[INDONESIA-L] Orang Minang Kalah Pe

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Mar 17 1998 - 15:13:00 EST


Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Tue Mar 17 19:09:00 1998
Date: Tue, 17 Mar 1998 17:07:48 -0700 (MST)
Message-Id: <199803180007.RAA17142@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Orang Minang Kalah Perang
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
X-Status:
X-Keywords:
X-UID: 1886

From: "Devodil Lament" <devodil@hotmail.com>
To: Apakabar@clark.net
Subject: Orang Minang Kalah Perang.
Date: Mon, 16 Mar 1998 18:34:43 PST

Keterangan:
Datuak Nan Putiah = DNP
Jusfiq bergelar Sutan Marajo Lelo = SML
Devodil Lament Bergelar Sutan Marajo Diateh Pagu = SMDP

DNP:
Sedih bener membaca artikel/tulisan anda tentang tanggapan terhadap
negara federasi fersi Jusfiq si orang frustasi yang lari ke luar negeri.
Baa tuh ?
 
SML:
Yang anda sampaikan ini bukan argumen, tapi omong kosong!. Agar anda
maklumi, saya tidak frustrasi dan saya tidak lari keluar negeri. Saya
memilih untuk tidak kembali ke Indonesia setelah saya selesai belajar.
Dan kalaupun frustrasi dan lari keluar negeri, saya tidak dengan
sendirinya salah!

SMDP:
Entah kenapa saya percaya apa yang dikatakan DNP. Anda adalah seorang
tua yang furstasi dan sedikit emosianal. Anda juga kebanyakan asal
ngomong pak Jusfiq. Anda adalah tipe orang:
Taimpik andak diateh
Takuruang andak dilua

DNP:
Ternyata masih sangat banyak orang Minangkabau yang berhati dan
berpengetahuan kerdil di jaman modern ini. PRRI sudah tamat, jangan
minta yang macam-macam. Dan di zaman modern ini Amerika Serikat,
Jerman, Kanada, Australia tetap saja berbentuk federasi. PRRI sudah
tamat, dan PRRI - seingat saya - tidak menuntut negara federasi.

SML:
Dan regionalisme itu hidup nian di Eropa sekarang ini! Di Scotland
misalnya! Di Friesland misalnya! Dll. Dll.

SMDP:
Saya yakin anda tidak mau (takut) pulang bukan karena PRRI, rasanya anda
belum setua itu dan konsep PRRI pun tidak sebrutal dan se sporadis anda
yang menyalahkan semua pihak dan menganggap dir paling benar. Jadi latar
belakang politik apakah yang mebuat anda begitu tega meninggalkan tanah
air ini.

DNP:
Sumbar miskin dengan sumber alam dibandingkan dengan Riau, Sumut, Jambi
dsb. APBD Sumbar setiap tahun 70% datang dari pemerintah pusat melalui
Inpres Dati I, Inpres Dati II, proyek-proyek OnTop, Bank Dunia melalui
Bappenas dan sumber pendanaan lainnya yang datang dari luar. Sumbar
sendiri miskin. Buktinya banyak orang kita yang pergi dari tanah ini
untuk merantau.
Minangabau miskin? Saya tidak yakin. Tapi taroklah! Jepang juga miskin
kok. Singapura juga cuma punya apa? Kemajuan ekonomi sebuah daerah atau
negara tidak hanya ditentukan oleh sumber alamnya. Merantau berarti
ingin memperbaiki hidup yang notabene tidak didapat di Sumbar. Merantau
bukan sekedar hobi bertualang, tapi lebih dari ingin memperbaiki
kehidupan. Jadi bersyukurlah bahwa kita orang Minang beserta masakannya
bisa diterima oleh semua orang. Bentuk negara federasi tidak menghalangi
orang Minangkabau untuk merantau kemana mana.
Saya ulangi: orang Bavaria bisa saja dengan bebas hidup di Westphalia.
Dst.Dst. Padahal di Sumbar sendiri orang Minang tidak begitu rela ada
orang luar datang. Banyak tanggapan negatif terhadap pendatang. Para
transmigran dari Jawa Tengah, Timur dan Barat tetap dianggap orang
bodoh, pendatang luar dan segudang tanggapan miring. Tangapan itu bukan
dari kalangan orang tidak berpendidikan saja tapi juga datang dari orang
orang yang ternyata sudah banyak makan bangku sekolahan di Jawa dan luar
negeri.

SML:
Saya melihat orang Bukit Tinggi berebut membeli tahu Sumedang di
Bukit Tinggi. Tapi, ya betul, orang Minang juga ada yang rasialis. Cuma
rasialisme itu bukan karena bentuk negara federasi.

SMDP:
Sebenarnya saya cukup sependapat tentang ide federasi yang diajukan
saudara jusfiq akan tetapi apa hak jusfiq untuk bicara. Pernah pun tidak
dia hidup disini. Dan apakah warga negaranya. Lalu apa hak nya bicara
panjang lebar tentang minagkabau dan tentang Indonesia. Kalau saya boleh
berkata dan mohon maaf atas kelancangan ini. Bahwa saudara Jusfiq ini
mengandung seluruh kelemahan karakter orang Minang. Suka bicara
dibelakang forum, menuding kelemahan orang lain dan hanya bisa sembunyi
menghadapi kesulitan. Dimana anda sebagai orang minang ketika kami yang
muda ini harus menanggung dosa kekalahan kalian pada masa lalu, dan
dimana anda ketika negri ini sedang megap-megap menghadapi krisis.
Bukankah anda hanya menulis di Indopubs dan memanas-manasi orang lain.
Lebih baik anda pulang kesini bapak Jusfiq. Lihat apa yang terjadi di
negri ini. Sebelum anda cuap-cuap di Indopubs ini.

DNP:
Kalau ada orang baru misalnya di lingkungan kerja, pasti kita tanya
tanya :" dari Jawa ya ...? dari Batak ya...?" Kenapa kita masih
berpikir begitu ? Kita mengaku Islam, Serambi Makkah dan gudang ulama,
tapi ...? Perbuatan dan perkataan kita lain. Telunjuk lurus kelingking
berkait. Kata orang: "Padang bengkok". Di Jakarta, orang Minang
identik dengan pedagang, sopir mikrolet, sopir taksi, copet, kernet
dsb. Tapi juga banyak yang jadi pejabat tinggi. Hargailah orang lain
seperti kita orang Minang juga dihargai orang.

SML:
Saya tidak membantah ini. Tapi apa hubungannya dengan negara federasi
yang saya usulkan? Jangan maunya menang sendiri, kalamak diawak katuju
diorang. Celakalah orang Minang kalau punya prinsip seperti itu. Tuhan
akan menghukum Minangkabau, dan itu sudah terjadi. Dahulu kita adalah
sumber pemasok intelektual Indonesia dan juga ulama, seperti Moh. Hatta,
HAMKA, Emil Salim dan sebagainya. Sekarang...? mana? kita terlalu
dininabobokkan dengan kebanggaan terhadap sejarah tapi lupa memperbaiki
diri dan meningkatkan kemampuan. Gubernur Hasan Basri Durin sendiri
Ocehan Hasan Basri Durin, anjing fascist ini sungguh tidak perlu
dijadikan pedoman! Orang ini telah menjual suara orang Minangkabau
kepada penguasa di pusata, penguasa yang adalah tukang bunuh, tukang
suruh bunuh dan tukang rampok! 94% suara orang Miangkabau dijualnya ke
Golkar!
Anjing bukan?
Biadab bukan?

SMDP:
Tahukah anda kenapa dahulu orang kita dapat jadi pemasuk intelektual
bangsa dan kemudian hal itu menyusut dan sekarang sudah berangsur pulih
lagi. Hal itu adalah bukan karena bertambah bodohnyanya orang minang.
Dan juga bukan karena terlalu besarnya arus jwanisasi. Akan tetapi hal
itu diesebabkan cara berfikir orang kita banyak yang seperti anda bapak
jusfiq. Untung kemudian generasi paruh baya sekarang mulai kembali
menyadari apa situasi yg sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.
Sehingga pelan-pelan orang minang kembali dapat bicara. Sekali lagi saya
katakan bapak jusfiq, lihatlah negri ini suapaya anda lebih mengerti,
kemudian baru angkat bicara. Jangan hanya sembunyi di negri orang. Tak
cukup sekolah dan ilmu saja untuk menganalisa negri ini apalagi kalau
ada butir-butir dandam dan sakit hati. Janagnlah menjadi orang tua yang
kurang bijak bapak jusfiq.

Negara dengan bentuk fedarasi memang sangat menarik. Saya yakin hal itu
akan menimbulkan sinergi optimal untuk indonesia ini. Akan tetapi pak
jusfiq, kita masih harus mewaspadai akan rasa keindonesiaan beberapa
wilayah kita. Disamping itu dari sisi sumber daya manusia, juga masih
ada beberapa daerah yang rasanya belum akan mampu untuk menjadi sebuah
negara bagian. Tidak semudah berbicara untuk melaksanakannya. Dan lagi
kita butuh seorang gorbachev indonesia.

DNP:
dulu pernah bilang bahwa janganlah kita hanya berbangga terhadap
pendahulu kita tapi malah lupa pada kemajuan kita sekarang. Jangan pula
lupa perilaku pejabat Minang seperti Sabri Zakaria dan sejumlah pejabat
koruptor dari tingkat eselon V sampai eselon I. Sumbar bukan tempat
yang bebas dari perbuatan melanggar agama seperti daerah lain. Sumbar
juga punya segudang penjahat, koruptor, sex bebas, prostitusi dsb.

SML:
Saya tidak bantah semua ini! Tapi apa hubungannya dengan usul saya untuk
menegakkan negara federasi di Indonesia dan usul untuk menjadikan
Minagkabau sebagai salah satu negera bagaian?

SMDP:
Kenapa harus negara bagian minangkabau. Kenapa bukan sumatera tengah
misalnya. Atau sumatera barat misalnya. Semakin kelihatan bapak jusfiq,
bahwa anda hanaylah pensiunan yang kurang kerjaan dan rindu kampung
halaman. Pualnglah kesini. Kalau anda punya anak perempuan (
20-24)kenalkan dengan saya. Biar saya jadi mantu anda dan anda punya
tempat untuk pulang kampung. Lama kelamaan anda begitu pantas
dikasihani.

DNP:
Orang orang pandai pergi merantau, di Minang sendiri tinggalah
orang-orang boco macam anda yang berpikiran kerdil. Globalisasi sudah
kita masuki, tapi kita masih ingin Minangisasi melulu. Salah kalau
orang ngomong bahwa hanya orang Minang lah yang tahu Sumatera Barat.
Orang Amerika dan Belanda jauh, bahkan sangat jauuuuh lebih mengerti
seluk beluk tanah Sumatera Barat sejak tahun 1900. Simak peta-peta
topografi, peta tematik, peta Landsat , sejarah dsb. mereka tahu sampai
sekecil-kecilnya yang bahkan andapun tidak tahu. Ingin tahu potret Imam
Bonjol ? jangan datang ke Pasaman. Disana yang didapat hanya monyet dan
durian, tapi datanglah ke Leiden, Belanda. Coba kalau memang anda tahu
Sumbar, berapa jumlah kecamatan, kelurahan, jumlah suku dsb,dsb ? Ini
hanya pertanyaan sepele tapi pasti anda hanya bengong ! Sudah pasti anda
akan tidak bisa menjawabnya karena pikiran anda tidak diisi dengan ilmu
tapi dengan faham kotor sukuisme.

SML:
Ah, kena batunya! Anda berhadapan dengan orang yang tepat! Saya tinggal
di Leiden, negeri Belanda. Punya renca dulu - yang masihingin saya
selesaikan - untuk menyusun sebuah tesis tentang Alam
Minagkabau.Semua bahan telah saya kumpulkan dari berbagai perpustakaan
dan arsip yang ada di negeri Beladna. Kamar kerja saya masih penuh
dengan foto kopi susunan suku dihampir seluruh nagari Mingkabau. Dan
saya berjanji untuk menyampaikan daftar suku itu di rantau-d, tapi janji
itu juga belum kesampaian. Jadi soal suku dan sistem masyarakat
Minagkabau saya tahu lah. Dan justru karena saya tahu akan sistem
masyarakat Minangkabau makanya darah saya mendidih melihat nagari di
pecah-pecah menjadi desa oleh pemerintah pusat tanpa menanyakanpendapat
orang Minangkabau! Dalam istilah antrhopologi apa yang terjadi di
Minnagkabau sekarang adalah ethnocide, artinya pembunuhan budaya. Inilah
yang saya tentang! Dan bukan hanya di Minangkabau, tapi juga di Aceh, di
Tapanuli, di Riau, di Kalimantan, sampai-sampai ke Irian Barat sana
terjadi ethnocide. Inilah yang saya tentang! Dan bentuk negara federasi
untuk Indonesia adalah cara yang terbaik untuk menghalangi ethnocide
itu.

SMDP:
Saya tidak tahu apa yang kalian perdebatkan. Saya ragukan pengetahuan
kalian berdua tentang minagkabau. Kalau memang kalian megerti
minangkabau, coba jelaskan kenapa minagkabau ini menganut garis
keturunan menurut ibu.
Kalau anda berdua nggak ngerti. Lupakan diskusi tentan foto imambonjol,
topografi, seluk beluk minang dan lain-lain.
Ada satu hal yang perlu kita sadari sebagai orang minag. Bahwa kita
telah melakukan sebuah kekeliruan turun temurun baik dalam sistem
adat-istiadat , struktur kemasyarakatan serta yang terutama adalah
karakter mental. Hal inikah yang ingin dibela oleh saudara jusfiq.
Kita adalah orang kalah perang.
Kita kalah karena salah dalam menempuh cara.
Sebaiknya jangan diulangi lagi kesalahan itu.

Datuk nan Putiah.
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
Devodil Lament ; Sutan Marajo Diateh Pagu