[INDONESIA-L] Strategi Soeharto Men

From: apakabar@clark.net
Date: Tue Mar 24 1998 - 10:32:00 EST


Forwarded message:
From apakabar@clark.net Tue Mar 24 14:31:33 1998
Date: Tue, 24 Mar 1998 12:30:33 -0700 (MST)
Message-Id: <199803241930.MAA16864@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Strategi Soeharto Mengacu Machiavelli
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
 

From: "Raden Agung" <raden_agung@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: Strategi Soeharto Mengacu Machiavelli
Date: Tue, 24 Mar 1998 10:08:02 PST
 
Kata Sun Tzu (ahli strategi perang kuno), "Bila kamu mengetahui
informasi lawan kamu dan kamu tahu tentang kemampuan kamu sendiri, maka
separoh kemenangan sudah di tangan."
Adagium tersebut berlaku juga untuk politik. Para pencinta demokrasi
harus tahu filsafat politik yang dianut Pak Harto. Bila kita kaji benar,
ia nampaknya banyak mengambil falsafah politik Machiavelli yang
termaktub dalam karya besarnya "il principle" (sang pangeran), tapi
versi yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Sebenarnya maksud Machiavelli menulis buku ini luhur, yaitu untuk
memberi kerangka teoritis penguasa tentang bagaimana menjadikan negara
aman dan makmur. Akan tetapi, di dalamnya teruraikan cara-cara yang
termasuk kotor, yang kemudian dicap sebagai paham menghalalkan segala
cara hingga sekarang.
Kalau dalam "il principle" Machiavelli bertujuan untuk menegakkan negara
(rasion d'etat), tetapi Pak Harto menggunakan teori itu untuk menegakkan
imperiumnya (raison de l'Imperium Soeharto). Hanya pada saat awal orde
baru, ia menggunakannya benar-benar untuk menegakkan rasion d'etat,
dibantu oleh Ali Murtopo, arsitek politik Orde Baru.
Karena itu, menganalisa politik Soeharto tanpa rujukan Machiavelli
hanyalah sia-sia belaka. Anda hanya akan menghadapi tembok raksasa Cina.
Dengan membandingkannya dengan filsafat politik Machiavelli, baru akan
kelihatan jelas apa yang telah, sedang dan akan ia lakukan.