[INDONESIA-L] Kesewenang-wenangan,

From: apakabar@clark.net
Date: Sat Feb 21 1998 - 07:34:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Sat Feb 21 01:02:05 1998
Date: Fri, 20 Feb 1998 23:01:07 -0700 (MST)
Message-Id: <199802210601.XAA03486@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Kesewenang-wenangan, Propaganda, Hancurkan Indonesia
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

   Date: Tue, 17 Feb 1998 08:01:43
     To: APAKABAR@clark.net

                KESEWENANGAN, PROPAGANDA, HANCURKAN INDONESIA

Siapakah yang bertanggung jawan atas krisis ekonomi-sosial-politik di Indone-
sia kalau bukan Presiden Suharto dan sistem pemerintahannya yang berdasar-
kan diktatur militer yang disulap dengan madu dan susu "demokrasi Pancasila",
"UUD-45", "Dwifungsi ABRI", "Pembangunan", etc.etc.

Akhirnya semua kepalsuan itu terbuka lebar keseluruh dunia yang menjadi akar
belukar kehancuran Indonesia yang sekarang ini masih dalam tahap "in the mak-
ing" tapi sudah bisa dipastikan akan tiba waktunya dengan segera.

Crony capitalism Suharto bersifat self-destruct karena bertentangan dengan
prinsip kapitalisme dalam tiga unsur: pasaran bebas, demokrasi, termasuk pers
bebas, ketiganya absen dalam rezime orde baru ini.

Pasaran bebas dalam kapitalisme memantangkan intervensi pemerintah se-
dangkan pemerintah kita baru memulai "deregulasi" (liberalisasi) tahun dela-
pan puluhan atas desakan dari luar yang sudah melihat ketidak beresan dalam
pembangunan Indonesia. Namun deregulasi ini ternyata prematur karena rak-
yat Indonesia tidak dipersiapkan untuk kapitalisme, bahkan jiwanya dipenjara-
kan terus dalam iklim mengungkung propaganda Departemen Penerangan, dll
dan disinformasi di segala bidang hingga rakyat diperbodoh, tidak boleh tahu
kebenaran dengan absennya kebebasan pers.

Tidak mengherankan mengapa segala macam resep ekonomi rasional tidak
jalan karena dalam masyarakat ekonomi, politik dan sosial kita merajalela
distorsi, kontradiksi, misinterpretasi, miskontruksi, etc.etc.! Sosiolog dan
il-
muwan politik (political scientist) kita kok bungkem saja selama 32 tahun ini?

Falsafah pemerintah berdasarkan kesewenangan (arbitrariness) mutlak yang
diberi toleransi mutlak pula. Semua pakar ilmuwan kita bertanggung jawab
karena "silent conspiracy" nya.

Karena propaganda dan disinformasi itu bertujuan membodohi dan membodoh-
kan rakyat, maka pemerintah telah mencapai tujuannya. Akibatnya, dalam si-
tuasi krisis rakyat tidak bisa rasional karena memang dididik menjadi binatang
jalang dengan propaganda dan disinformasi hingga akan mencapai konsekwen-
si logis: anarki, total chaos (kekacauan total).
Inilah yang akan menghancurkan Indonesia !
Adakah obatnya ? Obat terakhir: rakyat harus mengambil alih kekuasaan dari
rezime yang telah terbukti membawa kehancuran setelah 32 tahun berkuasa
itu dengan jalan menuntut pemilu bebas terbuka a la l955 berdasarkan UUDS50
dibawah pengawasan Jimmy Carter dan PBB.

ORANG DALEM YANG BUKAN ABDIDALEM