[INDONESIA-L] System Yang Salah

From: apakabar@clark.net
Date: Sat Feb 07 1998 - 08:17:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Fri Feb 6 21:49:41 1998
Date: Fri, 6 Feb 1998 19:41:51 -0700 (MST)
Message-Id: <199802070241.TAA10917@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] System Yang Salah
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

Subject: SYSTEM YANG SALAH
   Date: Fri, 06 Feb 1998 00:08:49
   From: genthong@usa.net
     To: apakabar@clark.net

Apakabar para Netters sekalian.....

Merunut saya sekali lagi ini hanya sebuah opini yang boleh disanggah sekarang kita gak usahalah
nyalahin siapa-siapa. Gak usahlah kita ngecam pemerintah.... Mengapa... selama System yang berlaku di
INDONESIA masih seperti ini gak bakalan kita bisa lepas dari kolusi dan korupsi...

Anda semua tahu yang berada di jajaran pemerintahan dan yang sedang di regenari adalah tak lain dan
tak bukan adalah mereka yang dekat dan keluarga deketlah... Gak usah dipungkiri jajaran elit
pemerintahan kita adalah sanak saudara yang Mulia Raja Suharto. Anda sekalian tahu seluruh perusahaan
yang ada dan menjadi poros ekonomi sudah dikuasai oleh Yang Mulia Kaisar berserta Pangeran dan
Putri... dan juga paman dan bi ikut andil didalamnya.

Tapi yang mau aku omongin bukan itu... Yang mau omongin adalah tentang ketua MPR/DPR. Di satu sisi
MPR adalah lemabaga tertinggi negara dan presiden berada dibawah MPR. DPR kedudukannya sejajar
dengan Presiden.
Tetapi mengapa Ketua MPR juga selaku ketua DPR....????!!!
Disatu sisi dia mengangkat Presiden disatu sisi dia sendiko dawuh terhadap Presiden. Dan yang lebih
parah lagi ketua MPR/DPR sekarang dipenggang oleh si dongok dan congok sumber malapetaka dan
orang paling bajingan di republik ini HARMOKO.... disini menjadikan kedudukan MPR sebagai lembaga
tertinggi negara seolah-olah gak ada wibawanya sama sekali. Mengapa... karenba si Bajingan Harmoko
selalu sendiko dawuh terhadap Yang Mulia Kaisar SUHARTO.... kalo begitu akankah yang Mulai kaisar
takut terhadap koreksi dan kritik MPR tau malah sebaliknya.....

Nah system inilah yang harus dirubah. Pisahkan ketua MPR dari ketua DPR walaupu anggota DPR juga
menjadi anggota MPR. Tapi tidak bisakah ketuanya ada 2 orang yang masing-masing memegang
kekuasaan serta Job discription yang jelas.

Adakah yang berani mengubah itu........??????!!!!!!