdam, Belanda itu.

     Sebenarnya banyak kalangan pengamat politik dan ekonomi serta masyarakat
awam telah mempertanyakan hal yang sama, saat beberapa negara sahabat seperti
Jepang, Malaysia, Singapura, dan Australia memberikan pinjaman kepada pemer-
intah Indonesia yang sedang dilanda krisis moneter. Sumber di kalangan otori-
tas moneter sendiri menyebutkan, pinjaman Malaysia dan Jepang itu sendiri
sebenarnya merupakan dana pribadi milik Presiden Soeharto yang disimpan di
beberapa bank di luar negeri.

     "Bagaimana mungkin Malaysia yang juga sedang dilanda gejolak moneter
memberi pinjaman sebesar $US 1 milyar pada Indonesia," katanya.***