[INDONESIA-L] Soeharto Takut ...

From: apakabar@clark.net
Date: Mon Apr 13 1998 - 11:50:00 EDT


Forwarded message:
From apakabar@clark.net Mon Apr 13 14:43:58 1998
Date: Mon, 13 Apr 1998 12:42:30 -0600 (MDT)
Message-Id: <199804131842.MAA17815@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Soeharto Takut ...
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com
 

From: "shk liewei" <mao_ze_thong@hotmail.com>
To: apakabar@clark.net
Subject: SOEHARTO TAKUT MAHASISWA BUKAN PADA MPR
Date: Mon, 13 Apr 1998 03:23:58 PDT
  
Menurut saya, Indonesia tidak akan bisa selamat dari krisis moneter dan
akan terus ambruk menjadi bertambah buruk selama Presiden Soeharto masih
mementingkan kekayaan pribadinya, termasuk Kerajaan Business Putra
Putri-nya yang penuh dengan hutang negara.
  
Sebaiknya kita tidak perlu mencari kambing hitam dalam tragedi ini,
yaitu jangan mempersalahkan golongan pri & non pri, para konglomerat
seperti Om Liem dan pengusaha non pri lainnya, seperti Edy Tanzil dan
abangnya.
  
Ayo....., kawan-kawan sebangsa dan setanah air sadarlah bahwa kita telah
dibohongi dengan permainan Soeharto selaku Presiden dan juga selaku
businessman melalui putra-putri-nya.
  
Kenapa kita musti menyalahkan Om Liem yang dituduh sebagai salah satu
"Vested Interest" (Orang Kaya karena Fasilitas), nah.. bagaimana dengan
Mbak Tutut, Sudwikatmono, Probosutedjo, Tommy (si Pembalap), Bambang T.,
Prabowo, Abdul Latif, Sigit (Cucu drpd Soeharto yang main business
minuman keras alias minuman haram), Indra Rukmana, Bob Hasan, Prajogo
Pangestu.
Nah.., mereka itu gimana, kok rakyat Indonesia PENGECUT tidak ada yang
berani mengekspos.
  
Edy Tanzil, dituduh menggelapkan uang rakyat, sementara orang-orang yang
anti-cina membesar-besarkan masalah ini sekaligus membenci orang cina,
tapi mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu atau benar-benar tidak
tau, bahwa dibelakang business Eddy Tanzil itu adalah Tommy Soeharto.
Hey .. rakyat, pernahkah anda berpikir kalo Eddy Tanzil itu sudah mati
dibunuh keluarga cendana sementara skenario tetap berjalan bahwa Edy
Tanzil membawa kabur uang negara.
  
Seperti saya bilang tadi diatas dan Soeharto sendiri bilang, JANGAN LAH
MENCARI KAMBING HITAM TETAPI CARILAH ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM
MASALAH INI, YAITU PRESIDEN SOEHARTO SELAKU MANDATARIS MPR (RAKYAT.)
  
Sekarang ini Soeharto lagi ketakutan setengah mati sama Mahasiswa, takut
kalo-kalo rakyat tahu yang sebenarnya terjadi dan siapa yang BENAR-BENAR
HARUS BERTANGGUNG JAWAB DALAM KRISIS MONETER.
  
Makanya para antek-antek dari kerajaaan Soeharto, seperti Wiranto
(Pangab), Menteri P & K Wirantro yang berusaha keras dengan kata-kata
yang tidak konsisten dan saya anggap idiot dan tentu saja dengan
semangat penjilatnya karena sudah diangkat menjadi menteri sekaligus
anjing penjaga kekakayaan Soeharto, yaitu dengan mengatakan bahwa :
- Mahasiswa tidak perlu ikut campur dalam masalah politik, eeeh malah
dia bilang mahasiswa disuruh belajar saja.
  
Coba bayangkan seorang tingkat Menteri berbicara seperti itu di negara
Demokrasi yang Pancasila.
  
Secara pribadi kadang-kadang saya bingung, kenapa sih peristiwa G 30 S
PKI selalu ditayangkan dan selalu dibesar-besarkan sampai di
sekolah-sekolah, seolah-olah di doktrinasi supaya nempel di kepala
rakyat Indonesia. Dan saya mulai berpikir "BAGAIMANA KALO SEJARAH YANG
SEBENARNYA JUSTRU MERUPAKAN YANG SEBALIKNYA ?"
  
OK BACK TO MAIN PROBLEM, MENURUT SAYA NEGARA INDONESIA YANG TERCINTA INI
AKAN HANCUR LEBUR DISERTAI DENGAN KERUSUHAN SOSIAL YANG DAHSYAT MELEBIHI
G 30 S PKI, YANG TENTU SAJA KORBANNYA ADALAH GOLONGAN MINORITAS YAITU
URURTAN PERTAMA ORANG CINA, UMAT KATOLIK/KRISTEN (GEREJA-GEREJA), UMAT
BUDHA (KELENTENG) KARENA MEREKA SEDEMIKIAN PENGECUT (UNTUK MEREKA YANG
SUDAH TAHU PERMASALAHANNYA TAPI TIDAK BERANI) AND GOBLOKNYA (UNTUK
MEREKA ORANG MISKIN YANG TIDAH TAHU APA-APA) ,
  
KECUALI KALO SOEHARTO SADAR AKAN NILAI PANCASILA UNTUK MEMBAWA SELURUH
HARTANYA YANG ADA DI LUAR NEGERI UNTUK MEMBANTU INDONESIA, KARENA TERUS
TERANG INDONESIA SUDAH TIDAK DIPERCAYA OLEH NEGARA-NEGARA LAIN TERUTAMA
DALAM HAL UTANG SWASTA YANG AKIBAT DARI KEBOBROKAN PEMERINTAHAN
INDONESIA YANG SUDAH BERAKAR DAN MENDARAH DAGING (LIKE FATHER LIKE SON)
  
DATA PENULIS :
  
DARI ORANG CINA YANG MERASA KASIHA TERHADAP BANGSA INDONESIA YANG TERUS
DIBODOHIN SAMA PRESIDENNYA SENDIRI.