[INDONESIA-L] Krisis Moneter gara-g

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Dec 16 1997 - 16:17:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Dec 16 20:00:03 1997
Date: Tue, 16 Dec 1997 17:53:00 -0700 (MST)
Message-Id: <199712170053.RAA25078@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Krisis Moneter gara-gara Bank Dilikuidasi
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Date: Tue, 16 Dec 1997 05:43:24 -0800 (PST)
From: singgih santo <nengai@yahoo.com>
Subject: Krisis moneter gara-gara Bank di Likuidasi
To: apakabar@clark.net

Krisis moneter yang disusul dengan krisis kepercayaan sekarang in
sebenarnya awalnya adalah gara-gara dilikuidasinya 16 Bank secara
sepihak oleh Departemen Keuangan tanggal 1 Nopember yl. yang menuruti
nasihat IMF.
Bagaimana orang akan percaya lagi kepada bank apabila hartanya yang
dikumpulkan bersusah payah bertahun-tahun tiba-tiba bersayap dan
terbang hilang entah kemana ? .
Para Deposan dan nasabah Bank yang tidak berdosa banyak yang
tiba-tiba jadi jatuh miskin, gila bahkan mati bunuh diri.
Mereka para nasabah tidak tahu apa-apa mengenai
kesehatan suatu Bank, karena Bank tersebut masih
resmi diijinkan beroperasi dan bukannya Bank gelap.
Ijin dan pengawasan diberikan oleh BI.
Setelah dilikuidasi para Bankir yang katanya salah urus atau
memanipulasi tidak di hukum apa-apa
bahkan masih enak-enak bercokol di luar negeri bahkan ada yang dengan
mudahnya langsung
ganti papan nama dan sudah memiliki Bank Baru., dan kewajibannya
kepada nasabah di alihkan dan ditangani oleh BI. enak bener.!!!

Seharusnya Depkeu/BI jangan mensupport Bank yang kelihatan sudah tidak
sehat, biar mereka ribut dengan nasabahnya dan apabila tidak bisa
memenuhi kewajibannya barulah pihak berwenang,
Depkeu/BI atau Polisi turtun tangan dan menangkap
serta mengadili si Pemilik Bank. Jangan seperti sekarang donk.
Dimana keadilannya??? Orang yang kebetulan tidak
menyimpan di Bank bermasalah, tidak kena di kebiri
uangnya dan masih tenang-tenang saja.

Bila mau konsisten, sebaiknya BI menalangi semua
hak para nasabah 100% tidak hanya maksimum
20 juta, kemudian seluruh assets Bank ybs. silakan di-sita untuk
dijual atau apa saja supaya tidak mengacaukan peredaran uang di
Indonesia dengan
managementnya yang tidak benar.

Sekarang masyarakat masih trauma, amankah uangnya disimpan di Bank
Swasta lainnya?
Rame-rame simpan di Bank Negara atau bank Asing.
Tidak salah mereka, Bank swasta yang tadinya sehat
jadi meriang juga. Ada rumor sedikit saja nasabah bingung. Tentu saja
mereka khawatir kalau-kalau nanti kena nasib buruk mendadak seperti
nasabah BDL.

Coba direnungkan Salah siapa mula-mulanya?

Wassalam.