[INDONESIA-L] KMP - Kabut Asap Gang

From: apakabar@clark.net
Date: Fri Feb 06 1998 - 16:31:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Feb 6 20:22:11 1998
Date: Fri, 6 Feb 1998 18:13:01 -0700 (MST)
Message-Id: <199802070113.SAA01571@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] KMP - Kabut Asap Ganggu Bandara Temindung
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

   Kompas Online
Jumat, 6 Februari 1998
     _________________________________________________________________
   
                      Kabut Asap Ganggu Bandara Temindung
                                       
   Samarinda, Kompas
   
   Kabut asap akibat kebakaran hutan mulai mengganggu penerbangan dari
   dan ke Bandara Temindung Samarinda, sejak tiga terakhir. Bandara yang
   melayani penerbangan ke daerah pedalaman ini ditutup rata-rata selama
   dua jam, pukul 07.00 hingga pukul 09.00 Wita pagi. Akibatnya, beberapa
   penerbangan terpaksa ditunda karena membahayakan keselamatan
   penerbangan.Hal ini diungkapkan Kepala Kanwil Perhubungan Kaltim, Agus
   Harsono, kepada wartawan di Samarinda, Kamis (5/2). Dikatakan,
   pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh kepala bandara di
   Kaltim untuk kembali membuat laporan kegiatan penerbangan setiap hari
   akibat gangguan asap tersebut. "Namun, sampai sekarang, saya baru
   terima ada gangguan asap di Bandara Temindung Samarinda," katanya.
   
   Dari Bandara Temindung diperoleh keterangan, penerbangan yang
   seharusnya berangkat sekitar pukul 07.00 terpaksa ditunda sampai pukul
   09.45 Wita itu antara lain jalur Samarinda-Melak, Samarinda-Datadawai,
   dan Samarinda-Tarakan.
   
   "Penerbangan ditunda karena jarak pandang untuk penerbangan di sekitar
   bandara hanya sekitar 1.000-1.500 meter, sehingga membahayakan
   keselamatan penerbangan," katanya.
   
   Keterangan yang diperoleh Kompas di Samarinda, pada Kamis areal semak
   belukar dan ilalang di sisi jalan raya Samarinda-Balikpapan sekitar Km
   10-15 kembali terbakar. Api cepat membesar dan sukar dikendalikan
   akibat kencangnya tiupan angin.
   
   Sementara itu, dari Kantor Taman Nasional (TN) Kutai Bontang,
   dilaporkan, tim Bakornas PB (Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan
   Bencana) dari Kantor Menko Kesra dan Sesdalopbang akan mengadakan
   peninjauan di dua lokasi kebakaran hutan di Kaltim.
   
   Disebutkan, rombongan itu setiba di Bandara Sepinggan Balikpapan akan
   langsung terbang ke lokasi kebakaran di daerah penelitian orangutan di
   Teluk Kaba di kawasan Hutan TN Kutai dengan menggunakan helikopter.
   
   Seusai meninjau di TN Kutai, rombongan Tim Bakornas PB berangkat ke
   Tahura (Taman Hutan Raya) Bukit Soeharto untuk meninjau musibah yang
   sama. Bahkan dilaporkan, sampai kini kobaran api di kawasan hutan TN
   Kutai belum dapat dipadamkan. Kepala TN Kutai, Ir H Warsito,
   bersama-sama petugas jagawana dan masyarakat setempat masih terus
   berupaya memadamkan api di daerah Teluk Kaba.
   
   Sulitnya memadamkan api di daerah tersebut karena medannya cukup berat
   dan api tersebar secara sporadis, kemudian membesar dan sukar
   dikendalikan karena terbawa tiupan angin yang cukup kencang dan tak
   tentu arahnya.
   
   Sewa pesawat
   
   Menteri Kehutanan Djamaludin Suryohadikusumo menjawab Kompas tentang
   meluasnya kawasan hutan yang terbakar di Kalimantan, seusai meresmikan
   Pusat Pengembangan Hutan, Pusat Jati Perum Perhutani di Cepu (Jateng),
   Kamis, mengungkapkan, Dephut akan menyewa pesawat asing untuk
   memadamkan kebakaran di Kaltim.
   
   Menurut menteri, pilihan menyewa pesawat kecil ini karena pesawat
   Hercules dinilai tidak efektif melakukan pemadaman dari udara, seperti
   pengalaman pada kebakaran hutan tahun lalu. Bahkan pesawat kecil pun
   tidak selamanya efektif, terutama pada kebakaran batu bara atau tanah
   gambut.
   
   Masalahnya, api merambat di bawah tanah, sehingga meskipun dijatuhi
   bom air dari udara, dipastikan tidak padam. Cara pemadaman lainnya,
   ialah menggunakan alat berat untuk membuat sekat, sehingga luas areal
   kebakaran dapat diisolasi.
   
   Menhut menjelaskan, dana untuk menyewa pesawat itu bersumber dari Dana
   Reboisasi (DR) yang sudah di masukkan dalam RAPBN 1998/1999. Namun
   sampai saat ini, belum diketahui persis besar dana yang dialokasikan.
   "Tapi dana yang dialokasikan disesuaikan dengan kebutuhan atau kawasan
   hutan yang terbakar," jelasnya.
   
   Menteri juga mengungkapkan, Dephut dalam waktu dekat ini akan
   mempelajari kasus kebakaran itu dari udara, sehingga bisa melihat
   keadaan yang sebenarnya. Apakah ada orang yang masih membuka lahan dan
   HTI (hutan tanaman industri) dengan cara membakar hutan? Kalau masih
   ada, perusahaan yang terbukti sengaja membakar hutan akan segera
   ditindak.
   
   Dikatakan pula, di kawasan Taman Nasional Kutai dan kawasan lainnya di
   Kaltim, saat ini kemarau masih terus berlangsung sejak akhir tahun
   1997 lalu. Dikhawatirkan, propinsi yang luasnya kedua setelah Irian
   Jaya itu akan mengalami kemarau sampai bulan Mei hingga Juli
   mendatang.
   
   "Kalau kemarau berlangsung sampai bulan Juli, sulit membayangkan
   dampak yang akan terjadi terhadap ancaman kebakaran hutan," katanya
   menegaskan. Paling tidak, sekarang saja tercatat sedikitnya 800 hektar
   hutan sudah hangus terbakar di kawasan itu.
   
   Pusat Jati
   
   Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani Ir H Harnanto HM
   menjelaskan, Pusat Jati, sebutan Pusat Pengembangan Hutan Jati,
   dimaksudkan untuk mengingatkan kita semua, bahwa kayu jati tidak hanya
   merupakan komoditas utama Perum Perhutani tetapi juga merupakan
   komoditas unggulan yang mampu bertahan di tengah situasi resesi
   ekonomi seperti saat ini.
   
   Pengambilan lokasi Pusat Jati di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan
   (KPH) Cepu yang dari segi administratif pemerintahan masuk Desa
   Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, didasari
   pertimbangan KPH Cepu sejak dulu merupakan pusat studi untuk
   mempelajari dan meneliti pembangunan hutan yang berkelanjutan, dan
   telah menghasilkan tokoh-tokoh serta pakar di bidang kehutanan.
   
   Fasilitas fisik laboratorium penelitian dan pengembangan bioteknologi
   terdiri dari laboratorium genetik melekuler dan laboratorium biologi
   sel. Kemudian juga laboratorium kultur jaringan dan laboratorium
   teknologi benih. Saat ini Pusat Jati tersebut telah mampu memproduksi
   300.000 bibit jati unggul per tahun. Kapasitas ini nantinya akan
   ditingkatkan menjadi satu juta bibit per tahun. (aji/bdr/ful)