[INDONESIA-L] Bank Adalah Sapi Pera

From: apakabar@clark.net
Date: Thu Apr 09 1998 - 13:58:00 EDT


Forwarded message:
From apakabar@clark.net Thu Apr 9 16:40:10 1998
Date: Thu, 9 Apr 1998 14:39:25 -0600 (MDT)
Message-Id: <199804092039.OAA06987@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Bank Adalah Sapi Perahan bagi Grup Konglomerat
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
 

Date: Sun, 05 Apr 1998 19:26:09 +0700
From: PRI <kriwul@cyberjunkie.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: BANK ADALAH SAPI PERAHAN GRUP KONGLOMERAT
  
BANK ADALAH SAPI PERAHAN BAGI GRUP KONGLOMERAT
  
Seperti telah diketahui bersama, bahwa Pemerintah melalui BPPN telah
membekukan dan mengambil alih kegiatan operasi 14 Bank (7 dibekukan dan
7 lainnya diawasi / diambil alih).
  
Kalau kita melihat 7 Bank yang dibekukan :
Bank Surya & Subentra milik konglomerat Sudwikatmono, seberapa besar
Bank tersebut atau katakanlah dalam peringkat Bank paling populer paling
paling mereka 50 besar, dana yang berhasil mereka himpun dari masyarakat
pada akhirnya hanya disedot untuk membiayai bisnis grup saja, sedangkan
grup TWENTY ONE saat ini sedang kolaps sama seperti tuannya.
  
Bank Pelita & Kredit Asia milik Soemitro Djojohadikusumo (atau malah
Hasyim Djojohadikusumo) dengan grupnya TIRTAMAS MAJUTAMA, bisnis grup
mereka porak poranda, dana masyarakat lagi yang mereka sedot dari 2 bank
tersebut, Bank Pelita kalau diperingkat masih mendingan, tapi Kredit
Asia (ganti nama menjadi ISTIMARAT) tanyakan kepada 10 orang kalau 4
diantaranya menjawab kenal dengan bank tersebut itu sudah cukup lumayan.
Sebenarnya ada satu Bank lagi milik grup ini yakni BANK PAPAN SEJAHTERA,
yang sementara ini lolos dari rumus 7 tambah 7, tapi kinerjanya juga
bobrok, dipimpin langsung oleh ALOSIUS NYOO KOK SIONG (terkenal sebagai
AL NYOO), Bank ini terkenal boros dalam belanja SDM yakni pernah memakai
ENNY HARJANTO yang akhirnya tidak betah, saat ini memakai GHAZALI RASAD
(eks Citibank) untuk memimpin bisnis kartu kreditnya., ada info Direksi
yang lain pada mau hengkang seperti yang dilakukan oleh ENNY HARJANTO
dan ERICA FACHRI.
Dulu Bank Papan sebelum go public dikenal cukup solid meskipun ukurannya
kecil, tetapi setelah diambil alih oleh HASYIM, hancur juga bank ini,
pembekuannya atau likuidasi terhadap Bank Papan tinggal menunggu waktu
saja.
  
Bank Centris, dananya habis untuk membiayai bisnis Grup CENTRIS dalam
bidang asuransi, dimana bidang ini hancur lebur dilanda KRISMON.
  
Bank Deka & Hokindo, saya kira ini adalah avonturir dari pemiliknya
saja, Bank bank ini jelas jelas gurem, mana ada orang diluar Jakarta
yang tahu kalau Bank bank ini pernah ada.
  
Sedangkan 7 bank lainnya yang diawasi secara ketat, anda semua tahu
kalau mereka adalah sapi perahan saja dari Grup Grup Besar.
  
Kesimpulannya : TIDAK ADA BANK SWASTA yang layak dipercaya, sedangkan
BANK PEMERINTAH juga kropos (BAPINDO & EXIM kropos), maka saran saya
simpan saja uang anda di BANK UTAMA (milik TOMMY SOEHARTO) atau BANK
YAMA (milik TUTUT SOEHARTO) kayaknya 2 bank terakhir ini kebal dari
likuidasi padahal secara logika harunya juga harus dibekukan.
  
Selanjutnya kalau menurut anda tidak Bank yang layak dipercaya, simpan
saja uang anda (kalau punya) dibawah tanah.
  
PRIANTO, 05 April 1998.
  
Komentar, saran ataupun kritik silahkan email to kriwul@cyberjunkie.com